APACHE: Acute Physiologic and Chronic Health Evaluation
APACHE (Acute Physiologic and Chronic Health Evaluation) adalah sistem penilaian yang dikembangkan untuk mengukur keparahan penyakit pada pasien kritis, terutama yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Sistem ini menggabungkan data fisiologis akut, riwayat kesehatan kronis, dan diagnosis utama untuk menghasilkan skor yang mencerminkan risiko mortalitas.
Sejarah Singkat
APACHE pertama kali diperkenalkan pada awal 1980an oleh Knaus dan koleganya di Harvard Medical School. Versi awal (APACHE I) kemudian disempurnakan menjadi APACHE II pada 1985, yang menjadi standar internasional selama lebih dari dua dekade. Pada tahun 1999, APACHE III dirilis dengan penambahan variabel dan peningkatan akurasi, dan pada 2002 muncul APACHE IV yang memperhitungkan data modern dan populasi pasien yang lebih luas.
Komponen Utama Skor APACHE
Skor APACHE terdiri dari tiga kelompok parameter:
- Variabel fisiologis akut (12 variabel): suhu tubuh, tekanan darah sistolik, frekuensi nadi, laju pernapasan, pH arteri, PaO, PaCO, natrium, kalium, kreatinin, hematokrit, dan skor Glasgow Coma Scale (GCS).
- Riwayat kesehatan kronis: keberadaan penyakit kronis berat (misalnya, gagal hati, gagal ginjal, atau penyakit kardiovaskular) yang meningkatkan risiko mortalitas.
- Diagnosa utama: kategori penyakit utama yang menyebabkan masuknya pasien ke ICU (misalnya, sepsis, trauma, operasi besar).
Cara Menghitung Skor
Setiap variabel fisiologis memiliki nilai poin yang diberikan berdasarkan deviasi dari rentang normal. Nilai tertinggi untuk satu variabel adalah 4 poin; nilai minimum 0. Total poin dari semua variabel, ditambah poin tambahan untuk penyakit kronis dan diagnosa utama, menghasilkan skor total APACHE.
Contoh Tabel Poin untuk Variabel Fisiologis
| Variabel | Rentang Normal | Poin 0 | Poin 1 | Poin 2 | Poin 3 | Poin 4 |
| Suhu (C) | 3638 | 3638 | 3535.9 / 38.138.5 | 3434.9 / 38.639.0 | 3333.9 / 39.139.5 | <33 atau >39.5 |
| Tekanan Darah Sistolik (mmHg) | 101199 | 101199 | 80100 / 200219 | 6079 / 220239 | 4059 / 240259 | <40 atau >259 |
Interpretasi Skor
Skor total APACHE berkisar dari 0 hingga sekitar 71 (tergantung versi). Semakin tinggi skor, semakin besar risiko mortalitas rumah sakit. Tabel di bawah menunjukkan perkiraan mortalitas berdasarkan skor APACHE II (nilai referensi).
| Skor APACHE II | Risk Mortalitas (%) |
| 04 | 3 |
| 59 | 510 |
| 1014 | 1520 |
| 1519 | 2530 |
| 2024 | 3545 |
| 25 | 50 |
Kegunaan Klinis
- Prediksi Mortalitas: membantu dokter memperkirakan prognosis pasien dan mengomunikasikan risiko kepada keluarga.
- Stratifikasi Risiko: memungkinkan klasifikasi pasien dalam penelitian klinis atau audit kualitas.
- Manajemen Sumber Daya: membantu rumah sakit dalam alokasi bed ICU, ventilator, atau tenaga medis.
- Evaluasi Kualitas Perawatan: membandingkan hasil klinis antar unit atau rumah sakit dengan memperhitungkan tingkat keparahan pasien.
Keterbatasan APACHE
- Skor hanya mencerminkan kondisi pada 24 jam pertama masuk ICU; perubahan klinis selanjutnya tidak terakomodasi.
- Beberapa variabel laboratorium mungkin tidak tersedia dengan cepat di semua fasilitas.
- Model berbasis populasi tertentu (ASIA/Barat) sehingga akurasi dapat berkurang pada populasi etnis atau geografis lain tanpa kalibrasi ulang.
- APACHE tidak menggantikan penilaian klinis; keputusan akhir tetap pada pertimbangan dokter.
Perbandingan dengan Sistem Lain
Selain APACHE, ada beberapa skor lain yang dipakai di ICU, antara lain:
- SAPS II & SAPS III (Simplified Acute Physiology Score): fokus pada variabel fisiologis dengan model statistik berbeda.
- SOFA (Sequential Organ Failure Assessment): menilai kegagalan organ secara berurutan, berguna untuk memantau perkembangan sepsis.
- CLIFSOFA: khusus untuk kegagalan hati.
Setiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangan; pemilihan tergantung pada tujuan klinis atau penelitian.
Implementasi di Rumah Sakit
Implementasi APACHE yang efektif mencakup:
- Pelatihan staf: dokter, perawat, dan teknisi laboratorium harus memahami cara mengumpulkan data yang akurat.
- Integrasi sistem informasi: banyak rumah sakit menghubungkan kalkulator APACHE dengan Electronic Health Record (EHR) untuk otomatisasi.
- Audit reguler: memeriksa konsistensi data dan memperbarui model bila diperlukan.
- Penyesuaian populasional: melibatkan analisis data lokal untuk menyesuaikan prediksi mortalitas.
Kesimpulan
APACHE merupakan alat penting dalam bidang perawatan kritis yang menyediakan penilaian objektif terhadap keparahan penyakit dan risiko mortalitas. Meskipun memiliki keterbatasan, penggunaan yang tepat dapat meningkatkan keputusan klinis, alokasi sumber daya, dan evaluasi kualitas perawatan. Integrasi dengan teknologi informasi modern dan penyesuaian pada populasi lokal akan memperkuat relevansi APACHE di masa depan.
*Referensi: Knaus WA, et al. APACHE II: a severity of disease classification system. Critical Care Medicine, 1985; serta literatur APACHE IV dan III yang dipublikasikan oleh Critical Care Medicine dan Society of Critical Care Medicine.*
We use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.