Maritime Tower merupakan salah satu proyek ikon yang direncanakan akan berdiri di wilayah Jakarta Utara. Gedung setinggi 80 lantai ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur, melainkan juga menampung fungsi komersial, perhotelan, serta ruang publik. Karena besarnya nilai investasi, perhitungan biaya menjadi langkah krusial untuk memastikan kelancaran pelaksanaan dan keberlanjutan finansial proyek.
Biaya proyek dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama:
Berikut tahapan yang umum dipakai dalam menghitung biaya proyek Maritime Tower:
Berikut perkiraan biaya berdasarkan data tahun 2024 (dalam jutaan Rupiah):
| Item | Kuantitas | Harga Satuan (Rp) | Total Biaya (Rp) |
|---|---|---|---|
| Penggalian & Pondasi | 1.800 m | 1.200.000 | 2.160.000 |
| Struktur Beton (balok & kolom) | 34.500 m | 3.800.000 | 131.100.000 |
| Bekisting & Pengecoran | 34.500 m | 650.000 | 22.425.000 |
| Fasad Kaca & Alumenium | 18.000 m | 3.200.000 | 57.600.000 |
| Instalasi Mekanikal & Elektrikal | 1 paket | 45.000.000 | 45.000.000 |
| Interior Komersial (lantai 120) | 20.000 m | 2.500.000 | 50.000.000 |
| Finishing Layanan Hotel (lantai 2130) | 10.000 m | 3.100.000 | 31.000.000 |
| Landscape & Area Publik | 12.000 m | 850.000 | 10.200.000 |
| Subtotal Biaya Langsung | 347.485.000 | ||
| Biaya Tidak Langsung (12% dari langsung) | 41.698.200 | ||
| Kontinjensi (7% dari total) | 27.245.300 | ||
| Total Estimasi Biaya Proyek | 416.428.500 |
Beberapa elemen dapat menyebabkan perbedaan antara estimasi dan realisasi anggaran:
Untuk mengukur ketahanan anggaran, dilakukan tiga skenario:
| Skenario | Perubahan Harga Material | Biaya Total (Rp juta) | Selisih dari Basis |
|---|---|---|---|
| Dasar | 0% | 416.4 | 0 |
| Skenario A | +10% (material utama) | 452.2 | +35.8 |
| Skenario B | -5% (material utama) | 394.6 | -21.8 |
Hasil menunjukkan bahwa peningkatan harga material 10% dapat menambah total biaya lebih dari 8%, sehingga penting untuk mengamankan kontrak harga tetap atau melakukan hedging.
Analisa biaya proyek Maritime Tower Jakarta Utara menunjukkan total estimasi sekitar Rp 416,4 miliar, dengan komposisi utama pada struktur beton, fasad kaca, dan instalasi mekanikalelektrikal. Pengendalian biaya bergantung pada manajemen kontrak, pengadaan material strategis, serta pemantauan kontinuitas risiko. Dengan menerapkan metodologi estimasi berbasis BIM, melakukan analisis sensitivitas, dan menyiapkan strategi mitigasi, proyek dapat dipastikan berjalan sesuai anggaran dan jadwal yang telah ditetapkan.
