Admin 30 May 2026 09:20

 

Leukemia Mielogenus Akut (LMA)

Leukemia mielogenus akut (LMA) adalah kelainan pada sel darah putih yang bersifat ganas dan berkembang cepat. Pada LMA, sumsum tulang memproduksi selsel prekursor mieloid (granulosit, monosit) yang tidak matang dan tidak berfungsi dengan baik. Selsel ini menumpuk, mengganggu produksi sel darah normal, sehingga menimbulkan gejala anemia, infeksi, dan perdarahan.

Apa yang Menyebabkan LMA?

Penyebab pasti LMA belum diketahui secara lengkap, namun beberapa faktor risiko telah diidentifikasi:

  • Mutasi genetik perubahan pada gen seperti FLT3, NPM1, atau CEBPA.
  • Paparan radiasi terutama dosis tinggi pada terapi kanker atau bencana nuklir.
  • Bahan kimia paparan benzena, pestisida, atau formaldehida.
  • Kelainan darah bawaan misalnya sindrom myelodysplastic (MDS) atau sindrom mielodisplastik.

Gejala Umum

Gejala LMA biasanya muncul secara mendadak dan dapat meliputi:

  • Kelelahan dan lemah karena anemia.
  • Sesak napas atau pucat.
  • Infeksi berulang, demam, atau luka yang sulit sembuh.
  • Memar atau pendarahan mudah (gusi berdarah, mimisan).
  • Nyeri tulang atau sendi.

Diagnosis

Diagnosa LMA melibatkan serangkaian pemeriksaan:

  1. Hitung darah lengkap (CBC) menunjukkan penurunan sel darah merah, platelet, dan peningkatan sel darah putih tak matang.
  2. Uji sumsum tulang (bone marrow aspiration) mengamati persentase blast di sumsum tulang (20% untuk LMA).
  3. Analisis sitogenetik mendeteksi kelainan kromosom atau mutasi spesifik yang memengaruhi prognosis.
  4. Pemeriksaan imunofenotipik (Flow cytometry) mengidentifikasi tipe sel leukemia berdasarkan penanda permukaan.

Kategori dan Risiko

LMA dibagi menjadi beberapa subtipe berdasarkan klasifikasi WHO yang memperhitungkan morfologi, imunofenotip, dan perubahan genetik. Setiap subtipe memiliki profil risiko yang berbeda, misalnya:

  • LMA dengan kelainan kromosom t(8;21) atau inv(16) biasanya prognosa lebih baik.
  • LMA dengan mutasi FLT3ITD risiko lebih tinggi, memerlukan terapi target.
  • LMA terkait terapi (therapyrelated) cenderung lebih agresif.

Pengobatan

Pendekatan pengobatan LMA bersifat multimodal:

1. Kemoterapi induksi

Tujuannya adalah mencapai remisi lengkap (RC). Regimen paling umum meliputi kombinasi cytarabine (araC) dan anthracycline (misalnya daunorubicin).

2. Terapi konsolidasi

Setelah RC, pasien biasanya menerima siklus kemoterapi tambahan atau transplantasi sel punca (HSCT) untuk menurunkan risiko relapse.

3. Terapi target

Jika terdapat mutasi khusus, obatobatan seperti midostaurin (FLT3 inhibitor) atau enasidenib (IDH2 inhibitor) dapat ditambahkan.

4. Transplantasi sel punca

HSCT dari donor yang cocok menjadi pilihan utama pada pasien dengan risiko tinggi atau yang mengalami relapse setelah kemoterapi.

5. Perawatan suportif

  • Transfusi darah/red cell dan platelet.
  • Pemberian antibiotik profilaksis.
  • Terapi pertumbuhan faktor (misalnya GCSF) untuk mempercepat pemulihan sumsum tulang.

Prognosis

Kelangsungan hidup tergantung pada usia, status kesehatan umum, subtipe genetik, dan respons terhadap terapi induksi. Pada pasien muda (<60tahun) dengan kelainan genetik yang menguntungkan, angka kelangsungan hidup 5tahun dapat mencapai 4060%. Pada pasien lebih tua atau dengan faktor risiko buruk, angka tersebut jauh lebih rendah.

Followup dan Pemantauan

Setelah remisi, pasien harus menjalani pemeriksaan rutin:

  • Hitung darah lengkap tiap 13 bulan selama 2 tahun pertama.
  • Bone marrow aspirasi bila ada kecurigaan relapse.
  • Monitoring mutasi molekuler (misalnya FLT3) untuk deteksi dini.

Pencegahan dan Edukasi

Karena banyak faktor risiko tidak dapat dihindari, fokus utama adalah deteksi dini dan edukasi:

  • Hindari paparan bahan kimia berbahaya (benzena, pestisida) bila memungkinkan.
  • Gunakan perlindungan radiasi yang memadai bagi pekerja di bidang medis atau industri.
  • Kenali gejala awal dan lakukan pemeriksaan medis segera bila mengalami keluhan berkelanjutan.

Kesimpulan

Leukemia mielogenus akut merupakan penyakit hematologi agresif dengan variasi subtipe genetik yang memengaruhi prognosis. Diagnosis cepat melalui pemeriksaan darah dan sumsum tulang, diikuti oleh terapi intensif (kemoterapi, transplantasi, dan terapi target) memberikan peluang remisi pada banyak pasien. Pendidikan masyarakat, pemantauan rutin, dan dukungan medis yang komprehensif sangat penting untuk meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup penderita LMA.

Sumber: Pedoman klinis AML (WHO 2022), artikel jurnal hematologi, dan situs resmi lembaga kesehatan.

File Referensi Untuk Leukemia Mielogenus Akut (LMA)
Screenshoot
Nama File
LEUKEMIA MIELOGENUS AKUT mla.pptx

Ukuran File
0.09 MB

Tipe File
PPTX

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Leukemia Mielogenus Akut (LMA). Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Malpraktik Amputasi Kaki Pasien dan Link Download File Referensi

PROGRAM TINDAK LANJUT MASA NIFAS NORMAL dan Link Download File Referensi

Pembelian Melalui Toko Daring Dalam Pemanfaatan E-marketplace Pengadaan Barang/jasa Pemeri...

Diksi Atau Pilihan Kata dan Link Download File Referensi

Grant Application Budget Form and Reference File Download Link