Sterol merupakan kelas senyawa lemak (lipid) yang memiliki struktur inti empat cincin sikloalkana, mirip dengan kolesterol. Kata steroid sering dipakai bergantian dengan sterol, namun secara kimia sterol adalah jenis steroid yang memiliki gugus hidroksil (OH) pada posisi C3 pada cincin A. Karena sifat kimianya, sterol bersifat amfipatik: bagian inti sikloalkana bersifat hidrofobik, sedangkan gugus hidroksil memberikan sifat agak hidrofilik.
Inti sterol terdiri dari tiga cincin sikloheksana (A, B, C) dan satu cincin siklopentan (D) yang disebut siklostan. Pada posisi C3 terdapat gugus OH, dan pada posisi C17 biasanya terdapat rantai samping yang dapat berupa rantai alifatik, alkena, atau gugus fungsi lain. Variasi pada rantai sisi itulah yang membedakan satu sterol dengan sterol lainnya.
1. Komponen Membran Sel Sterol mengatur fluiditas dan kekakuan membran. Di membran sel hewan, kolesterol mengisi celahcelah antara fosfolipid, menjaga kestabilan pada suhu berbeda.
2. Prekursor Hormon Steroid Kolesterol diubah menjadi hormon seks (testosteron, estrogen), hormon adrenal (kortisol, aldosteron), serta hormon sekresi (progesteron).
3. Proses Sinyal Sterol dapat mempengaruhi aktivitas protein membran, seperti reseptor dan kanal ion, sehingga berperan dalam transduksi sinyal.
4. Pelindung terhadap Stres Oksidatif Pada tumbuhan, fitosterol membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Berbagai makanan mengandung sterol, baik dari sumber hewani maupun nabati. Berikut contoh utama:
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sterol nabati (fitosterol) dapat menurunkan kadar kolesterol LDL pada manusia hingga 1015% bila dikonsumsi 23gram per hari. Karena itu, sterol sering ditambahkan ke margarin, yoghurt, atau suplemen khusus.
Selain itu, sterol tertentu memiliki potensi:
Kolesterol yang masuk melalui diet atau dihasilkan denovo di hati diangkut dalam bentuk lipoprotein. LDL membawa kolesterol ke jaringan, sedangkan HDL mengembalikannya ke hati untuk ekskresi atau daur ulang. Enzim kunci dalam sintesis kolesterol ialah HMGCoA reductase; inhibitornya (statin) banyak dipakai untuk menurunkan kadar kolesterol pada pasien dengan risiko kardiovaskular tinggi.
Untuk sterol nabati, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengizinkan klaim kesehatan bila dosis harian tidak melebihi 3gram. Namun, konsumsi sterol secara berlebihan dapat mengganggu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K). Pada bayi, sterol nabati dapat mengganggu pertumbuhan bila diberikan dalam jumlah tinggi.
Sterol adalah molekul lipid penting yang berperan sebagai komponen struktural membran, prekursor hormon, dan agen modulasi metabolik. Terdapat beragam jenis sterol, mulai dari kolesterol pada hewan, fitosterol pada tumbuhan, hingga ergosterol pada jamur. Ketersediaannya dalam makanan serta manfaat klinisnya membuat sterol menjadi topik penting dalam nutrisi dan kedokteran. Mengonsumsi sterol nabati dalam batas wajar dapat membantu menurunkan kolesterol LDL dan memberikan efek antiinflamasi, sementara kontrol produksi kolesterol endogen tetap menjadi strategi utama dalam pencegahan penyakit kardiovaskular.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi situs World Health Organization atau Food and Drug Administration.
