Admin 01 Jun 2026 07:08

 

Fertilizer Komposit Lengkap (Complete Compound Fertilizer/CCF)

Definisi Fertilizer Komposit Lengkap

Fertilizer Komposit Lengkap atau Complete Compound Fertilizer (CCF) adalah pupuk yang mengandung tiga unsur hara utama (NPK) sekaligus unsur mikro dan bahan tambahan lain dalam satu butir atau campuran homogen. Dengan kata lain, satu produk CCF sudah menyediakan kebutuhan nutrisi tanaman secara seimbang tanpa harus menambahkan pupuk lain secara terpisah.

Komposisi Dasar

Komposisi CCF biasanya ditulis dalam rasio NPOKO, contohnya 151515 atau 201010. Di samping itu, produsen sering menambahkan:

  • Unsur mikro: Zn, Fe, Mn, Cu, B, Mo.
  • Pengikat atau pembawa: klinker, bentonit, atau bahan organik.
  • Pengatur pelepasan: kombinasi granul slowrelease atau coating khusus.

Berikut contoh tabel komposisi CCF umum di pasaran:

Produk N (%) PO (%) KO (%) Unsur Mikro
CCF 151515 15 15 15 Zn 0,05; Fe 0,1
CCF 201010 20 10 10 Mn 0,03; B 0,02
CCF 122412 12 24 12 Cu 0,01; Mo 0,001

Manfaat Utama

Penggunaan CCF memberikan beberapa keunggulan dibandingkan pupuk terpisah:

  • Keseragaman nutrisi tanaman menerima N, P, K dalam proporsi yang tepat di setiap titik penanaman.
  • Efisiensi operasional mengurangi jumlah bahan yang harus dibeli, disimpan, dan diaplikasikan.
  • Mengurangi kehilangan formulasi slowrelease membantu menurunkan leaching dan volatilization.
  • Meningkatkan hasil keseimbangan nutrisi optimal memperbaiki pertumbuhan dan produktivitas.
  • Keserbagunaan dapat dipakai pada berbagai jenis tanaman: padi, jagung, sayuran, buahbuahan, dan tanaman hortikultura.

Cara Aplikasi yang Efektif

Berikut langkahlangkah umum dalam penggunaan CCF:

  1. Analisis tanah lakukan uji Kadar NPK serta unsur mikro sebelum pemupukan.
  2. Penentuan dosis sesuaikan dengan kebutuhan spesifik tanaman dan hasil yang diinginkan (biasanya 150300kgha, tergantung tanaman).
  3. Penyebaran gunakan alat broadcast, fertigation, atau mesin penyebar granula untuk distribusi merata.
  4. Pencampuran bila perlu, campur CCF dengan pupuk organik atau bahan penutup tanah untuk meningkatkan retensi air.
  5. Waktu aplikasi biasanya pada fase pertumbuhan vegetatif; pada tanaman padi dapat dibagi menjadi pemupukan basal (pada lahan basah) dan pemupukan susulan (setelah sawah mengering).

Tip: Penggunaan CCF bersamaan dengan teknik irigasi tetes (fertigasi) memungkinkan penyerapan nutrisi yang sangat tepat dan meminimalkan kebocoran ke lingkungan.

Keamanan dan Lingkungan

Walaupun CCF dirancang untuk meminimalkan dampak negatif, tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Jangan berlebihlebar; kelebihan N dapat menyebabkan pertumbuhan vegetatif berlebih dan menurunkan kualitas buah.
  • Hindari aplikasi pada tanah becek yang sangat basah karena meningkatkan risiko leaching fosfat.
  • Gunakan perlindungan diri (masker, sarung tangan) saat menangani granula dalam jumlah besar.
  • Penyimpanan: Simpan di tempat kering, sejuk, dan tertutup rapat agar tidak menyerap uap air.

Berbagai regulasi pemerintah Indonesia (mis. Peraturan Menteri Pertanian No. 46/2016) mengatur kandungan logam berat maksimum dalam pupuk, sehingga produk CCF yang beredar di pasar harus memenuhi standar keamanan pangan.

File Referensi Untuk Complete Compound Fertilizer (CCF)
Screenshoot
Nama File
1656525002_pertumbuhan_dan_hasil_tanaman_tomat___Pertanian_dan_Peternakan.pdf

Ukuran File
0.04 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Complete Compound Fertilizer (CCF). Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Undang-Undang Kehutanan No. 41 Tahun 1999 dan Link Download File Referensi

Marketing Planning dan Link Download File Referensi

Penerimaan Diri Terhadap Perubahan Fisik Menopause dan Link Download File Referensi

PeranIndonesiadalamMenciptakanPerdamaianDuniamelaluiHubunganInternasional dan Link Downloa...

Evaluasi Pembelajaran Biologi Konsep-Konsep Dasar Evaluasi dan Link Download File Referens...