Bilangan kompleks adalah perluasan dari bilangan real yang memungkinkan penyelesaian persamaan kuadrat yang tidak memiliki akar real. Setiap bilangan kompleks dapat dituliskan dalam bentuk a + bi, di mana a dan b adalah bilangan real, sedangkan i adalah satuan imajiner yang didefinisikan oleh i = -1.
Konsep bilangan imajiner muncul pada abad ke-16 ketika matematikawan Italia, Gerolamo Cardano, mencoba menyelesaikan persamaan kubik. Namun, penggunaan resmi dan sistematis baru muncul pada abad ke-19 berkat karya Augustin-Louis Cauchy, Carl Friedrich Gauss, dan William Rowan Hamilton.
Seperti yang disebutkan, bentuk aljabar paling umum adalah z = a + bi. Misalnya, 3 + 4i memiliki bagian real 3 dan bagian imajiner 4.
Diagram bilangan kompleks sering digambarkan pada bidang dua dimensi yang disebut bidang Argand atau bidang kompleks, dengan sumbu x mewakili bagian real dan sumbu y mewakili bagian imajiner.
Setiap bilangan kompleks juga dapat ditulis sebagai z = r(\cos\theta + i\sin\theta) atau z = re^{i\theta}, di mana:
Contoh: Untuk z = 1 + i, r = 2 dan = /4, jadi z = 2(\cos /4 + i\sin /4).
Penjumlahan dilakukan dengan menjumlahkan bagian real dan imajiner secara terpisah:
z = a + biz = a + biz + z = (a + a) + (b + b)i
Gunakan distributif dan fakta bahwa i = -1:
zz = (aa bb) + (ab + ab)i
Pembagian memerlukan konjugasi. Konjugat dari z = a + bi adalah \overline{z} = a - bi. Maka:
z / z = (z\overline{z}) / (|z|) Konjugat mengubah tanda bagian imajiner. Berguna untuk menghitung modulus dan dalam pembagian.
Modulus memberi ukuran jarak titik kompleks ke asal:
|z| = (a + b)
Argumen dapat dicari dengan fungsi trigonometri invers, biasanya atan2(b, a) pada sebagian besar bahasa pemrograman.
Soal: Hitung nilai (2+3i)(14i) dan tuliskan dalam bentuk a+bi.
Penyelesaian:
(2 + 3i)(1 - 4i) = 21 + 2(-4i) + 3i1 + 3i(-4i) = 2 - 8i + 3i -12i Karena i = -1, maka -12i = 12= (2 + 12) + (-8i + 3i) = 14 - 5i
Jadi hasilnya adalah 145i.
Untuk memperdalam pemahaman, kunjungi:
