Definisi Sistem Gerak
Sistem gerak manusia terdiri atas tulang, otot, persendian, ligamen, tendon, dan saraf yang berperan dalam menghasilkan gerakan serta mempertahankan postur tubuh. Kelainan pada sistem ini dapat mengganggu fungsi normal tubuh, menurunkan kualitas hidup, bahkan menimbulkan kecacatan permanen.
Jenis Kelainan pada Sistem Gerak
Berikut beberapa kelompok utama kelainan yang sering dijumpai:
- Kelainan Tulang misalnya osteoporosis, rakhitis, kelainan bentuk tulang (skoliosis, kifosis).
- Kelainan Otot termasuk distrofi otot, miopati, spasme otot.
- Kelainan Persendian artritis reumatoid, osteoarthritis, dislokasi.
- Kelainan Saraf neuropati perifer, palsi cerebrospinal, sklerosis lateral amiotrofik (ALS).
- Kelainan Ligamen & Tendon robekan ligamen, tendinitis, tendinosis.
Penyebab Utama
Penyebab kelainan dapat bersifat genetik, lingkungan, atau kombinasi keduanya:
| Kategori | Contoh Penyebab |
|---|---|
| Genetik | Mutasi pada gen kolagen (osteogenesis imperfecta), mutasi DMD (distrofi otot Duchenne) |
| Trauma | Kecelakaan, jatuh, kecelakaan kerja |
| Infeksi | Septic arthritis, osteomielitis |
| Degeneratif | Usia, keausan sendi, osteoporosis |
| Lainlain | Kelainan nutrisi, paparan bahan kimia, gaya hidup tidak aktif |
Gejala yang Muncul
Gejala bervariasi tergantung jenis kelainan, namun keluhan umum meliputi:
- Nyeri lokal atau menyebar
- Kaku pada sendi atau otot
- Kehilangan atau penurunan kekuatan otot
- Berat badan turun akibat penurunan mobilitas
- Keterbatasan rentang gerak (range of motion)
- Muncul deformitas tulang atau postur tidak normal
Diagnosa
Proses diagnosa melibatkan beberapa langkah:
- Anamnesis riwayat penyakit, trauma, faktor keluarga.
- Pemeriksaan Fisik palpasi, tes kekuatan otot, pemeriksaan gait.
- Pencitraan Xray, CTscan, MRI untuk menilai tulang dan jaringan lunak.
- Lab tes darah untuk marker inflamasi, kadar kalsium, atau analisis genetik.
- Elektromiografi (EMG) menilai aktivitas listrik otot.
Penanganan dan Terapi
Pilihan terapi ditentukan dari tipe dan tingkat keparahan kelainan:
- Terapi Medik analgesik, antiinflamasi, terapi hormon (mis. estrogen untuk osteoporosis), antibiotik untuk infeksi.
- Fisioterapi latihan penguatan, peregangan, terapi manual, elektroterapi.
- Ortosis & Alat Bantu penyangga, kruk, sepatu khusus.
- Pembedahan artroplasti, pemasangan plate atau screw, koreksi deformitas, transplantasi jaringan.
- Terapi Genetik pada beberapa kelainan langka, mis. terapi ekspon siRNA.
Pencegahan
Beberapa langkah yang dapat mengurangi risiko kelainan pada sistem gerak:
- Olahraga rutin dengan variasi beban untuk memperkuat otot dan tulang.
- Mengonsumsi cukup kalsium dan vitamin D.
- Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara periodik, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga.
- Menerapkan teknik ergonomis di tempat kerja dan saat mengangkat beban.
