Bahasa Non Baku dan Link Download File Referensi
https://eu2.contabostorage.com/00f3241116844f24b628f46d81abb929:st1/folder4/4417/jmuser_file_1643506236_6104c616ca8c034497dbf49c73068fe8.pptx
2026-05-30 07:45:09 - Admin
<style> body{ font-family: Arial, sans-serif; line-height: 1.6; margin:0; padding:0 20px; background-color:#fafafa; color:#333; } h1, h2{ color:#2c3e50; } nav{ margin:20px 0; } nav a{ margin-right:15px; text-decoration:none; color:#2980b9; } article{ max-width:800px; margin:auto; } ul{ margin-left:20px; } blockquote{ border-left:4px solid #bdc3c7; padding-left:10px; color:#555; font-style:italic; } </style> <header> <h1>Bahasa Non Baku</h1> <nav> <a href="#pengertian">Pengertian</a> <a href="#ciri">Ciriciri</a> <a href="#jenis">Jenisjenis</a> <a href="#contoh">Contoh Kalimat</a> <a href="#penutup">Kesimpulan</a> </nav> </header> <article> <section id="pengertian"> <h2>Pengertian Bahasa Non Baku</h2> <p> Bahasa non baku adalah ragam bahasa yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh lembaga resmi, seperti Badan Bahasa atau Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Ragam ini biasanya muncul dalam percakapan seharihari, di media sosial, atau dalam situasi informal lainnya. Meskipun tidak resmi, bahasa non baku tetap menjadi bagian penting dari dinamika linguistik masyarakat Indonesia karena mencerminkan identitas, kreativitas, dan keberagaman budaya. </p> </section> <section id="ciri"> <h2>Ciriciri Bahasa Non Baku</h2> <ul> <li><strong>Penggunaan kosakata tidak standar</strong>: katakata yang tidak tercatat dalam KBBI atau makna yang diubah.</li> <li><strong>Penyingkatan atau akronim</strong>: seperti btw, gak, kamu menjadi km.</li> <li><strong>Perubahan tata bahasa</strong>: susunan kalimat yang tidak mengikuti kaidah baku, misalnya Aku mau pergi ke mall menjadi Aku mau ke mall.</li> <li><strong>Pengaruh bahasa daerah atau bahasa asing</strong>: pencampuran unsur Jawa, Sunda, Inggris, dll.</li> <li><strong>Emotikon, emoji, dan simbol</strong> yang menggantikan atau menambah makna kata.</li> </ul> </section> <section id="jenis"> <h2>Jenisjenis Bahasa Non Baku</h2> <p>Berikut beberapa bentuk bahasa non baku yang sering ditemui:</p> <ol> <li><strong>Bahasa Gaul</strong>: ragam yang dipakai oleh remaja dan anak muda, penuh slang dan kata baru yang cepat berkembang.</li> <li><strong>Bahasa Internet</strong>: mencakup singkatan seperti LOL, BRB, serta penggunaan huruf kapital untuk menekankan arti.</li> <li><strong>Bahasa Daerah Campur</strong>: kombinasi bahasa Indonesia dengan bahasa daerah, misalnya Mas, mau ngopi dulu ya? (JawaIndonesia).</li> <li><strong>Bahasa Protokol Tidak Resmi</strong>: istilah yang muncul di lingkungan kerja tertentu, seperti meeting menjadi rapat, deadline menjadi batas waktu.</li> </ol> </section> <section id="contoh"> <h2>Contoh Kalimat Bahasa Non Baku</h2> <p>Berikut beberapa contoh kalimat yang menampilkan ciriciri non baku:</p> <blockquote> Eh, gue lagi nungguin kamu di depan kafe, cepet ya! <br> (Penggunaan gue, nungguin, kafe) </blockquote> <blockquote> BRB, lagi recharge hp dulu. : ) <br> (Singkatan internet dan emotikon)</blockquote> <blockquote> Mas, nanti dimeeting ada presentasi produk baru, ya. <br> (Campuran bahasa Inggris meeting dengan struktur Indonesia)</blockquote> <blockquote> Kabur dulu, soalnya udah mubazir waktu di sini. <br> (Penggunaan kabur untuk pergi, mubazir sebagai sinonim tidak baku)</blockquote> </section> <section id="penutup"> <h2>Kesimpulan</h2> <p> Bahasa non baku bukan sekadar kesalahan melainkan fenomena alami yang menunjukkan fleksibilitas dan kreativitas penutur. Meskipun tidak selalu cocok untuk teks resmi, penggunaannya dalam konteks yang tepat dapat memperkuat kedekatan sosial, mengekspresikan identitas kelompok, atau memberi nuansa santai pada komunikasi. Penting bagi kita untuk memahami perbedaan antara bahasa baku dan non baku, serta kapan masingmasing jenis bahasa tersebut sebaiknya dipakai. </p> <p> Pada akhirnya, bahasa tetap menjadi alat utama interaksi manusia. Baik baku maupun non baku, keduanya memiliki peran masingmasing dalam memperkaya khazanah linguistik Indonesia yang beragam. </p> </section> </article>```