Indonesia memiliki salah satu cadangan tanah gambut (peat) terbesar di dunia, tersebar di pulau Sumatra, Kalimantan, Papua, dan sebagian kecil di Jawa serta Sulawesi. Gambut bukan hanya sekadar lahan basah; ia merupakan ekosistem yang menyimpan karbon, mendukung keanekaragaman hayati, serta menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat lokal.
Tanah gambut terbentuk dari akumulasi bahan organik (biasanya tumbuhan) yang terdekomposisi secara parsial dalam kondisi anaerobik. Proses ini berlangsung selama ribuan tahun, menghasilkan lapisan tebal berwarna gelap dengan kadar air tinggi. Karena kandungan karbonnya yang tinggi, gambut sering disebut bank karbon alam.
Berikut beberapa manfaat penting dari tanah gambut:
Meski memiliki nilai tinggi, gambut Indonesia menghadapi tekanan berat:
Penebangan hutan untuk perkebunan kelapa sawit, karet, dan pulp mengakibatkan pengeringan lahan. Drainase mengubah kondisi anaerobik menjadi aerobik, mempercepat dekomposisi bahan organik dan melepaskan CO.
Kebakaran gambut mengeluarkan asap pekat yang berdampak pada kesehatan manusia, menurunkan kualitas udara, dan menyebabkan kerugian ekonomi. Antara 19971998 dan 20152016, kebakaran gambut menyumbang lebih dari 50% emisi CO Indonesia.
Pembukaan lahan untuk pertanian intensif menurunkan kemampuan gambut menampung air, meningkatkan erosi, serta mengancam spesies yang bergantung pada habitat rawa.
Pemerintah, LSM, dan komunitas lokal telah meluncurkan sejumlah program untuk melindungi dan memulihkan gambut:
Di Kabupaten Riau, proyek Gambut Sehat berhasil menutup 120 kanal drainase, menurunkan tingkat kebakaran sebesar 70% dalam tiga tahun pertama. Selain itu, petani beralih ke sawah tiris, meningkatkan hasil panen padi sambil mempertahankan fungsi ekosistem.
Tanah gambut Indonesia merupakan aset strategis yang menyimpan karbon, melindungi keanekaragaman, dan menyediakan layanan ekosistem vital. Namun, tekanan dari kegiatan ekonomi yang tidak terkendali mengancam keberlanjutannya. Melalui kebijakan yang tegas, rehabilitasi hidrologi, dan partisipasi aktif masyarakat, gambut dapat dipulihkan menjadi bank karbon yang kuat dan sumber daya yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau situs LSM seperti World Resources Institute.
