Puskesmas Kumai merupakan unit pelayanan kesehatan tingkat pertama yang melayani wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Selain memberikan layanan medis umum, Puskesmas juga bertanggung jawab dalam mengidentifikasi, merujuk, dan mencatat kasus Kekerasan Berbasis Gender (Intimate Partner Violence IPV). Laporan IPV berfungsi sebagai alat monitoring, evaluasi, serta dasar penyusunan kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga. *Data pada laporan ini bersifat agregat dan tidak menyebutkan identitas pribadi korban demi menjaga kerahasiaan. Data dikumpulkan selama periode Januari Desember 2023 melalui tiga cara utama: Semua data diproses secara anonim, kemudian dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Kesehatan (SIK) dan diekspor ke format Excel untuk analisis statistik. Dari data di atas terlihat bahwa perempuan menjadi mayoritas korban IPV (87% dari total kasus). Kekerasan fisik masih menjadi bentuk yang paling sering dilaporkan, namun kekerasan psikologis hampir setara, menandakan bahwa dampak nonfisik juga signifikan. Tingginya persentase konseling psikologis menunjukkan kesadaran tenaga kesehatan akan pentingnya pendampingan mental, namun masih terdapat celah pada penanganan hukum karena hanya 17% kasus yang dilaporkan ke kepolisian. Faktor risiko seperti alkohol dan pengangguran menegaskan perlunya pendekatan lintas sektor, melibatkan dinas sosial, kepolisian, serta lembaga rehabilitasi. Program edukasi tentang hak perempuan dan kontrol kekerasan dalam rumah tangga harus ditingkatkan, khususnya di desadesa terpencil yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Kumai. Laporan IPV Puskesmas Kumai 2023 memberikan gambaran yang jelas mengenai beban kekerasan berbasis gender di wilayah ini serta menyoroti kekuatan dan kelemahan dalam penanganannya. Dengan implementasi rekomendasi yang telah disusun, diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan kemampuan deteksi, mempercepat penanganan, dan pada akhirnya menurunkan angka kekerasan di masyarakat. Komitmen bersama antara sektor kesehatan, keamanan, sosial, dan warga sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas kekerasan. Laporan Insiden Kekerasan Berbasis Gender (IPV) di Puskesmas Kumai
1. Latar Belakang
2. Tujuan Laporan
3. Metodologi Pengumpulan Data
4. Hasil Utama
4.1 Jumlah Kasus
Bulan Jumlah Kasus (Lakilaki) Jumlah Kasus (Perempuan) Total Januari 2 14 16 Februari 1 12 13 Maret 3 15 18 April 2 13 15 Mei 1 11 12 Juni 2 13 15 Juli 1 12 13 Agustus 2 14 16 September 3 16 19 Oktober 2 13 15 November 1 12 13 Desember 2 15 17 Jumlah 23 155 178 4.2 Jenis Kekerasan yang Dilaporkan
4.3 Faktor Risiko yang Sering Muncul
4.4 Tindakan Penanganan
Tindakan Jumlah Kasus Persentase Konseling psikologis 138 77,5% Rujukan ke rumah sakit/IGD 45 25,3% Laporan ke Polsek 30 16,9% Penempatan sementara di LPM 12 6,7% Pemberian obat psikofarmaka 22 12,4% 5. Analisis dan Diskusi
6. Rekomendasi
7. Penutup
