Matrix invers, atau dalam bahasa Inggris disebut inverse matrix, adalah matrix yang bila dikalikan dengan matrix asal menghasilkan matrix identitas. Jika A adalah matrix persegi berordo nn, maka matrix A disebut invers dari A apabila
AA = AA = I
di mana I adalah matrix identitas berukuran nn (elemen diagonal utama 1, sisanya 0).
Hanya matrix persegi yang dapat memiliki invers, dan tidak semua matrix persegi memiliki invers. Syarat utama adalah:
Jika det(A) = 0, matrix tersebut disebut singular dan tidak memiliki invers.
Untuk matrix 22:
|a b||c d| (1/(adbc)) | d -b| |-c a|
Contoh:
A = | 4 7 | | 2 6 |det(A) = 46 72 = 10A = (1/10)| 6 -7 | |-2 4|
Gabungkan matrix A dengan matrix identitas I menjadi [A|I]. Lakukan operasi baris elementer hingga sisi kiri menjadi I. Sisi kanan yang terbentuk adalah A.
Langkah utama:
Jika matrix dapat difaktorkan menjadi A = LU (L lowertriangular, U uppertriangular), maka A = UL. Invers dari L dan U mudah diperoleh dengan substitusi maju/mundur.
Misalkan
A = | 1 2 3 | | 0 1 4 | | 5 6 0 |
Kita gunakan GaussJordan:
[A|I] = |1 2 3 | 1 0 0| |0 1 4 | 0 1 0| |5 6 0 | 0 0 1|
Setelah langkah eliminasi, didapat:
[A|I] |1 0 0 | 7/11 -2/11 -1/11| |0 1 0 | -5/11 1/11 4/11| |0 0 1 | -3/11 2/11 1/11|
Jadi,
A = | 7/11 -2/11 -1/11| |-5/11 1/11 4/11| |-3/11 2/11 1/11|
Jika matrix tidak invertibel atau berukuran sangat besar, menghitung invers secara eksplisit tidak efisien. Alternatif yang sering dipakai:
Matrix invers adalah konsep penting dalam aljabar linear yang memungkinkan penyelesaian sistem persamaan, transformasi ruang, dan banyak aplikasi teknik serta ilmu data. Memahami syarat keberadaan invers, cara menghitungnya (baik dengan rumus langsung, eliminasi GaussJordan, atau faktorisasi), serta mengetahui batasannya merupakan dasar yang kuat untuk melangkah ke topik lanjutan seperti analisis numerik dan optimisasi.
Untuk memperdalam, kunjungi Wikipedia Matrix Invers atau buku teks aljabar linear standar.
