Dalam matematika dan fisika, koordinat nonkartesian sering dipakai untuk menyederhanakan permasalahan yang memiliki sifat simetri melingkar atau bola. Dua sistem koordinat yang paling umum adalah koordinat silindris dan koordinat bola. Pada artikel ini akan dibahas definisi, hubungan dengan koordinat Kartesius, rumusrumus penting, serta contoh aplikasi pada bidang teknik dan ilmu alam.
Koordinat silindris menyatakan posisi titik dalam ruang tiga dimensi dengan tiga komponen: radius \(r\) (jarak dari sumbuz), sudut \(\theta\) (arah dalam bidang xy) dan tinggi \(z\) (koordinat sama seperti pada Kartesius). Notasi umum adalah \((r,\theta ,z)\).
Jika titik \((x,y,z)\) diberikan dalam koordinat Kartesius, maka konversi ke silindris adalah:
Sebaliknya, dari silindris ke Kartesius:
Elemen volume dalam koordinat silindris adalah
\(dV = r\;dr\;d\theta\;dz\)
Penyertaan faktor r penting ketika melakukan integral tiga dimensi pada bidang yang memiliki simetri silindris (mis. aliran fluida dalam pipa).
Koordinat bola menggambarkan posisi titik dengan tiga nilai: jarijari \(\rho\) (jarak dari asal), sudut elevasi \(\phi\) (atau colatitude, sudut antara vektor posisi dan sumbuz) dan sudut azimuth \(\theta\) (arah dalam bidang xy). Notasi umum: \((\rho ,\theta ,\phi)\) dengan \(\rho\ge0,\;0\le\theta<2\pi,\;0\le\phi\le\pi\).
Transformasi dari Kartesius ke bola:
Dan sebaliknya:
Elemen volume dalam koordinat bola diberikan oleh:
\(dV = \rho^{2}\sin\phi\;d\rho\;d\phi\;d\theta\)
Faktor \(\rho^{2}\sin\phi\) muncul karena perubahan luas pada permukaan bola dan pada irisan konik.
| Aspek | Koordinat Silindris | Koordinat Bola |
|---|---|---|
| Variabel | \((r,\theta ,z)\) | \((\rho ,\theta ,\phi)\) |
| Simetri yang cocok | Silindris (pipa, kolom) | Bulatan/bola (planet, medan radial) |
| Elemen volume | \(r\,dr\,d\theta\,dz\) | \(\rho^{2}\sin\phi\,d\rho\,d\phi\,d\theta\) |
| Hubungan dengan Kartesius | \(x=r\cos\theta,\;y=r\sin\theta\) | \(x=\rho\sin\phi\cos\theta,\;y=\rho\sin\phi\sin\theta\) |
Soal: Hitung volume bagian dalam silinder dengan jarijari 3 satuan dan tinggi 5 satuan, menggunakan koordinat silindris.
Solusi:
_V dV = _{=0}^{2} _{r=0}^{3} _{z=0}^{5} rdrdzd = (2)(3)5 = 24.55 = 45 Jadi volume = 45 satuan.
Soal: Tentukan massa total bola berdensitas (r)=kr (dengan r jarak dari pusat) dan jarijari R=2, memakai koordinat bola.
Solusi:
M = _B (r)dV = _{0}^{2} _{0}^{} _{0}^{2} k sinddd = k2_{0}^{} sind_{0}^{2} d = k22(2/4) = k224 = 16k Sehingga massa total = 16k.
Koordinat silindris dan bola merupakan alat penting untuk memecahkan masalah tiga dimensi yang memiliki simetri khusus. Pemahaman konversi antara sistem koordinat serta elemen volume yang tepat memungkinkan kita melakukan integral dengan lebih mudah dan menghindari kesalahan. Pilihlah sistem koordinat yang paling sesuai dengan geometri masalah untuk memperoleh solusi yang paling sederhana dan elegan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Wikipedia atau halaman tentang koordinat bola.
