Atom adalah unit terkecil dari materi yang masih mempertahankan sifat kimia unsur tersebut. Selama ribuan tahun manusia berusaha memahami apa yang ada di dalam atom. Pengetahuan tentang struktur atom telah berkembang melalui serangkaian model yang diajukan ilmuwan terkemuka.
John Dalton mengusulkan bahwa semua materi terbentuk dari bolabola tak dapat dibagi yang disebut atom. Dalam model ini atom tiap unsur bersifat identik dan tidak dapat berubah.
Penemuan elektron oleh J.J.Thomson menantang model Dalton. Thomson mengusulkan model kismis dalam puding, yaitu atom berupa bola bermuatan positif yang berisi partikelpartikel bermuatan negatif (elektron) tersebar di dalamnya.
Percobaan penembakan partikel alfa ke dalam lembaran tipis emas menunjukkan bahwa sebagian kecil partikel menabrak sesuatu yang sangat padat dan bermuatan positif, yang kini dikenal sebagai inti atom. Model Rutherford menggambarkan atom sebagai inti kecil, padat, dan bermuatan positif dikelilingi oleh elektron yang bergerak mengelilinginya seperti planet mengelilingi matahari.
Niels Bohr menambahkan konsep kuantum pada model Rutherford. Ia menyatakan bahwa elektron hanya dapat berada pada orbitorbit tertentu dengan energi yang tetap. Elektron dapat melompat antarorbit dengan menyerap atau memancarkan foton.
Dengan munculnya prinsip ketidakpastian Heisenberg dan persamaan Schrdinger, konsep orbit klasik digantikan oleh awan probabilitas atau orbital, yang menunjukkan daerahdaerah kemungkinan besar ditemukannya elektron. Model ini merupakan gambaran paling akurat tentang struktur atom modern.
Inti atom mengandung proton dan neutron yang bersamasama disebut nukleon. Kedua partikel ini memiliki massa hampir sama (sekitar 1amu) dan berada pada radius yang sangat kecil, biasanya kurang dari 10m.
Rasio antara jumlah neutron dan proton (N/Z) bervariasi tergantung pada massa atom. Untuk unsur ringan (Z < 20), N biasanya hampir sama dengan Z. Untuk unsur berat, jumlah neutron biasanya lebih banyak untuk menahan inti dari ketidakstabilan.
Radioaktivitas adalah proses spontan di mana inti tak stabil memancarkan partikel atau radiasi elektromagnetik untuk mencapai keadaan yang lebih stabil. Tiga jenis peluruhan radioaktif yang paling umum adalah:
Inti memancarkan partikel alfa yang terdiri dari dua proton dan dua neutron (inti helium4). Karena massa partikel cukup besar, peluruhan alfa memiliki jangkauan pendek dan daya tembus rendah; dapat dihentikan oleh kertas atau kulit manusia.
Terdapat dua bentuk: beta minus () di mana neutron berubah menjadi proton + elektron (elektron yang dilepaskan) + antineutrino; serta beta plus () di mana proton berubah menjadi neutron + positron + neutrino. Elektron atau positron memiliki daya tembus yang lebih tinggi dibanding alfa, namun masih dapat dihentikan oleh bahan tipis seperti aluminium.
Setelah peluruhan alfa atau beta, inti sering berada pada keadaan tereksitasi. Untuk menurunkan energi, inti memancarkan foton gamma, yaitu radiasi elektromagnetik dengan energi sangat tinggi. Gamma tidak memiliki massa atau muatan, sehingga daya tembusnya sangat besar; memerlukan penebalan timbal atau beton tebal untuk perlindungan.
Laju peluruhan suatu sampel radioaktif dinyatakan dengan persamaan eksponensial:
N(t) = Net
dimana N(t) adalah jumlah inti yang tersisa pada waktu t, N adalah jumlah awal, dan adalah konstanta peluruhan. Waktu paruh (t) terkait dengan melalui = ln2 / t.
Radioaktivitas memiliki manfaat luas dalam bidang kedokteran, industri, dan ilmu pengetahuan:
Karena radiasi dapat merusak jaringan biologis, penting untuk menerapkan prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable). Langkahlangkah utama meliputi:
Penggunaan alat detektor (GeigerMller, dosimeter) membantu memantau dosis yang diterima pekerja dan publik.
Dari model atom klasik hingga mekanika kuantum, pemahaman tentang struktur atom dan inti telah membuka jalan bagi penemuan fenomena radioaktivitas. Radioaktivitas, meskipun bersifat alami dan dapat berbahaya, memberikan manfaat tak ternilai dalam bidang kesehatan, industri, dan penelitian. Pengetahuan tentang cara kerja inti atom serta prinsipprinsip peluruhan radioaktif menjadi dasar bagi pengembangan teknologi modern yang aman dan berkelanjutan.
