Indonesia dan Timor Leste berbagi batas laut yang meliputi wilayah perairan Selat Timor, Laut Arafura, dan sebagian zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Laut Timor. Karena kedekatan geografis, sejarah kolonial, serta kepentingan sumber daya alam, proses delimitasi batas laut menjadi penting bagi kedua negara.
Setelah Timor Leste memperoleh kemerdekaan pada tahun 2002, Indonesia dan Timor Leste memulai pembicaraan untuk menetapkan garis batas laut yang jelas. Sebelum kemerdekaan, wilayah tersebut berada di bawah administrasi Portugal dan kemudian Indonesia, sehingga tidak ada perjanjian bilateralisme yang spesifik mengenai batas laut.
Delimitasi batas laut didasarkan pada prinsip-prinsip United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, antara lain:
Beberapa titik penting dalam proses delimitasi antara lain:
Negosiasi dimulai pada 2005 dan telah melalui beberapa tahap:
Kedua negara menuntut hak atas perairan yang kaya akan ikan pelagik, terumbu karang, serta potensi hidrokarbon. Penentuan batas dapat memengaruhi pendapatan negara dari sektor perikanan dan eksplorasi energi.
Wilayah Selat Timor menjadi jalur transit penting bagi kapal dagang. Pengaturan zona militer dan patroli harus diselaraskan agar tidak menimbulkan benturan kepentingan.
Komunitas nelayan di kedua sisi perbatasan bergantung pada akses perairan tradisional. Penetapan batas tidak boleh mengganggu mata pencarian mereka.
Beberapa dokumen yang menjadi acuan:
Delimitasi yang adil meningkatkan rasa saling percaya dan membuka peluang kerja sama di bidang:
Walaupun masih terdapat perbedaan teknis, kedua negara menegaskan komitmen untuk menyelesaikan delimitasi secara damai. Langkah selanjutnya meliputi:
Delimitasi batas laut antara Indonesia dan Timor Leste bukan sekadar masalah teknis kartografi, melainkan mencerminkan kepentingan ekonomi, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan mengikuti kerangka UNCLOS, mengedepankan dialog terbuka, dan memperhatikan kepentingan bersama, kedua negara dapat mencapai kesepakatan yang stabil, adil, dan berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia atau Pemerintah Timor Leste.
