Laporan hasil wawancara merupakan dokumen tertulis yang disusun untuk merangkum informasi, data, atau opini yang diperoleh melalui proses tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Laporan ini menjadi bukti otentik dari sebuah kegiatan wawancara dan berfungsi sebagai sarana untuk mendokumentasikan fakta-fakta yang telah digali.
Secara umum, pembuatan laporan ini memiliki beberapa tujuan utama:
Agar laporan dapat dipahami dengan baik, terdapat struktur standar yang biasanya digunakan:
Bagian ini mencakup latar belakang, tujuan wawancara, serta alasan mengapa narasumber tersebut dipilih. Penting juga untuk mencantumkan waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan.
Bagian ini memuat detail mengenai siapa yang memberikan informasi dan siapa yang mengajukan pertanyaan, termasuk profil singkat narasumber yang relevan dengan topik wawancara.
Ini adalah bagian utama yang berisi transkrip atau ringkasan dari pertanyaan dan jawaban yang relevan. Bagian ini sebaiknya disusun secara sistematis agar alur informasi mudah diikuti oleh pembaca.
Setelah memaparkan hasil, penulis laporan memberikan analisis terhadap jawaban narasumber. Penulis kemudian menarik kesimpulan dari keseluruhan percakapan untuk menjawab tujuan awal wawancara.
Laporan hasil wawancara bukan sekadar kumpulan catatan, melainkan sebuah instrumen penting dalam riset maupun komunikasi profesional. Dengan menyusunnya secara rapi dan akurat, nilai informasi yang diperoleh akan lebih berdaya guna bagi kebutuhan organisasi, penelitian, maupun pengembangan diri.
