Alfred Adler lahir pada 7 Februari 1870 di Wina, Austria. Ia adalah dokter, ahli psikiatri, dan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah psikologi. Setelah menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Wina, Adler pertama kali terkenal sebagai ahli ortopedi, namun kemudian beralih ke psikiatri. Pada tahun 1907 ia bergabung dengan kelompok yang dipimpin oleh Sigmund Freud, tetapi perbedaan pandangan ideologis menyebabkan ia memisahkan diri pada tahun 1911 dan mendirikan aliran psikologi sendiri yang dikenal sebagai Psikologi Individual (Individual Psychology).
Adler berpendapat bahwa rasa inferioritas perasaan kurang atau tidak mampu merupakan motivasi dasar bagi seluruh perilaku manusia. Rasa ini muncul sejak masa kanakkanak, misalnya karena keterbatasan fisik atau kegagalan dalam pencapaian. Untuk mengatasi rasa inferioritas, individu melakukan kompensasi dengan mengembangkan kemampuan atau mencari pencapaian yang dapat meningkatkan rasa berharga.
Setiap orang mengembangkan gaya hidup yang unik, yaitu pola berpikir, merasakan, dan bertindak yang terbentuk pada masa kanakkanak sebagai respons terhadap rasa inferioritas. Gaya hidup mencerminkan tujuan hidup, nilainilai, serta cara individu menanggapi tantangan. Adler menekankan bahwa gaya hidup bersifat konsisten, namun dapat diubah melalui kesadaran dan pengalaman baru.
Menurut Adler, kesehatan mental tidak hanya diukur dari pencapaian individu, melainkan dari inters sosial kemampuan untuk berempati, berkolaborasi, dan berkontribusi pada kesejahteraan komunitas. Individu yang memiliki minat sosial yang kuat cenderung memiliki gaya hidup yang lebih adaptif dan sehat.
Adler menolak pandangan bahwa perilaku manusia sematamata ditentukan oleh faktor biologis atau biologispsikologis. Ia menekankan peran lingkungan keluarga, budaya, dan pengalaman sosial dalam membentuk karakter. Misalnya, posisi anak dalam struktur keluarga (anak pertama, tengah, atau bungsu) dapat memengaruhi motivasi dan strategi koping.
Terapi Adlerian memfokuskan pada empat fase utama:
Walaupun tidak seterkenal Freud, Adler memberi kontribusi signifikan pada perkembangan psikologi modern:
Beberapa kritik terhadap Adler meliputi:
Alfred Adler menawarkan pandangan manusiawi yang menekankan bahwa setiap individu memiliki motivasi dasar untuk mengatasi rasa inferioritas melalui pencapaian dan kontribusi sosial. Gaya hidup, minat sosial, dan konteks lingkungan menjadi kunci dalam memahami perilaku manusia. Meskipun ada kritik, warisan Adler tetap relevan dalam psikologi klinis, pendidikan, serta bidang-bidang yang berkaitan dengan perkembangan pribadi dan hubungan sosial.
