Pendahuluan
Jacques Lacan (19011981) merupakan psikoanalis Prancis yang memperbarui teori Freud dengan memperkenalkan konsepkonsep strukturalisme linguistik dan semiotik. Salah satu sumbangsih terpentingnya ialah cara ia memandang pembentukan subjek bukan sebagai entitas yang sudah ada, melainkan sebagai proses yang terjadi melalui bahasa, simbol, dan hubungan dengan yang lain. Artikel ini menyajikan rangkuman singkat tentang bagaimana Lacan menelaah pembentukan subjek, dengan fokus pada tiga tahap utama: struktur simbolik (the Symbolic), tahap cermin (the Mirror Stage), serta peran Other (yang lain).
1. Struktur Simbolik (The Symbolic)
Menurut Lacan, realitas psikologis manusia terbagi menjadi tiga register: Imaginary (Imaginer), Symbolic (Simbolik), dan Real (Nyata). Register Simbolik adalah medan bahasa, hukum, dan struktur sosial yang mengatur cara subjek dapat mengartikulasikan keinginannya. Bahasa bagi Lacan bukan sekadar alat komunikasi, melainkan struktur utama yang menempatkan subjek dalam suatu sistem tanda.
Berikut beberapa poin utama dari register Simbolik:
- Signifier dan Signified: Kata-kata (signifier) tidak secara langsung mewakili objek (signified), melainkan berhubungan satu sama lain dalam jaringan perbedaan.
- Nama Anak (Nom de l'Enfant): Pada saat kelahiran, anak belum memiliki nama dalam bahasa; ia masih tidak terbingkai. Penamaan memberi anak tempat dalam register Simbolik.
- Hukum dan Larangan: Anak harus menerima larangan (mis. larangan incest) yang menandai peralihan dari keadaan imaginer ke simbolik.
Manusia adalah subjek bahasa; ia tidak pernah dapat berada di luar jaringan tanda. Lacan
2. Tahap Cermin (Mirror Stage)
Formulasi paling ikonik Lacan adalah mirror stage (tahap cermin), yang terjadi kirakira pada usia 618 bulan. Pada tahap ini, bayi pertama kali melihat dirinya sendiri dalam cermin (atau permukaan reflektif lainnya) dan mengidentifikasi citra yang terkoordinasi, merasakan rasa pengakuan (identitas) yang belum pernah dirasakn sebelumnya.
Makna tahap ini bagi pembentukan subjek adalah:
- Identitas Imaginer: Citra diri yang terkoordinasi membentuk I (ego) dalam bidang Imaginer, yaitu identitas yang tampak utuh tetapi ilusif.
- Alienasi: Bayi menyadari perbedaan antara citra diri yang tampak sempurna dan realitas tubuhnya yang belum terkoordinasi.
- Keterikatan pada Lain: Proses identifikasi ini memerlukan orang tua atau pengasuh yang menegaskan keberadaan citra tersebut.
Citra yang terbentuk pada tahap cermin menjadi imaginary dan pada akhirnya dibungkus oleh struktur Simbolik melalui bahasa dan hukum.
3. Lainnya (The Other) dan Subjek
Lainnya (dalam bahasa Prancis: lAutre) memiliki dua makna penting dalam pemikiran Lacan:
- Other sebagai Bahasa Big Other mewakili bahasa, hukum, dan struktur sosial yang selalu hadir di luar diri individu.
- Other sebagai Orang Lain Little Other merujuk pada orang tua, figur pengasuh, atau subjek lain yang menjadi tempat identifikasi.
Subjek Lacan terbentuk lewat keterputusan (split) antara keinginan pribadi dan keinginan yang diharuskan oleh Big Other. Karena keinginan tidak pernah sepenuhnya terpenuhi, subjek selalu berada dalam kondisi keinginan yang tidak ada (desire of the lack).
Beberapa konsekuensi penting:
- Kegelisahan eksistensial muncul dari ketidaksesuaian antara keinginan pribadi dan norma Simbolik.
- Identitas tidak pernah final; ia selalu tergantung pada tanda yang terus berubah.
Kesimpulan
Pembentukan subjek dalam perspektif Lacan merupakan sebuah proses dinamis yang melibatkan tiga register utama. Tahap cermin memberi anak citra identitas imaginary yang ilusif, sementara penempatan dalam struktur Simbolik melalui bahasa dan hukum menandai keterlibatan dengan Other. Akhirnya, subjek yang terbentuk selalu terpecah antara keinginan pribadi dan keinginan yang ditetapkan oleh Big Other, menghasilkan rasa kekurangan yang menjadi motor utama dari keinginan manusia.
Dengan memahami tiga komponen ini, kita dapat menafsirkan berbagai fenomena psikologis dari konflik identitas hingga gejala neurotik melalui lensa struktural bahasa dan hubungan interpersonal. Lacan menegaskan bahwa subjek tidak pernah selesai; ia terus berproses dalam jaringan tanda yang selalu berubah.
