Admin 29 May 2026 13:00

 

Analytical Hierarchy Process (AHP)

Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah sebuah metode keputusan multikriteria yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty pada tahun 1970-an. Metode ini membantu pengambil keputusan memecah masalah kompleks menjadi struktur hierarki yang lebih sederhana, kemudian melakukan perbandingan berpasangan antara elemenelemen pada tiap tingkatan. Hasilnya berupa bobot relatif yang mencerminkan prioritas atau kepentingan masingmasing alternatif atau kriteria.

Prinsip Dasar AHP

  • Hierarki: Masalah dipecah menjadi tiga tingkatan utama tujuan (goal), kriteria (criteria), dan alternatif (alternatives). Pada beberapa kasus dapat ditambahkan subkriteria.
  • Perbandingan Berpasangan: Setiap elemen pada satu tingkatan dibandingkan secara berpasangan dengan elemen lain yang berada pada tingkatan yang sama, relatif terhadap elemen di atasnya.
  • Skala Intensitas: Saaty memperkenalkan skala numerik 19 untuk menilai seberapa lebih penting satu elemen dibanding yang lain (1 = sama penting, 9 = sangat lebih penting).
  • Normalisasi dan Penentuan Bobot: Nilai perbandingan dibagi sehingga setiap kolom berjumlah 1, kemudian ratarata baris menghasilkan bobot prioritas.
  • Consistency Ratio (CR): Mengukur konsistensi penilaian. CR < 0,10 biasanya dianggap dapat diterima.

LangkahLangkah Pelaksanaan AHP

  1. Definisikan tujuan yang ingin dicapai.
  2. Buat struktur hierarki dengan menuliskan tujuan, kriteria, subkriteria (jika ada), dan alternatif.
  3. Lakukan perbandingan berpasangan antar elemen pada tiap tingkatan menggunakan skala 19. Hasilnya disusun dalam matriks perbandingan.
  4. Hitung bobot kriteria dengan menormalkan matriks dan mengambil ratarata baris.
  5. Uji konsistensi dengan menghitung eigenvalue (max), Consistency Index (CI) = (maxn)/(n1) dan Consistency Ratio (CR) = CI/RI (RI = Random Index). Jika CR > 0,10, tinjau kembali penilaian.
  6. Hitung bobot alternatif untuk tiap kriteria secara terpisah.
  7. Agregasikan bobot dengan mengalikan bobot alternatif per kriteria dengan bobot kriteria, kemudian menjumlahkan hasilnya. Alternatif dengan nilai akhir tertinggi dipilih sebagai solusi terbaik.

Contoh Sederhana

Misalkan sebuah perusahaan ingin memilih vendor pemasok. Tujuannya adalah Menentukan vendor terbaik. Kriteria yang dipilih: Harga, Kualitas, dan Waktu Pengiriman. Alternatif: Vendor A, Vendor B, Vendor C.

1. Matriks Perbandingan Kriteria

HargaKualitasWaktu
Harga11/33
Kualitas315
Waktu1/31/51

Setelah normalisasi, bobot kriteria didapatkan kirakira: Harga = 0,25; Kualitas = 0,60; Waktu = 0,15.

2. Matriks Perbandingan Alternatif per Kriteria

Contoh untuk kriteria Kualitas:

Vendor AVendor BVendor C
Vendor A143
Vendor B1/412
Vendor C1/31/21

Bobot alternatif pada kriteria Kualitas menjadi: A = 0,55; B = 0,30; C = 0,15.

3. Agregasi

Mengalikan bobot masingmasing dengan bobot kriteria dan menjumlahkannya menghasilkan nilai akhir:

  • Vendor A = 0,250,40 + 0,600,55 + 0,150,30 0,49
  • Vendor B = 0,250,35 + 0,600,30 + 0,150,45 0,38
  • Vendor C = 0,250,25 + 0,600,15 + 0,150,25 0,13

Vendor A memiliki nilai tertinggi, sehingga dipilih sebagai pemasok terbaik.

Keunggulan AHP

  • Struktural memecah masalah kompleks menjadi bagianbagian yang mudah dipahami.
  • Fleksibel dapat diterapkan pada keputusan berskala kecil hingga besar, pada bidang teknik, bisnis, pemerintahan, hingga lingkungan.
  • Partisipatif melibatkan banyak pemangku kepentingan sehingga keputusan lebih inklusif.
  • Konsistensi menyediakan ukuran konsistensi yang membantu meningkatkan kualitas penilaian.

Keterbatasan AHP

  • Ketergantungan pada subjektivitas dalam memberi nilai skala 19.
  • Jumlah elemen yang banyak menyebabkan matriks perbandingan menjadi sangat besar (kompleksitas O(n)).
  • Jika konsistensi tidak tercapai, proses harus diulang, yang dapat memakan waktu.

Aplikasi Praktis

AHP telah digunakan dalam berbagai bidang, antara lain:

  • Manajemen Proyek: Menentukan prioritas risiko atau pemilihan vendor.
  • Perencanaan Kota: Evaluasi alternatif tata ruang atau transportasi.
  • Keputusan Investasi: Memilih portofolio saham atau proyek berdasarkan laba, risiko, likuiditas.
  • Penilaian Kinerja: Menilai karyawan atau lembaga dengan kriteria kualitas, kecepatan, biaya.
  • Lingkungan: Penilaian dampak lingkungan, pemilihan teknologi bersih.

Software Pendukung

Berbagai aplikasi dapat mempermudah perhitungan AHP, di antaranya:

  • Microsoft Excel (dengan template khusus)
  • Expert Choice
  • Super Decisions
  • R (paket ahp)
  • Python (pustaka pyAHP atau ahpy)

Kesimpulan

Analytical Hierarchy Process adalah metode yang kuat untuk mengatasi keputusan yang melibatkan banyak kriteria dan alternatif. Dengan menstrukturkan masalah secara hierarkis, melakukan perbandingan berpasangan, dan menguji konsistensi penilaian, AHP menghasilkan bobot prioritas yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun memiliki keterbatasan terkait subjektivitas dan ukuran data, keunggulannya dalam memberikan kerangka kerja yang sistematis membuat AHP tetap relevan dalam era keputusan berbasis data.

File Referensi Untuk Analytical Hierarchy Process
Screenshoot
Nama File
metode Analytical Hierarchy process AHP - model pengambilan keputusan dengan multiple criteria.pptx

Ukuran File
0.19 MB

Tipe File
PPTX

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Analytical Hierarchy Process. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Pertumbuhan Dan Perkembangan Ternak dan Link Download File Referensi

Psychological Assessment And Potential Development dan Link Download File Referensi

Perekonomian Dua Sektor dan Link Download File Referensi

Metode Modelling dan Link Download File Referensi

Server Cloud Lokal Di Sekolah dan Link Download File Referensi