Gerak rotasi adalah jenis gerakan di mana setiap titik pada benda tegar mengikuti lintasan melingkar yang berpusat pada sebuah sumbu tetap. Pada gerakan ini, semua partikel benda berputar dengan kecepatan sudut yang sama namun kecepatan linearnya bergantung pada jarak dari sumbu rotasi.
Beberapa besaran penting dalam gerak rotasi meliputi:
Gambar: Hubungan antara kecepatan sudut, radius, dan kecepatan linear.
Momen inersia (I) adalah ukuran kekakuan benda terhadap perubahan gerak rotasinya. Besaran ini tergantung pada massa benda dan cara distribusi massa terhadap sumbu rotasi. Secara umum:
I = m r
di mana m adalah massa elemen kecil dan r jaraknya ke sumbu. Untuk benda kontinu, integral digunakan:
I = r dm
Beberapa contoh momen inersia yang sering dipakai:
Hukum kedua Newton untuk rotasi menyatakan bahwa momen gaya () berbanding lurus dengan percepatan sudut:
= I
Dimana = r F (produk silang antara vektor radius dan gaya). Jika gaya berlaku seragam pada seluruh benda, maka dapat dihitung melalui nilai total gaya dan jaraknya ke sumbu.
Energi kinetik total benda yang berputar adalah:
K = I
Energi ini dapat dijumlahkan dengan energi kinetik translasi bila benda mengalami gerak kombinasi (misalnya roda yang menggelinding).
Momentum sudut (L) didefinisikan sebagai:
L = I
Jika tidak ada momen gaya eksternal, L tetap konstan (hukum kekekalan momentum sudut). Contoh klasiknya adalah pemainan gasing atau skater yang memperkecil jari-jarinya untuk berputar lebih cepat.
Untuk benda yang tidak memiliki sumbu rotasi tetap (misalnya benda tak simetris), diperlukan teori gerak umum. Dalam kasus ini, momen inersia menjadi sebuah tensor 33, dan persamaan gerak diberikan oleh:
= dL/dt = I + (I)
Kombinasi efek precession dan nutasi muncul pada rotasi bebas benda yang asimetris, seperti top atau satelit yang tidak terstabilkan.
Gerak rotasi memiliki banyak aplikasi praktis, antara lain:
Catatan: Pada sistem nyata, gesekan, tahanan udara, dan kehilangan energi harus dipertimbangkan karena mereka menghasilkan momen gaya yang menurunkan kecepatan sudut secara bertahap.
Soal: Sebuah silinder padat dengan massa 5kg dan jarijari 0,2m berputar bebas dengan kecepatan sudut 300rad/s. Hitung energi kinetik rotasinya.
Penyelesaian:
Jadi energi kinetik rotasi silinder tersebut sebesar 4,5kJ.
Gerak rotasi benda tegar merupakan topik fundamental dalam fisika yang menghubungkan konsep kecepatan sudut, momen inersia, torsi, energi, dan momentum sudut. Memahami hubungan ini memungkinkan analisis yang akurat pada beragam sistem mekanik, mulai dari mesin industri hingga fenomena alam.
Untuk pembelajaran lebih mendalam, kunjungi Wikipedia Rotasi (fisika) atau sumber buku teks fisika tingkat menengah.
