Dalam dunia kimia analitik, gravimetri merupakan salah satu metode penentuan kuantitatif suatu unsur atau senyawa yang didasarkan pada prinsip penimbangan. Secara etimologi, istilah ini berasal dari kata "gravimetri" yang berarti pengukuran berat. Metode ini termasuk ke dalam kategori analisis klasik karena penentuan jumlah zat dilakukan dengan cara mengukur massa zat setelah proses pemisahan.
Prinsip utama dalam analisis gravimetri adalah mengubah komponen yang ingin dianalisis (analit) menjadi bentuk senyawa yang murni dan stabil, yang kemudian dapat ditimbang. Setelah ditimbang, massa komponen tersebut dapat dihitung berdasarkan rumus kimia dan berat atom atau berat molekulnya.
Proses ini umumnya melibatkan beberapa tahapan krusial, yaitu:
Berdasarkan teknik pemisahannya, gravimetri dapat dibagi menjadi beberapa kategori utama:
Ini adalah teknik yang paling umum. Analit diendapkan dalam bentuk senyawa yang sangat tidak larut melalui penambahan reagen pengendap. Contoh klasiknya adalah penentuan kadar klorida dalam sampel dengan menambahkan perak nitrat (AgNO3) sehingga terbentuk endapan perak klorida (AgCl).
Dalam metode ini, analit atau komponen pengganggu dipisahkan dengan cara diuapkan. Contohnya adalah penentuan kadar air dalam sampel dengan cara pemanasan (pengeringan) hingga beratnya konstan. Selisih berat sebelum dan sesudah pemanasan merupakan massa air yang hilang.
Teknik ini melibatkan proses elektrolisis. Analit (biasanya logam) diendapkan pada elektroda (katoda) dengan bantuan arus listrik. Massa logam yang menempel pada elektroda tersebut kemudian ditimbang untuk mengetahui jumlahnya.
Sebagai metode analisis klasik, gravimetri memiliki karakteristik tersendiri:
Kelebihan: Metode ini dianggap sangat akurat jika dilakukan dengan prosedur yang benar. Gravimetri tidak memerlukan kalibrasi alat dengan standar tertentu karena pengukuran didasarkan pada massa absolut yang dapat diukur langsung oleh neraca analitik.
Kekurangan: Proses gravimetri cenderung memakan waktu yang cukup lama (terutama pada tahap pengeringan). Selain itu, diperlukan ketelitian tinggi dalam setiap langkahnya agar tidak terjadi kehilangan zat selama penyaringan atau pencucian, yang dapat menyebabkan kesalahan sistematis.
Analisis gravimetri tetap menjadi pilar penting dalam kimia analitik, meskipun kini banyak metode instrumen modern yang lebih cepat. Pemahaman mengenai gravimetri memberikan dasar yang kuat bagi seorang kimiawan untuk memahami konsep stoikiometri, kelarutan, dan teknik pemisahan yang presisi. Hingga saat ini, gravimetri masih sering digunakan sebagai metode standar (standar primer) untuk kalibrasi atau verifikasi metode analisis lainnya.
