KONSEP MOLARITAS DAN PEMBUATAN LARUTAN dan Link Download File Referensi

https://eu2.contabostorage.com/00f3241116844f24b628f46d81abb929:st1/folder3/3419/jmuser_file_1642869233_b769c9828622418c798ce874b3c988af.pptx

2026-05-30 01:20:08 - Admin

<style> body{ font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 1.6; margin:0; padding:0 20px; background-color:#f9f9f9; color:#333; } header{ background-color:#4CAF50; color:#fff; padding:20px 0; text-align:center; } h1{ margin:0; } nav{ margin:20px 0; text-align:center; } nav a{ margin:0 10px; color:#4CAF50; text-decoration:none; font-weight:bold; } article{ background:#fff; padding:20px; margin-bottom:30px; border-radius:5px; box-shadow:0 2px 5px rgba(0,0,0,0.1); } h2{ color:#4CAF50; } table{ width:100%; border-collapse:collapse; margin:15px 0; } th, td{ border:1px solid #ddd; padding:8px; text-align:center; } th{ background:#f2f2f2; } ul{ margin-left:20px; } </style><header> <h1>Konsp Molaritas dan Pembuatan Larutan</h1></header><nav> <a href="#definisi">Definisi Molaritas</a> <a href="#rumus">Rumus Mol</a> <a href="#contoh">Contoh Perhitungan</a> <a href="#langkah">Langkah Membuat Larutan</a> <a href="#tips">Tips Penting</a></nav><article id="definisi"> <h2>Definisi Mol dan Molalitas</h2> <p>Molaritas (M) merupakan satuan konsentrasi yang menyatakan jumlah mol zat terlarut per liter larutan. Sementara itu, <em>molalitas</em> (m) menyatakan jumlah mol zat terlarut per kilogram pelarut. Kedua konsep ini sering dipakai dalam kimia analitik, sintesis, serta dalam bidang farmasi dan lingkungan.</p> <h3>Perbedaan utama</h3> <ul> <li>Molaritas bergantung pada volume larutan (yang dapat berubah dengan suhu).</li> <li>Molalitas bergantung pada massa pelarut, sehingga tidak terpengaruh suhu.</li> <li>Molaritas lebih umum dipakai dalam laboratorium karena mudah diukur dengan volumetrik.</li> </ul></article><article id="rumus"> <h2>Rumus dan Satuan</h2> <table> <tr> <th>Konsentrasi</th> <th>Rumus</th> <th>Satuan</th> </tr> <tr> <td>Molaritas (M)</td> <td>M = n / V<sub>larutan</sub></td> <td>mol/L</td> </tr> <tr> <td>Molalitas (m)</td> <td>m = n / m<sub>pelarut</sub></td> <td>mol/kg</td> </tr> <tr> <td>Normalitas (N)</td> <td>N = equivalents / V<sub>larutan</sub></td> <td>eq/L</td> </tr> </table> <p>Dimana:</p> <ul> <li>n = jumlah mol zat terlarut (mol)</li> <li>V<sub>larutan</sub> = volume total larutan (L)</li> <li>m<sub>pelarut</sub> = massa pelarut (kg)</li> <li>equivalents = jumlah ekuivalen, tergantung pada valensi zat</li> </ul></article><article id="contoh"> <h2>Contoh Perhitungan Molaritas</h2> <p>Misalkan Anda ingin menyiapkan 250mL larutan NaCl 0,5M. Langkah perhitungan:</p> <ol> <li>Hitung jumlah mol yang dibutuhkan: <br> n = M V = 0,5mol/L 0,250L = 0,125mol</li> <li>Berat molar NaCl = 58,44g/mol. <br> Massa NaCl = n Mr = 0,125mol 58,44g/mol = 7,305g</li> <li>Larutkan 7,305g NaCl dalam sedikit air, kemudian buat volumenya menjadi 250mL dengan cairan penyangga atau air destilasi.</li> </ol> <p>Jika ingin molalitas, misalnya 0,5m pada 250g pelarut, perhitungannya menjadi:</p> <ol> <li>n = m m<sub>pelarut</sub> = 0,5mol/kg 0,250kg = 0,125mol (sama dengan contoh di atas).</li> <li>Massa NaCl tetap 7,305g, tetapi volume larutan akan berbeda tergantung kepadatan campuran.</li> </ol></article><article id="langkah"> <h2>Langkah-langkah Membuat Larutan</h2> <ol> <li><strong>Menentukan konsentrasi yang diinginkan</strong> pilih antara M, m, atau N.</li> <li><strong>Menghitung jumlah mol atau ekuivalen</strong> menggunakan rumus yang sesuai.</li> <li><strong>Mengukur massa atau volume zat terlarut</strong> dengan timbangan analitik atau pipet.</li> <li><strong>Melarutkan zat dalam sejumlah kecil pelarut</strong> (biasanya air deionisasi), aduk hingga larut total.</li> <li><strong>Menambahkan pelarut hingga mencapai volume akhir</strong> yang ditentukan pada bejana ukur (biasanya 100mL, 250mL, 500mL, atau 1L).</li> <li><strong>Memeriksa pH atau konduktivitas</strong> bila diperlukan, kemudian menandai bejana dengan konsentrasi, tanggal pembuatan, dan nama zat.</li> </ol></article><article id="tips"> <h2>Tips Penting dalam Pembuatan Larutan</h2> <ul> <li><strong>Gunakan timbangan yang terkalibrasi</strong> untuk menghindari kesalahan berat.</li> <li><strong>Pastikan pelarut bersih</strong>; air destilasi atau deionisasi minimalkan kontaminan.</li> <li>Jika zat berbahaya atau beracun, pakai alat pelindung (sarung tangan, kacamata, sarung lab).</li> <li>Catat suhu saat mengukur volume; suhu 20C biasanya menjadi standar.</li> <li>Larutan yang sensitif terhadap CO (mis. NaHCO) sebaiknya disiapkan dan disimpan dalam botol tertutup.</li> <li>Untuk larutan padat yang sulit larut, gunakan pemanasan ringan atau sonikasi, tetapi perhatikan stabilitas zat.</li> <li>Jika larutan harus disimpan lama, tambahkan agen pengawet atau simpan pada suhu rendah.</li> </ul></article>

Lebih banyak