Admin 30 May 2026 23:52

 

Klasifikasi Dewey Decimal (DDC)

Klasifikasi Dewey Decimal (DDC) merupakan sistem pengorganisasian bahan pustaka yang paling banyak dipakai di perpustakaan umum, sekolah, dan institusi pendidikan di seluruh dunia. Sistem ini memungkinkan buku, majalah, audiovisual, dan sumber digital diurutkan secara logis sehingga pengguna dapat menemukan materi yang diperlukan dengan cepat. DDC diciptakan oleh seorang pustakawan Amerika, Melvil Dewey, pada akhir abad ke19 dan terus mengalami revisi untuk menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan pengguna modern.

Sejarah Singkat

Pada tahun 1876, Melvil Dewey (18511931) menerbitkan Classification and Index of Subjects, yang kemudian dikenal sebagai Dewey Decimal Classification. Versi pertama terdiri dari 10 kelas utama, masingmasing dibagi menjadi 10 divisi, dan seterusnya menjadi 10 subdivisi, membentuk struktur berbasis desimal (09). Ide utama Dewey adalah menyediakan kode numerik yang mudah diingat dan dapat diperluas tanpa mengubah keseluruhan sistem.

Sejak saat itu, DDC telah mengalami beberapa edisi utama. Edisi ke22 (2003) dan ke23 (2011) menjadi edisi yang paling banyak diadopsi. Pada tahun 2022, edisi ke24 dirilis dengan penambahan fitur digital, penyederhanaan notasi, dan penyesuaian kategori yang lebih inklusif.

Prinsip Dasar

  1. Desimal: Setiap kelas memiliki tiga digit dasar (misalnya 500 untuk ilmu alam). Penambahan digit di belakang koma menandakan subdivisi lebih rinci (contoh 512.9).
  2. Hierarki: Kode yang lebih panjang menyiratkan hubungan yang lebih spesifik dengan kode pendahulunya.
  3. Koherensi: Materi yang serupa ditempatkan berdekatan, memudahkan penelusuran topik terkait.
  4. Fleksibilitas: Sistem memungkinkan penambahan kode baru tanpa mengganggu susunan yang sudah ada.

Struktur 10 Kelas Besar

DDC mengelompokkan seluruh pengetahuan manusia ke dalam sepuluh kelas utama, masingmasing diidentifikasi dengan angka ratusan. Berikut rangkuman singkat tiap kelas:

  • 000 General Works, Computer Science & Information: Encyclopedias, jurnal, teknologi informasi, dan karya referensi umum.
  • 100 Philosophy & Psychology: Filsafat, etika, logika, psikologi, serta ilmu kognitif.
  • 200 Religion: Agama-agama dunia, teologi, mitologi, dan praktik keagamaan.
  • 300 Social Sciences: Sosiologi, ekonomi, ilmu politik, pendidikan, hukum, dan kebudayaan.
  • 400 Language: Linguistik, bahasa-bahasa dunia, tata bahasa, dan penerjemahan.
  • 500 Natural Sciences & Mathematics: Matematika, fisika, kimia, biologi, ilmu bumi.
  • 600 Technology (Applied Sciences): Kedokteran, teknik, pertanian, rumah tangga, dan bisnis.
  • 700 Arts & Recreation: Seni rupa, musik, teater, fotografi, olahraga, hiburan.
  • 800 Literature: Sastra, puisi, drama, kritik, dan karya fiksi serta nonfiksi.
  • 900 History & Geography: Sejarah, geografi, biografi, perjalanan, dan ilmu politik regional.

Contoh Subdivisi

Setiap kelas utama dibagi menjadi sepuluh divisi, kemudian menjadi sepuluh subdivisi. Misalnya, kelas 500 (Ilmu Alam) memiliki:

  • 510 Mathematics
  • 520 Astronomy
  • 530 Physics
  • 540 Chemistry
  • 550 Earth Sciences
  • 560 Fossils & Paleontology
  • 570 Life Sciences (Biology)
  • 580 Plants (Botany)
  • 590 Animals (Zoology)

Contoh Penerapan di Perpustakaan

Misalkan sebuah perpustakaan menerima tiga buku baru:

  1. Fisika Modern untuk Pemula kode 530.12 (fisika, khususnya mekanika kuantum).
  2. Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia kode 945.083 (sejarah Indonesia, periode modern).
  3. Dasar-dasar Pemrograman Python kode 005.133 (teknologi informasi, bahasa pemrograman).

Dengan menempatkan bukubuku tersebut sesuai kode DDC pada rak, pengguna dapat langsung menemukan semua bahan tentang fisika, sejarah Indonesia, atau pemrograman tanpa harus menelusuri katalog yang acak.

Kelebihan & Kekurangan DDC

Kelebihan

  • Universalitas: Digunakan oleh ribuan perpustakaan di lebih dari 130 negara.
  • Skalabilitas: Sistem desimal memungkinkan penambahan topik baru secara tak terbatas.
  • Konsistensi: Memudahkan pertukaran data katalog antar institusi.
  • Fleksibilitas Digital: DDC dapat diintegrasikan dengan sistem OPAC (Online Public Access Catalog) dan metadata RDF.

Kekurangan

  • Kurang Representatif Budaya Lokal: Kategori utama sebagian besar berakar pada pandangan Barat, sehingga adaptasi lokal memerlukan penyesuaian.
  • Kompleksitas Subdivisi Tinggi: Untuk koleksi besar, penentuan kode yang tepat dapat memakan waktu.
  • Biaya Lisensi: Penggunaan edisi terbaru DDC memerlukan pembelian lisensi dari OCLC.

Meskipun memiliki tantangan, DDC tetap menjadi alat yang sangat berguna bagi perpustakaan modern. Dengan penyesuaian yang tepat, sistem ini dapat mendukung akses pengetahuan yang terstruktur, cepat, dan inklusif.

File Referensi Untuk Dewey Decimal Classification (DDC)
Screenshoot
Nama File
ANALISIS TABEL DDC - sistem klasifikasi perpustakaan hasil karya Melvil dewey.pptx

Ukuran File
1.06 MB

Tipe File
PPTX

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Dewey Decimal Classification (DDC). Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Treatment Effects and Reference File Download Link

Perencanaan Pembelajaran TK dan Link Download File Referensi

PEMILIHAN RANCANGAN PENELITIAN TERGANTUNG dan Link Download File Referensi

Bulan Eliminasi Kaki Gajah dan Link Download File Referensi

Resume Kegiatan PK2MB 2021 Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2022 dan Link Download File...