Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin Dengan Retensio Plasenta dan Link Download File Referensi

https://eu2.contabostorage.com/00f3241116844f24b628f46d81abb929:st1/folder3/3226/jmuser_file_1642626066_e4f2665ce414f406cc05eaa4f81ea78f.pptx

2026-05-29 10:05:06 - Admin

<style> body { font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 1.6; margin: 0; padding: 20px; background-color: #fafafa; color: #333; } h1, h2, h3 { color: #2c3e50; } .container { max-width: 800px; margin: auto; background: #fff; padding: 30px; box-shadow: 0 0 10px rgba(0,0,0,0.1); } ul { margin-left: 20px; } .important { color: #c0392b; font-weight: bold; } .note { background:#f9f9f9; border-left:4px solid #3498db; padding:10px; margin:20px 0; } </style><div class="container"> <h1>Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin dengan Retensio Plasenta</h1> <p>Retensio plasenta atau penahanan plasenta merupakan komplikasi obstetri yang terjadi ketika plasenta tidak dapat dikeluarkan secara lengkap setelah bayi lahir. Kondisi ini dapat menimbulkan perdarahan berat, infeksi, dan kegagalan fungsi organ bila tidak diatasi dengan cepat. Kebidanan berperan penting dalam identifikasi, penanganan, serta pemberian asuhan yang komprehensif kepada ibu bersalin dengan retensio plasenta.</p> <h2>1. Pengertian Retensio Plasenta</h2> <p>Retensio plasenta didefinisikan sebagai kegagalan pengeluaran seluruh bagian plasenta dalam waktu 30 menit setelah lahirnya bayi (retensio parsial) atau tidak adanya pengeluaran plasenta sama sekali (retensio total). Faktorfaktor risiko meliputi:</p> <ul> <li>Riwayat placenta previa atau abruptio placentae.</li> <li>Kelainan pada kontraksi uterus (uterine atony).</li> <li>Kelainan struktural pada rahim (misalnya bicornuate uterus).</li> <li>Penggunaan obatobatan yang menghambat kontraksi uterus, seperti magnesium sulfate.</li> <li>Usia ibu yang sangat muda atau sangat tua.</li> </ul> <h2>2. Tandatanda Klinis</h2> <p>Setelah persalinan, bidan harus memerhatikan beberapa tanda yang menunjukkan retensio plasenta:</p> <ul> <li>Kurangnya atau tidak adanya tanda <em>afterbirth feeling</em> (sensasi pengeluaran plasenta).</li> <li>Pendarahan vagina yang berlanjut meskipun kontraksi uterus tampak baik.</li> <li>Uterus terasa besar, tidak ternyusut sesuai usia kehamilan.</li> <li>Tekanan darah menurun, denyut nadi cepat, atau muncul tanda syok.</li> </ul> <h2>3. Penilaian Awal oleh Bidan</h2> <p>Penilaian harus dilakukan secara sistematis:</p> <ol> <li><strong>Pemeriksaan visual</strong> pastikan seluruh bagian plasenta (membran, kord, dan jaringan lain) terlihat.</li> <li><strong>Palpasi abdomen</strong> rasakan ukuran dan tonus uterus.</li> <li><strong>Pengukuran tekanan darah dan nadi</strong> identifikasi tanda-tanda hipovolemia.</li> <li><strong>Pemeriksaan darah</strong> hitung hemoglobin/hct, serta koagulasi bila tersedia.</li> </ol> <h2>4. Intervensi Kebidanan</h2> <p>Intervensi utama dalam retensio plasnta adalah mengeluarkan plasenta yang tertahan dan menghentikan perdarahan. Berikut langkahlangkahnya:</p> <h3>a. Manuver Uterine Massage</h3> <p>Memijat uterus dari fundus ke arah serviks dapat meningkatkan kontraksi dan membantu menekan plasenta ke luar. Lakukan dengan lembut namun tegas.</p> <h3>b. Penggunaan Obat Uterotonik</h3> <p>Jika uterus masih relaks, berikan oksitosin (10IU intravena atau intramuskular) atau methergine (0,2mg IM). Hindari penggunaan obat yang dapat menurunkan tonus uterus.</p> <h3>c. Pemeriksaan Manual</h3> <p>Setelah uterus terasa kencang, lakukan pemeriksaan manual dengan kedua tangan: satu tangan menahan fundus, tangan lainnya meraba fundus secara perlahan untuk menemukan bagian plasenta yang menempel. Jika ditemukan, tangkap dengan hatihati dan tarik secara perlahan.</p> <p class="note">Jika upaya manual tidak berhasil dalam 1015menit atau terjadi perdarahan berat (> 500ml), segera persiapkan tindakan operasi (curettage atau histerektomi) dengan tim medis.</p> <h3>d. Penanganan Perdarahan</h3> <ul> <li>Berikan cairan kristaloid (Ringer lactate) 20ml/kg secara cepat.</li> <li>Jika diperlukan, transfusi darah PRC.</li> <li>Gunakan tranexamic acid 1g IV bila perdarahan berlanjut.</li> </ul> <h3>e. Antisipasi Infeksi</h3> <p>Berikan profilaksis antibiotik spektrum luas (misalnya cefazolin 1g IV) setelah plasenta berhasil dikeluarkan.</p> <h2>5. Asuhan Keperawatan PascaPersalinan</h2> <p>Setelah berhasil mengatasi retensio plasenta, asuhan kebidanan tetap penting untuk mencegah komplikasi lanjutan:</p> <ul> <li>Monitoring tandavital secara ketat selama 2448jam.</li> <li>Pemeriksaan uterus setiap 1530menit pada fase awal, kemudian tiap jam.</li> <li>Pengukuran output urin; < 30ml/jam mengindikasikan hipovolemia.</li> <li>Pemberian analgesik ringan bila diperlukan, hindari NSAID yang dapat mengganggu agregasi platelet.</li> <li>Edukasi ibu tentang tanda bahaya: pendarahan lebih dari 2spuit per jam, demam, atau nyeri hebat.</li> </ul> <h2>6. Edukasi Keluarga dan Penatalaksanaan Jangka Panjang</h2> <p>Pengetahuan keluarga sangat mempengaruhi kepatuhan ibu terhadap perawatan pasca persalinan. Halhal yang perlu disampaikan:</p> <ol> <li>Istirahat total selama minimal 48jam, hindari aktivitas berat.</li> <li>Pola makan bergizi tinggi zat besi (daging merah, kacangkacangan, sayuran hijau).</li> <li>Pemeriksaan darah rutin untuk memastikan tidak terjadi anemia.</li> <li>Jadwal kontrol kembali ke fasilitas kesehatan 1 minggu, kemudian 6 minggu pasca persalinan.</li> <li>Jika terdapat riwayat retensio plasenta, rekomendasikan konsultasi dengan dokter obstetri untuk evaluasi kehamilan berikutnya.</li> </ol> <h2>7. Tindakan Darurat</h2> <p>Jika selama penanganan muncul keadaan darurat, bidan harus:</p> <ul> <li>Aktifkan kode merah di unit bersalin.</li> <li>Segera panggil dokter obstetri/ginekolog dan tim anestesi.</li> <li>Lakukan resusitasi kardiorespirasi (BLS) bila diperlukan.</li> <li>Siapkan perangkat operasi (instrumentasi curettage, lampu sorot, dll).</li> </ul> <h2>8. Kesimpulan</h2> <p>Retensio plasenta merupakan komplikasi yang menuntut penanganan cepat dan terkoordinasi antara bidan, dokter, serta tim kesehatan lainnya. Asuhan kebidanan yang tepatmulai dari identifikasi dini, manuver uterine massage, penggunaan uterotonik, hingga penanganan perdarahandapat menyelamatkan nyawa ibu dan mengurangi morbiditas. Edukasi berkelanjutan kepada ibu dan keluarga serta pemantauan pasca persalinan yang cermat menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.</p> <p class="important">Ingat, setiap menit keterlambatan dapat meningkatkan risiko perdarahan berat dan komplikasi serius. Oleh karena itu, kecepatan, ketepatan, dan kerja tim sangat penting dalam mengelola retensio plasenta.</p></div>

Lebih banyak