Apa Itu Drainase Postural?
Drainase postural adalah teknik fisioterapi yang membantu memindahkan lendir (sekret) dari paruparu ke trakea sehingga dapat dikeluarkan melalui batuk atau bersin. Teknik ini memanfaatkan posisi tubuh tertentu yang memanfaatkan gravitasi untuk memudahkan aliran sekret ke saluran napas utama.
Biasanya drainase postural dipraktikkan pada pasien dengan gangguan pernapasan kronis seperti:
- Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
- Asma berat
- Bronkitis kronis
- Infeksi paru (pneumonia)
- Fibrosis kistik (CF)
Cara Melakukan Drainase Postural
Setiap sesi biasanya berlangsung 2030 menit dan dapat dilakukan 13 kali sehari tergantung kondisi klinis. Berikut langkahlangkah umum yang biasanya dipandu oleh terapis atau instruktur terlatih:
1. Persiapan
- Pastikan ruangan bersuhu nyaman (2224C) dan memiliki ventilasi baik.
- Sediakan bantal atau penopang untuk menjaga posisi tubuh.
- Jika diperlukan, gunakan selaput pernapasan (spirometer) untuk latihan pernapasan.
2. Posisi Dasar
Berikut contoh urutan posisi untuk memfokuskan masingmasing lobus paru:
- Upper lobus kanan Berbaring miring ke kiri dengan kepala sedikit diturunkan.
- Upper lobus kiri Berbaring miring ke kanan dengan kepala diturunkan.
- Middle lobus kanan Duduk di ujung tempat tidur, badan dibungkuk ke depan, tangan menopang depan paha.
- Lower lobus kanan Berbaring miring ke kiri dengan kepala sedikit diangkat.
- Lower lobus kiri Berbaring miring ke kanan dengan kepala sedikit diangkat.
3. Teknik Pernapasan
- AdaDah (Huff) Tarik napas dalam-dalam, tahan selama 23 detik, lalu hembuskan napas dengan suara huff (seperti bersiul) untuk menggerakkan lendir tanpa menimbulkan tekanan berlebih pada bronkus.
- Percobaan batuk Setelah serangkaian huff, dorong perlahan untuk menghasilkan batuk ringan.
4. Durasi tiap Posisi
Umumnya 510 menit per posisi, tergantung seberapa banyak lendir yang harus dikeluarkan. Jika terasa tidak nyaman, segera beri tahu terapis.
5. Penutup
- Lakukan teknik pernapasan relaksasi selama 23 menit untuk menormalkan pernapasan.
- Jika menggunakan nebulizer atau obat inhalasi, lakukan sesudah sesi drainase.
Siapa yang Tidak Boleh Menggunakan Teknik Ini?
Meskipun drainase postural relatif aman, ada beberapa kondisi yang memerlukan pertimbangan khusus atau kontraindikasi, antara lain:
- Tekanan darah sangat tinggi atau tidak stabil.
- Fraktur tulang rusuk yang belum sembuh.
- Infark miokard akut atau angina tidak stabil.
- Pembengkakan otak (edema serebral) yang dapat dipengaruhi perubahan posisi kepala.
- Pasien dengan kateter atau akses vena sentral di area yang diposisikan.
Selalu konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis sebelum memulai program.
We use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.