Dalam geometri, dua buah bangun datar dikatakan kongruen jika keduanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Secara sederhana, jika Anda dapat menempatkan satu bangun tepat di atas bangun yang lain tanpa menyisakan ruang atau mengubah ukurannya, maka kedua bangun tersebut adalah kongruen.
Syarat utama dua bangun dikatakan kongruen adalah:
Sebagai contoh, dua buah persegi dengan panjang sisi yang sama adalah kongruen. Jika salah satu digeser atau diputar, ukurannya tetap tidak berubah.
Berbeda dengan kekongruenan, kesebangunan lebih menekankan pada kesamaan bentuk, namun ukurannya bisa berbeda. Dua bangun datar dikatakan sebangun jika sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian memiliki nilai yang sama (proporsional).
Syarat utama dua bangun dikatakan sebangun adalah:
Contoh nyata dari kesebangunan adalah foto dan hasil cetak fotonya dengan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil. Bentuknya tetap sama (tidak terlihat gepeng atau melar), namun dimensinya berubah berdasarkan skala tertentu.
Perbedaan paling mendasar antara keduanya terletak pada faktor "ukuran". Jika Anda melihat sebuah benda yang diperbesar atau diperkecil, maka benda tersebut sebangun dengan aslinya tetapi tidak kongruen. Kekongruenan adalah bentuk khusus dari kesebangunan di mana faktor skalanya adalah satu (1:1).
Konsep ini sangat berguna dalam berbagai bidang, seperti:
