Litter (bahan alas) merupakan komponen vital dalam sistem pemeliharaan broiler. Pilihan litter memengaruhi kesehatan ayam, kualitas daging, serta biaya operasional. Di Indonesia, ketersediaan limbah pertanian (seperti sekam padi, dedak, kulit jagung) dan limbah penebangan kayu (serbuk gergaji, serbuk kayu) memberikan peluang untuk menggantikan litter konvensional seperti serbuk kayu premium.
Sekam padi memiliki kapasitas absorpsi air yang tinggi serta tekstur yang ringan. Penelitian di Jawa Barat menunjukkan bahwa penggunaan sekam padi pada stocking density 20 ekor/m mengurangi kadar ammonia hingga 30% dibandingkan litter komersial.
Kulit jagung berukuran serabut halus, cocok sebagai bahan penutup lantai. Kelebihannya meliputi biaya rendah (tingkat harga rupiah 1.500 per kg) dan kemampuan menetralkan bau. Kekurangannya, bila tidak dikeringkan terlebih dahulu, dapat menyebabkan pertumbuhan jamur.
Dedak padi mengandung serat dan nutrisi tambahan. Sebagai litter, dedak dapat dimanfaatkan bersamaan dengan pakan tambahan, namun harus diolah untuk menurunkan kadar mikroba patogen.
Serbuk gergaji adalah litter tradisional. Kualitasnya tergantung pada jenis kayu dan kadar kelembaban. Kayu keras (misalnya jati, meranti) memberikan daya serap lebih baik dibandingkan kayu lunak.
Campuran serbuk kayu dengan serbuk gergaji meningkatkan strukturalitas litter, memperbaiki ventilasi, serta menurunkan biaya produksi sebesar 1520%.
Pengeringan pada suhu 80100C selama 24 jam penting untuk menetralkan bakteri dan mengurangi kadar air <10%. Penambahan kapur pertanian (kalsium karbonat) pada tingkat 2% dapat menetralkan asam organik yang terbentuk.
| Bahan | Kapasitas Absorpsi (g HO/g litter) | Kadar Ammonia (ppm) | Biaya (Rp/kg) | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| Sekam Padi | 0,45 | 1215 | 1.200 | Ringan, mudah didapat |
| Kulit Jagung | 0,38 | 1518 | 1.500 | Perlu pengeringan |
| Serbuk Gergaji (Kayu Keras) | 0,42 | 1013 | 2.000 | Harga tinggi, kualitas stabil |
| Campuran Sawdust + Shavings | 0,44 | 1114 | 1.800 | Biaya menengah, performa baik |
Memanfaatkan limbah pertanian dan penebangan kayu sebagai litter tidak hanya menurunkan biaya produksi (hingga 30% dibandingkan litter komersial), tetapi juga mengurangi volume limbah yang dibuang ke lingkungan. Sebagian limbah dapat diolah menjadi kompos setelah masa pakai litter, memberikan nilai tambah sebagai pupuk organik.
Setiap jenis litter harus diuji pada skala kecil terlebih dahulu untuk menilai kompatibilitas dengan sistem pemanas, ventilasi, serta jenis pakan yang digunakan. Konsultasikan dengan veteriner atau ahli nutrisi unggas sebelum mengubah litter secara permanen.
