Dalam dunia informatika dan matematika digital, sistem bilangan adalah cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem yang paling umum digunakan adalah sistem desimal yang kita gunakan sehari-hari, namun komputer bekerja dengan sistem yang berbeda karena keterbatasan perangkat keras elektronik.
| Desimal | Biner | Oktal | Heksadesimal |
|---|---|---|---|
| 0 | 0000 | 0 | 0 |
| 1 | 0001 | 1 | 1 |
| 10 | 1010 | 12 | A |
| 15 | 1111 | 17 | F |
Konversi antar sistem bilangan biasanya dilakukan dengan dua metode utama:
Untuk mengubah bilangan basis apapun ke desimal, Anda cukup mengalikan setiap digit dengan basisnya yang dipangkatkan sesuai posisi digit tersebut (dimulai dari 0 dari kanan). Contoh untuk Biner 1011: (1x2^3) + (0x2^2) + (1x2^1) + (1x2^0) = 8 + 0 + 2 + 1 = 11 desimal.
Untuk mengubah bilangan desimal ke basis lain, caranya adalah dengan membagi bilangan desimal tersebut dengan basis tujuan secara berulang dan mencatat sisa pembagiannya. Hasil sisa yang dibaca dari bawah ke atas adalah nilai bilangan dalam basis baru tersebut.
Pemahaman mengenai sistem bilangan sangat krusial bagi pengembang perangkat lunak, arsitek sistem, dan teknisi jaringan. Komputer menyimpan data dalam bit (Biner). Namun, karena deretan biner sangat panjang dan sulit dibaca manusia, sistem Heksadesimal sering digunakan sebagai representasi yang lebih ringkas agar mudah dikelola oleh manusia. Misalnya, alamat MAC pada perangkat jaringan atau kode warna dalam desain web (seperti #FFFFFF untuk warna putih) menggunakan format heksadesimal.
Dengan menguasai konversi ini, seseorang dapat memahami bagaimana data diolah, disimpan, dan dipindahkan dalam arsitektur komputer modern, mulai dari tingkat bit yang paling dasar hingga pengalamatan memori yang kompleks.
