Infark Miokard Akut Dengan Elevasi ST (STEMI) dan Link Download File Referensi
https://eu2.contabostorage.com/00f3241116844f24b628f46d81abb929:st1/folder2/2862/jmuser_file_1642351998_a950e58d2b3fa2d6aa8df08a9e781d0d.pptx
2026-05-28 17:50:09 - Admin
<style> body{ font-family: Arial, sans-serif; line-height: 1.6; margin:0; padding:0 15px; background:#fafafa; color:#333; } header{ background:#e53935; color:#fff; padding:20px 0; text-align:center; } h1{ margin:0; font-size:2em; } section{ margin:20px 0; } h2{ color:#e53935; margin-top:30px; } ul{ margin-left:20px; } .highlight{ background:#fff8e1; padding:5px 10px; border-left:4px solid #ffb300; } a{ color:#e53935; } </style> <header> <h1>Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST (STEMI)</h1> </header> <section> <h2>Pengertian STEMI</h2> <p>Infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (STEMI) merupakan bentuk paling berat dari penyakit jantung koroner. Pada STEMI, aliran darah melalui arteri koroner yang menyuplai otot jantung terhenti secara total atau hampir total karena trombus yang terbentuk pada plak aterosklerotik yang rapuh. Penutupan ini menyebabkan iskemia miokard yang meluas, yang pada elektrokardiogram (EKG) tampak sebagai elevasi segmen ST pada satu atau lebih lead.</p> </section> <section> <h2>Patofisiologi</h2> <p>Proses terjadinya STEMI biasanya melalui tahapan berikut:</p> <ul> <li><strong>Plak aterosklerotik</strong> berkembang selama bertahuntahun dan menjadi rentan pecah.</li> <li><strong>Ruptur plak</strong> mengungkap kolagen dan lipid subendotelial kepada aliran darah.</li> <li><strong>Aktivasi trombosit</strong> dan koagulasi menghasilkan trombus yang dapat menutupi lumen arteri secara total.</li> <li><strong>Iskemia miokard</strong> terjadi dalam hitungan menit, mengakibatkan necrosis sel jantung bila tidak diobati dalam <em>golden period</em> (biasanya 90120 menit).</li> </ul> <p class="highlight">Semakin cepat restorasi aliran darah (reperfusi), semakin kecil ukuran infark dan risiko komplikasi.</p> </section> <section> <h2>Kriteria Diagnosis STEMI</h2> <p>Diagnosis STEMI didasarkan pada kombinasi gejala klinis, temuan EKG, dan biomarker kardial.</p> <h3>1. Gejala</h3> <ul> <li>Nyeri dada retrosternal berat, menekan, atau membakar, biasanya berlangsung >20 menit.</li> <li>Nyeri dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.</li> <li>Disertai sesak napas, mual, muntah, keringat dingin, atau palpitasi.</li> </ul> <h3>2. Elektrokardiogram</h3> <ul> <li>Elevasi segmen ST 1mm (0,1mV) pada dua atau lebih lead bersebelahan.</li> <li>Elevasi pada lead prekordial (V1V4) menandakan infark anterior, yang berhubungan dengan mortalitas lebih tinggi.</li> <li>ST depression atau inversi gelombang T dapat muncul pada lead lontar sebagai reciprocal changes.</li> </ul> <h3>3. Biomarker</h3> <ul> <li>Troponin I atau T naik tajam (<36jam) dan tetap tinggi selama 710 hari.</li> <li>CKMB meningkat dalam 46jam, memuncak pada 24jam, dan kembali normal dalam 72jam.</li> </ul> </section> <section> <h2>Penatalaksanaan Awal (FirstMedical Contact)</h2> <p>Tujuan utama adalah restorasi aliran darah secepat mungkin. Langkahlangkah kritis meliputi:</p> <ul> <li><strong>ASA (Aspirin) 162325mg</strong> antiplatelet oral segera.</li> <li><strong>Clopidogrel atau Prasugrel</strong> dual antiplatelet therapy (DAPT) bila tidak kontraindikasi.</li> <li><strong>Nitrogliserin sublingual</strong> bila tekanan darah memungkinkan, untuk mengurangi beban kerja jantung.</li> <li><strong>Oxygen</strong> bila saturasi <90%.</li> <li>Penggunaan <strong>analgesik opioid</strong> (mis. morfin) untuk mengurangi nyeri dan menurunkan stress response.</li> <li>Penilaian kecepatan transportasi ke fasilitas yang menyediakan PCI (percutaneous coronary intervention) atau fibrinolisis.</li> </ul> </section> <section> <h2>Strategi Reperfusi</h2> <h3>1. PCI Primer</h3> <p>Jika fasilitas PCI tersedia <strong>120 menit</strong> dari pertama kontak, prosedur ini menjadi pilihan utama. Keuntungan:</p> <ul> <li>Restorasi aliran darah <90% lebih baik dibanding fibrinolisis.</li> <li>Risiko perdarahan lebih rendah.</li> <li>Dapat menilai anatomi koroner secara langsung.</li> </ul> <h3>2. Terapi Fibrinolitik</h3> <p>Digunakan bila PCI tidak dapat dilakukan dalam zona waktu yang disarankan. Agen yang umum:</p> <ul> <li>Alteplase (tPA)</li> <li>Tenecteplase (TNKtPA) satu dosis bolus.</li> <li>Reteplase</li> </ul> <p>Catatan penting:</p> <ul> <li>Kontraindikasi absolut termasuk perdarahan aktif, stroke iskemik/hemoragik dalam 3 bulan, dan trauma kepala berat.</li> <li>Setelah fibrinolisis, pasien tetap harus dirujuk ke pusat PCI untuk <em>pharmacoinvasive strategy</em> (PCI dalam 2448 jam).</li> </ul> </section> <section> <h2>Terapi Medis Jangka Pendek</h2> <ul> <li><strong>Antikoagulan</strong> heparin unfractionated atau enoxaparin selama prosedur PCI atau fibrinolisis.</li> <li><strong>Betablocker</strong> diberikan jika tidak kontraindikasi (bradikardia, hipotensi). Mengurangi konsumsi oksigen miokard.</li> <li><strong>ACEinhibitor/ARB</strong> dimulai dalam 2448 jam, terutama bila EF 40% atau hatiwal terdapat gangguan fungsi ginjal.</li> <li><strong>Statin dosis tinggi</strong> rosuvastatin atau atorvastatin 4080mg, dimulai sesegera mungkin untuk stabilisasi plak.</li> </ul> </section> <section> <h2>Komplikasi Akut</h2> <ul> <li><strong>Shock kardiogenik</strong> tekanan darah sistolik <90mmHg, perifer sensitif, memerlukan inotropik dan/atau bantuan mekanik (IABP, Impella).</li> <li><strong>Aritmia berbahaya</strong> ventrikular fibrilasi / takikardia ventrikular, penanganan AED atau defibrilasi.</li> <li><strong>Perikarditis beriut</strong> nyeri dada khas, muncul 24 hari setelah infark.</li> <li><strong>Ruptur ventrikel</strong> komplikasi fatal, biasanya dalam 37 hari.</li> <li><strong>Thromboemboli</strong> deep vein thrombosis, emboli paru.</li> </ul> </section> <section> <h2>Pencegahan Sekunder</h2> <p>Setelah fase akut, tujuan utama adalah mencegah kejadian berulang dan memperbaiki kualitas hidup.</p> <ul> <li><strong>Pengendalian faktor risiko</strong> hipertensi, diabetes, dyslipidemia, obesitas, merokok.</li> <li><strong>Rehabilitasi kardial</strong> program latihan terstruktur, edukasi gizi, konseling psikologis.</li> <li><strong>Terapi farmakologis jangka panjang</strong> DAPT (ASA + clopidogrel/prasugrel/ticagrelor) minimal 12 bulan, betablocker, ACEI/ARB, statin dosis tinggi.</li> <li><strong>Monitoring</strong> kunjungan kontrol rutin, ekokardiogram untuk menilai fungsi sistolik, tes treadmill atau ekserisi untuk menilai iskemia residual.</li> </ul> </section> <section> <h2>Kesimpulan</h2> <p>STEMI adalah emergensi kardiovaskular yang memerlukan penanganan cepat dan terintegrasi. Identifikasi gejala, pemeriksaan EKG, serta pemberian terapi reperfusi (PCI primer atau fibrinolitik) dalam jangka waktu yang tepat dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerusakan miokard. Penatalaksanaan lanjutan meliputi terapi medis optimal, pencegahan komplikasi, dan strategi pencegahan sekunder untuk menurunkan morbiditas serta mortalitas jangka panjang.</p> <p>Jika Anda atau orang terdekat mengalami nyeri dada yang mencurigakan, segera hubungi layanan darurat (112 atau 119) dan beri tahu tentang gejala yang dirasakan. Setiap menit sangat berharga.</p> </section>