Juring, Tembereng, Apotema Dan Jari-jari dan Link Download File Referensi
https://eu2.contabostorage.com/00f3241116844f24b628f46d81abb929:st1/folder5/5389/jmuser_file_1644253178_432cca485ae4100d2482e0e3f7e607ca.pdf
2026-06-01 01:32:05 - Admin
<style> body{ font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 1.6; margin:0; padding:0; background:#f9f9f9; color:#333; } .container{ max-width: 800px; margin: 30px auto; background:#fff; padding:20px 30px; box-shadow:0 2px 5px rgba(0,0,0,0.1); } h1,h2{ color:#2c3e50; } p{ text-align: justify; } ul{ margin-left:20px; } a{ color:#2980b9; text-decoration:none; } a:hover{ text-decoration:underline; } </style><div class="container"> <h1>Juring, Tembereng, Apotema dan Jarijari</h1> <p>Istilahistilah <em>juring</em>, <em>tembereng</em>, <em>apotema</em>, dan <em>jarijari</em> sering ditemui dalam pelajaran geometri, terutama ketika mempelajari lingkaran, segmen, dan sektor. Meskipun terdengar asing bagi sebagian orang, konsepkonsep ini memiliki peran penting dalam menghitung luas, keliling, serta memahami hubungan antara unsurunsur pada sebuah lingkaran. Berikut penjelasan singkat namun lengkap mengenai masingmasing istilah tersebut.</p> <h2>1. Jarijari (r)</h2> <p>Jarijari adalah jarak tetap dari pusat lingkaran ke setiap titik pada kelilingnya. Simbol yang paling umum dipakai adalah <strong>r</strong>. Semua titik pada lingkaran berada pada jarak yang sama dari pusat, dan nilai jarijari menentukkan ukuran lingkaran.</p> <ul> <li><strong>Rumus keliling:</strong> K = 2r</li> <li><strong>Rumus luas:</strong> L = r</li> <li>Jika diketahui diameter (d), maka r = d/2.</li> </ul> <h2>2. Apotema (a)</h2> <p>Apotema adalah garis lurus yang ditarik dari pusat lingkaran ke salah satu sisi segi banyak beraturan (seperti segi enam, segi delapan, dll) yang tegak lurus terhadap sisi tersebut. Pada poligon beraturan, apotema selalu sama panjang untuk semua sisi.</p> <p>Apotema berguna untuk menghitung luas poligon beraturan dengan rumus:</p> <ul> <li><strong>Luas poligon:</strong> L = pa,di mana p = keliling poligon.</li> </ul> <p>Jika poligon adalah segin beraturan dengan jarijari lingkaran luar (R), apotema dapat dihitung dengan:</p> <p>a = Rcos(/n)</p> <h2>3. Juring (Sector)</h2> <p>Juring atau sektor adalah bagian lingkaran yang dibatasi oleh dua jarijari dan busur yang menghubungkan ujungujung jarijari tersebut. Juring memiliki bentuk seperti potongan kue.</p> <p>Besarnya juring biasanya diukur dalam derajat () atau radian. Jika sudut pusatnya <em></em> (dalam derajat), maka:</p> <ul> <li><strong>Luas juring:</strong> L = (/360)r</li> <li><strong>Panjang busur:</strong> s = (/360)2r</li> </ul> <p>Contoh: Pada lingkaran dengan r = 10cm dan sudut pusat 60, luas juringnya adalah (60/360)10 52,36cm.</p> <h2>4. Tembereng (Segment)</h2> <p>Tembereng adalah bagian dari lingkaran yang dibatasi oleh satu busur dan sebuah tali (chord) yang menghubungkan dua ujung busur. Tembereng dapat dibagi menjadi dua jenis:</p> <ol> <li><strong>Tembereng mayor</strong> bagian yang lebih besar dari setengah lingkaran.</li> <li><strong>Tembereng minor</strong> bagian yang lebih kecil dari setengah lingkaran.</li> </ol> <p>Untuk menghitung luas tembereng minor dengan sudut pusat <em></em> (derajat) dan jarijari r, gunakan:</p> <p>L = (/360)r ()rsin</p> <p>Bagian pertama menghitung luas sektor, sedangkan bagian kedua mengurangi segitiga yang dibentuk oleh dua jarijari dan tali.</p> <h2>5. Hubungan Antara Keempat Istilah</h2> <p>Semua istilah di atas berhubungan erat karena berasal dari satu elemen dasar: lingkaran. Berikut beberapa contoh hubungan yang sering muncul dalam soalsoal matematika:</p> <ul> <li>Jika diketahui panjang jarijari, maka dapat menghitung luas juring, keliling, dan juga tembereng.</li> <li>Apotema dapat dianggap sebagai jarijari dalam untuk poligon beraturan yang diinskripsikan dalam lingkaran.</li> <li>Ukuran tembereng tergantung pada nilai <em></em>, yang pada gilirannya menentukan luas juring yang menjadi bagian dari tembereng.</li> </ul> <h2>6. Contoh Soal dan Penyelesaian</h2> <h3>Soal 1</h3> <p>Pada sebuah lingkaran dengan r = 7cm, hitung luas juring dengan sudut 45.</p> <p><strong>Penyelesaian:</strong> L = (45/360)7 21,62cm.</p> <h3>Soal 2</h3> <p>Lingkaran berdiameter 12cm. Hitung luas tembereng minor yang dibatasi oleh chord yang membentuk sudut pusat 60.</p> <p><strong>Penyelesaian:</strong><br> r = 6cm, = 60<br> L sektor = (60/360)6 = (1/6)36 = 6 18,85cm<br> Luas segitiga = rsin = 36sin60 = 18(3/2) 15,59cm<br> L tembereng = 18,85 15,59 3,26cm.</p> <h3>Soal 3</h3> <p>Sebuah segipentagon beraturan berada dalam lingkaran dengan jarijari luar 10cm. Hitung apotema segipentagon tersebut.</p> <p><strong>Penyelesaian:</strong><br> n = 5, R = 10cm<br> a = Rcos(/n) = 10cos(/5) 100,809 = 8,09cm.</p> <h2>7. Kesimpulan</h2> <p>Memahami juring, tembereng, apotema, dan jarijari memberikan dasar yang kuat untuk mengerjakan banyak permasalahan geometri yang melibatkan lingkaran. Jarijari menjadi ukuran utama; apotema membantu pada poligon beraturan, juring memberi cara menghitung bagian lingkaran berdasarkan sudut, dan tembereng memperluas konsep tersebut dengan menambahkan tali sebagai batas.</p> <p>Dengan menguasai rumusrumus dasar serta hubungan antar unsur, Anda dapat menyelesaikan soalsoal dengan lebih cepat dan akurat.</p> <p>Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Lingkaran_(matematika)" target="_blank">Wikipedia Bahasa Indonesia</a> atau buku teks geometri kelas XI.</p></div>