Pengertian Sunnah
Sunnah secara harfiah berarti kebiasaan atau praktik yang diikuti secara berulangulang. Dalam konteks agama Islam, sunnah merujuk pada semua tindakan, perkataan, persetujuan, dan penolakan Nabi Muhammad SAW yang menjadi contoh bagi umat. Sunnah terbagi menjadi tiga kategori utama:
- Sunnah Qaul perkataan Nabi yang tercatat dalam hadis.
- Sunnah Fil perbuatan atau kebiasaan Nabi dalam ibadah maupun urusan dunia.
- Sunnah Taqrir persetujuan atau ketidaktentangan Nabi terhadap perbuatan sahabat.
Sunnah bersifat penjelas AlQuran; Ia memberi rincian tentang cara melaksanakan perintah yang bersifat umum. Misalnya, AlQuran memerintahkan shalat, sedangkan rincian waktunya, jumlah rakaat, dan gerakgeriknya ditetapkan dalam sunnah. Karena itulah, mengikuti sunnah dianggap bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan aqidah Islam.
Keutamaan Sunnah
Mengamalkan sunnah Nabi memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
- Menunjukkan kepatuhan penuh kepada Allah dan rasulNya.
- Memperoleh pahala yang besar; setiap amal sunnah yang dilakukan dengan niat ikhlas mendapat balasan berlipat ganda.
- Mendatangkan keberkahan dalam kehidupan duniawi dan akhirat.
- Menjadi pelindung dari bidah dan penyimpangan ajaran.
Pengertian Bid'ah
Kata bidah berasal dari bahasa Arab yang berarti menambahkan atau menyisipkan. Dalam istilah keislaman, bidah adalah segala perbuatan, kepercayaan, atau praktik keagamaan yang tidak memiliki dasar dari AlQuran maupun Sunnah, kemudian dijadikan sebagai ibadah atau amalan keagamaan. Tidak semua penambahan dianggap bidah; hanya yang menyimpang dari rujukan agama yang tergolong demikian.
Ulama membagi bidah menjadi tiga kategori:
- Bidah Hasanah (Baik) tambahan yang tidak menyalahi syariat dan memberi manfaat, misalnya penggunaan teknologi untuk memudahkan ibadah.
- Bidah Dall (Salah) praktik yang menyesatkan, seperti mempercayai keutamaan amalan yang tidak tercatat.
- Bidah Muhrah (Negligible) kebiasaan budaya yang tidak mempengaruhi keimanan secara signifikan.
Perbedaan Utama antara Sunnah dan Bidah
Sumber: Sunnah berlandaskan pada ajaran Nabi yang terverifikasi lewat hadis shahih, sedangkan bidah muncul dari inovasi manusia yang tidak memiliki otoritas religius.
Tujuan: Sunnah bertujuan menegakkan ketaatan kepada Allah, sementara bidah biasanya didorong oleh keinginan pribadi, budaya, atau tekanan sosial.
Dampak: Sunnah meningkatkan keimanan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Bidah dapat menimbulkan keraguan, perpecahan, atau bahkan penyimpangan doktrin.
Contoh Sunnah yang Praktis
- Shalat lima waktu tepat pada waktunya.
- Wudhu dengan urutan gerakan yang diajarkan Nabi.
- Mengucapkan salam ketika bertemu teman.
- Kebiasaan membaca AlQuran secara rutin.
- Memberi sedekah secara ikhlas tanpa mengharapkan balasan.
Contoh Bidah yang Sering Ditemui
- Menetapkan ibadah tambahan yang tidak ada dasarnya, misalnya sholat tujuh rakaat khusus yang tidak disahkan oleh sumber syariat.
- Menganggap bahwa sebuah perbuatan budaya otomatis menjadi ibadah, seperti mempercayai keutamaan jimat tertentu.
- Menambahkan rukun dalam ritual yang sudah lengkap, contohnya menambah bacaan tertentu dalam shalat tanpa dasar.
Cara Menghindari Bidah
Menghindari bidah memerlukan upaya sadar dan pengetahuan yang memadai. Berikut langkahlangkah praktis:
- Belajar dari sumber yang terpercaya: AlQuran, hadis shahih, dan bukubuku fiqh klasik.
- Mendengarkan penjelasan para ulama yang diakui kredibilitasnya.
- Selalu memeriksa niat; pastikan setiap amal bertujuan mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar trend atau popularitas.
- Berhatihati terhadap inovasi yang tidak memiliki landasan kuat, terutama yang menyangkut rukun ibadah.
- Berdoa memohon petunjuk agar senantiasa berada di jalan yang lurus.
Kesimpulan
Sunnah dan bidah adalah dua konsep yang sangat berlawanan dalam Islam. Sunnah merupakan jejak langkah Nabi Muhammad SAW yang menjadi pedoman utama bagi umat dalam menjalankan kehidupan beragama, sedangkan bidah adalah penambahan yang tidak memiliki dasar syariah. Memahami perbedaan keduanya serta meneladani sunnah sekaligus menjauhi bidah merupakan tanggung jawab setiap Muslim. Dengan pengetahuan yang tepat dan niat yang ikhlas, kita dapat menjaga kemurnian ajaran Islam serta memperkuat keimanan pribadi dan komunitas.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Qur'an Online atau Hadits Shahih.
