Mycobacterium Tuberculosis dan Link Download File Referensi
https://eu2.contabostorage.com/00f3241116844f24b628f46d81abb929:st1/folder4/4695/jmuser_file_1643769218_7982a7e176c58fd5840769aad5dbe43b.pptx
2026-05-31 08:57:03 - Admin
<style> body {font-family: Arial, sans-serif; line-height: 1.6; margin:0; padding:0; background:#f9f9f9; color:#333;} header {background:#4CAF50; color:white; padding:20px 10px; text-align:center;} nav {background:#e2e2e2; padding:10px;} nav a {margin:0 10px; color:#333; text-decoration:none; font-weight:bold;} main {padding:20px; max-width:800px; margin:auto; background:white; box-shadow:0 0 10px rgba(0,0,0,0.1);} h1, h2, h3 {color:#2E7D32;} ul {margin-left:20px;} table {width:100%; border-collapse:collapse; margin-top:15px;} th, td {border:1px solid #ccc; padding:8px; text-align:left;} th {background:#f0f0f0;} </style><header> <h1>Mycobacterium tuberculosis</h1></header><nav> <a href="#definisi">Definisi</a> <a href="#karakteristik">Karakteristik</a> <a href="#penularan">Penularan</a> <a href="#gejala">Gejala</a> <a href="#diagnosa">Diagnosa</a> <a href="#pengobatan">Pengobatan</a> <a href="#pencegahan">Pencegahan</a></nav><main> <section id="definisi"> <h2>Definisi</h2> <p>Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis) adalah bakteri patogen grampositif yang menyebabkan tuberkulosis (TB) pada manusia. Bakteri ini bersifat aerobik, tidak bergerak, tidak membentuk spora, dan memiliki dinding sel yang kaya akan asam mikolik, yang membuatnya tahan terhadap tekanan osmotik dan bahan kimia.</p> </section> <section id="karakteristik"> <h2>Karakteristik Mikroskopik dan Biokimia</h2> <ul> <li>Ukuran: 0,20,5m 14m.</li> <li>Warna: Acidfast bacilli (AFB) tampak merah setelah pewarnaan ZiehlNeelsen.</li> <li>Pertumbuhan: Sangat lambat; koloni muncul setelah 26 minggu pada media khusus.</li> <li>Eksotoksin: Tidak menghasilkan toksin tradisional, tetapi menimbulkan respons imun kuat.</li> </ul> <h3>Genom</h3> <p>Genom M. tuberculosis berukuran sekitar 4,4Mb, terdiri dari sekitar 4.000 gen. Banyak gen yang terlibat dalam regulasi stres, metabolisme lipid, dan mekanisme pertahanan terhadap sistem imun host.</p> </section> <section id="penularan"> <h2>Penularan</h2> <p>Penularan utama terjadi melalui droplet aerosol yang terhirup ketika orang dengan TB paruaktif batuk, bersin, atau berbicara. Faktor risiko meliputi:</p> <ul> <li>Kepadatan populasi tinggi.</li> <li>Kondisi lingkungan yang buruk (ventilasi tidak memadai).</li> <li>Imunokompromais (HIV, diabetes, penggunaan kortikosteroid).</li> </ul> <p>TB ekstraparu (misalnya pada kelenjar getah bening, tulang, atau otak) tidak menular secara langsung.</p> </section> <section id="gejala"> <h2>Gejala Klinis</h2> <p>Gejala tergantung pada lokasi infeksi. Pada TB paru, gejala klasik meliputi:</p> <ul> <li>Batuk kronis >3minggu.</li> <li>Demam harian, terutama pada sore atau malam hari.</li> <li>Keringat malam.</li> <li>Penurunan berat badan dan kelelahan.</li> <li>Hemoptisis (darah pada dahak) pada kasus lanjut.</li> </ul> <p>TB ekstraparu dapat menimbulkan nyeri tulang, pembesaran kelenjar, atau gejala neurologis bila melibatkan otak.</p> </section> <section id="diagnosa"> <h2>Diagnosa</h2> <p>Diagnosa TB melibatkan kombinasi metode klinis, radiologis, dan laboratorium:</p> <h3>1. Pemeriksaan Mikroskopik</h3> <p>Pewarnaan ZiehlNeelsen atau fluoresen (auraminrifampin) pada dahak untuk mendeteksi AFB.</p> <h3>2. Kultur</h3> <p>Medium LowensteinJensen atau cair (MGIT). Kultur tetap gold standard, namun memerlukan waktu 48 minggu.</p> <h3>3. Tes Cepat Molekuler</h3> <p>GeneXpert MTB/RIF memberikan hasil dalam <2jam dan mendeteksi resistensi rifampisin.</p> <h3>4. Radiologi</h3> <p>Foto dada menunjukkan infiltrasi, kavitas, atau infiltrat hila. CT scan membantu pada kasus ekstraparu.</p> <h3>5. Tes Imunologi</h3> <p>IGRA (InterferonGamma Release Assay) dan tes tuberkulin (Mantoux) menilai eksposur, bukan aktivitas penyakit.</p> </section> <section id="pengobatan"> <h2>Pengobatan</h2> <p>Terapi standar (regimen 1) untuk TB sensitif meliputi 6 bulan:</p> <table> <tr><th>Fase</th><th>Obat</th><th>Lama</th></tr> <tr><td>Intensif</td><td>Isoniazid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z), Etambutol (E)</td><td>2 bulan</td></tr> <tr><td>Kontinuasi</td><td>Isoniazid (H), Rifampisin (R)</td><td>4 bulan</td></tr> </table> <p>Jika terdapat resistensi (MDRTB), regimen meliputi fluoroquinolon, injeksi aminoglikosida, dan obat lini kedua (linezolid, bedaquiline, delamanid) selama 920 bulan.</p> <p>Pentingnya kepatuhan: pengobatan yang tidak lengkap meningkatkan risiko resistensi dan kegagalan klinis.</p> </section> <section id="pencegahan"> <h2>Pencegahan</h2> <h3>1. Vaksinasi</h3> <p>Bacillus CalmetteGurin (BCG) diberikan pada bayi baru lahir di banyak negara untuk melindungi terhadap TB berat pada anak.</p> <h3>2. Deteksi Dini & Pengobatan Latent</h3> <p>Orang dengan infeksi laten (IGRA positif, tanpa gejala) dapat diberi isoniazid 69 bulan atau regimen kombinasi (rifapentine + isoniazid selama 3 bulan).</p> <h3>3>Pengendalian Lingkungan</h3> <ul> <li>Ventilasi baik di ruang publik dan rumah sakit.</li> <li>Penggunaan masker N95 bagi tenaga kesehatan.</li> <li>Isolasi pasien TB paru aktif sampai dahak negatif secara mikroskopik.</li> </ul> </section> <section> <h2>Kesimpulan</h2> <p>Mycobacterium tuberculosis tetap menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas infeksi menular di dunia. Memahami karakteristik bakteri, jalur penularannya, serta menegakkan strategi diagnosa cepat, pengobatan tepat, dan pencegahan berbasis populasi menjadi kunci mengendalikan beban TB secara global.</p> </section></main>