Apotek Boboh merupakan salah satu apotek ritel terkemuka yang berlokasi di pusat kota Surabaya. Dengan volume penjualan yang tinggi dan beragam produk farmasi, apotek ini menuntut sistem manajemen persediaan yang efisien, aman, dan sesuai dengan regulasi Kementerian Kesehatan. Tulisan ini membahas secara umum bagaimana proses manajemen pengelolaan sediaan farmasi di Apotek Boboh, mulai dari perencanaan pembelian, penerimaan barang, penyimpanan, hingga pengendalian stok dan pelaporan.
Perencanaan pembelian di Apotek Boboh didasarkan pada tiga faktor utama:
Setelah estimasi kebutuhan selesai, pharmacy manager menyusun Purchase Order (PO) yang kemudian diajukan ke supplier terpilih. PO disertai dengan syarat pembayaran, tanggal pengiriman, dan toleransi margin harga.
Pada saat barang tiba, prosedur berikut dilakukan:
Jika terdapat ketidaksesuaian, tim akan mengajukan goods receipt note (GRN) dengan catatan reject atau partial acceptance kepada supplier.
Apotek Boboh memiliki area penyimpanan yang tersegmentasi berdasarkan klasifikasi risiko:
Setiap lemari dilengkapi dengan termometer digital yang terhubung ke sistem monitoring, sehingga perubahan suhu dapat terdeteksi secara realtime dan menghasilkan notifikasi otomatis kepada manajer apotek.
Pengendalian stok meliputi tiga aktivitas utama:
Stock opname dilakukan dua kali dalam sebulan. Tim apotek membandingkan data fisik dengan catatan elektronik. Selisih yang signifikan akan ditelusuri penyebabnya, misalnya kerusakan, kehilangan, atau kesalahan pencatatan.
Semua obat wajib diproses berdasarkan prinsip FIFO. Sistem otomatis menandai batch paling lama di gudang sebagai ready to sell. Apabila ada produk yang mendekati tanggal kadaluarsa, sistem akan mengirimkan peringatan aging stock ke pharmacy manager agar dapat melakukan promosi penjualan atau pengembalian.
Setiap SKU memiliki nilai ROP yang dihitung dari ratarata penjualan harian dikalikan lead time supplier ditambah safety stock (biasanya 1520% dari ratarata penjualan). Ketika stok aktual mencapai atau turun di bawah ROP, sistem secara otomatis menghasilkan rekomendasi PO.
Obat golongan narkotika, psikotropika, dan prekursor diatur oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Di Apotek Boboh, prosedur berikut diterapkan:
Apotek Boboh menggunakan Pharmacy Management System (PMS) berbasis cloud yang terintegrasi dengan modul POS, inventory, dan akuntansi. Fitur utama meliputi:
Setiap kuartal, manajer apotek menyiapkan laporan KPI (Key Performance Indicator) yang mencakup:
Berdasarkan hasil analisis, tim melakukan aksi perbaikan, seperti penyesuaian safety stock, renegosiasi kontrak supplier, atau pelatihan staf tentang prosedur pencatatan yang tepat.
Apotek Boboh berkomitmen untuk selalu mematuhi standar Good Pharmacy Practice (GPP) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Beberapa langkah penting meliputi:
Manajemen pengelolaan sediaan farmasi di Apotek Boboh ditopang oleh kombinasi perencanaan yang berbasis data, prosedur operasional standar yang ketat, serta dukungan teknologi informasi yang terintegrasi. Dengan menerapkan prinsip FIFO, monitoring suhu realtime, serta kontrol khusus untuk obat terbatas, apotek ini mampu menjaga ketersediaan produk, meminimalkan kerugian akibat kadaluarsa, dan tetap mematuhi regulasi yang berlaku. Evaluasi KPI secara periodik dan budaya perbaikan berkelanjutan memastikan bahwa proses manajemen persediaan tetap responsif terhadap perubahan permintaan pasar dan kebijakan kesehatan.
Untuk informasi lebih lanjut atau kerjasama pemasok, silakan hubungi kami melalui info@apotekboboh.co.id atau telepon (031) 5551234.
