Tentang AFFAVETI
Asosiasi Farmakologi dan Farmasi Veteriner Indonesia (AFFAVETI) merupakan organisasi profesi nirlaba yang menghimpun para pakar, akademisi, peneliti, praktisi klinis, serta birokrat yang bergerak di bidang ilmu farmakologi, toksikologi, dan farmasi veteriner di seluruh Indonesia. Berdirinya organisasi ini didorong oleh kesadaran kolektif akan krusialnya peran tata kelola obat hewan dalam menunjang kesehatan hewan, kesejahteraan hewan, keamanan pangan asal hewan, serta konsep kesehatan global yang terintegrasi (One Health).
Dalam lanskap pembangunan nasional, kesehatan hewan tidak dapat dipisahkan dari kesehatan manusia. Penggunaan obat hewankhususnya antibiotik, antiparasit, vaksin, dan suplemenmemiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup hewan dan keamanan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat. AFFAVETI mengambil peran strategis untuk memastikan bahwa riset, formulasi, distribusi, hingga aplikasi klinis obat hewan berjalan sesuai dengan standar ilmiah yang ketat, kode etik profesi, serta regulasi nasional dan internasional.
"Kesehatan hewan yang optimal didukung oleh pemanfaatan obat-obatan veteriner yang rasional, aman, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah."
Melalui jejaring yang kuat di berbagai perguruan tinggi kedokteran hewan, lembaga riset pemerintah, industri obat hewan swasta, dan otoritas veteriner, AFFAVETI berkomitmen penuh untuk memajukan khazanah keilmuan farmakologi veteriner demi tercapainya kedaulatan pangan dan ketahanan nasional.
Visi dan Misi
Menjadi asosiasi profesi yang unggul, independen, dan terpercaya di tingkat nasional maupun internasional dalam pengembangan ilmu farmakologi dan farmasi veteriner guna mendukung pencapaian kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan secara berkelanjutan.
- Mengembangkan Ilmu Pengetahuan: Mendorong penelitian inovatif dan aplikatif di bidang farmakologi, toksikologi, dan farmasi klinis veteriner berbasis potensi lokal dan teknologi modern.
- Edukasi & Standardisasi: Meningkatkan kompetensi dokter hewan, apoteker, dan tenaga kesehatan hewan dalam penggunaan obat hewan yang rasional melalui pelatihan berkelanjutan.
- Kemitraan Strategis: Berperan aktif memberikan rekomendasi ilmiah kepada pemerintah selaku regulator dalam penyusunan kebijakan obat hewan dan pengawasan peredaran sediaan biologis maupun farmaseutis.
- Sosialisasi "One Health": Mengedukasi masyarakat, peternak, dan pelaku usaha mengenai pentingnya pencegahan resistensi antimikroba (AMR) serta residu obat pada pangan asal hewan.
Pilar Gerakan AFFAVETI
Untuk mencapai visi dan misinya, AFFAVETI bergerak secara sinergis melalui tiga pilar operasional utama:
Pendidikan & Akademik
Standardisasi kurikulum farmakologi dan farmasi veteriner di Fakultas Kedokteran Hewan se-Indonesia demi melahirkan lulusan berdaya saing global.
Riset & Inovasi
Eksplorasi bahan alam herbal nusantara sebagai alternatif fitofarmaka pengganti growth promoter kimiawi pada ternak.
Pengabdian & Advokasi
Penyuluhan langsung ke peternak rakyat dan pendampingan industri dalam mematuhi Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB).
Isu-Isu Strategis yang Dikawal
Seiring dinamika global dan perubahan iklim, tantangan di sektor kesehatan hewan terus berkembang. AFFAVETI aktif mengawal dan merumuskan solusi terhadap beberapa isu strategis berikut:
1. Pengendalian Resistensi Antimikroba (Antimicrobial Resistance - AMR)
Resistensi antimikroba merupakan salah satu ancaman kesehatan global terbesar abad ini. Penggunaan antibiotik yang tidak bijaksana (injudicious use) pada sektor peternakan memicu lahirnya bakteri super (superbugs) yang resistan terhadap pengobatan. Bakteri ini berisiko menular ke manusia melalui rantai makanan maupun kontak langsung. AFFAVETI aktif mempromosikan prinsip pembatasan antibiotik critically important bagi manusia dan penerapan pengobatan berbasis uji sensitivitas (antimicrobial susceptibility testing).
2. Pengembangan Fitofarmaka Veteriner (Herbal Obat Hewan)
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati (biodiversitas) darat dan laut terbesar kedua di dunia. AFFAVETI mendorong riset mendalam untuk memformulasikan tanaman obat tradisional seperti kunyit, temulawak, jahe, dan meniran sebagai sediaan fitofarmaka terstandar yang terbukti ilmiah memiliki khasiat imunomodulator, antibakteri alami, maupun antiinflamasi untuk hewan.
3. Farmakovigilan Obat Hewan
Pemantauan efek samping obat hewan setelah dilepas ke pasar (post-market surveillance) merupakan aspek penting untuk menjamin keamanan jangka panjang. AFFAVETI mendukung pembentukan sistem pelaporan farmakovigilan yang terintegrasi, yang memudahkan dokter hewan praktisi melaporkan adanya kegagalan terapi atau reaksi obat yang merugikan (adverse drug reactions) secara cepat dan akurat.
Hubungi & Berkolaborasi
AFFAVETI mengundang seluruh pemangku kepentingan, mulai dari institusi akademik, lembaga riset, industri farmasi swasta, organisasi profesi kedokteran hewan lainnya, serta instansi pemerintah untuk berkolaborasi melakukan riset bersama, menyelenggarakan seminar ilmiah, maupun program pengabdian masyarakat.
Bagi para profesional di bidang kedokteran hewan, farmasi, kimia, biologi, dan ilmu peternakan yang tertarik untuk bergabung sebagai anggota aktif AFFAVETI, pendaftaran dapat dilakukan melalui koordinator wilayah masing-masing atau menghubungi sekretariat pusat.
