Air boiler merupakan komponen vital dalam sistem tenaga dan proses industri. Kualitas air yang masuk ke dalam boiler memengaruhi efisiensi, umur peralatan, serta biaya operasional. Oleh karena itu, sebelum air digunakan, harus dilakukan serangkaian pengujian untuk memastikan bahwa ia memenuhi standar yang ditetapkan.
Menunjukkan keasaman atau kebasaan air. Pada sistem boiler, pH ideal biasanya berada di kisaran 910,5 (tergantung tipe boiler). pH terlalu rendah meningkatkan risiko korosi, sedangkan pH terlalu tinggi dapat menyebabkan pembentukan kerak kalsium hidroksida.
TDS mengukur konsentrasi semua ion terlarut (kalsium, magnesium, natrium, klorida, sulfata, dll). Nilai TDS yang tinggi meningkatkan potensi pembentukan kerak. Batas umum TDS pada boiler airsoftened 500mg/L; pada boiler feedwater dapat lebih tinggi bila menggunakan treatment kimia tambahan.
Alkalinitas (biasanya dalam mg/L CaCO) menilai kemampuan air menetralkan asam. Nilai 100200mg/L membantu menstabilkan pH selama operasi.
Menggambarkan kehadiran partikel tersuspensi. Nilai kekeruhan 1NTU (Nephalometer Turbidity Units) biasanya diperlukan untuk menghindari penyumbatan filter.
Silika dapat mengakibatkan pembentukan kerak keras pada tekanan tinggi. Batas maksimum biasanya 1015mg/L untuk boiler uap tekanan tinggi.
Oksigen terlarut memicu korosi pada bagian logam. Nilai DO yang diinginkan 0,5ppm, biasanya dicapai dengan deaerator.
CO terlarut menurunkan pH dan meningkatkan korosi. Pengendalian CO dilakukan lewat venting atau treatment kimia (amoni, morpholine).
Klorida (Cl) sangat korosif, terutama pada suhu tinggi. Batas yang umum adalah 10mg/L.
Menentukan kekerasan air. Nilai hardness total biasanya dijaga 150mg/L CaCO untuk mengurangi pembentukan kerak.
Sulfat dapat berkontribusi pada korosi terutama bila digabung dengan klorida. Batas 250mg/L pada banyak standar.
Berbagai standar memberikan batas parameter yang disarankan, antara lain:
| Parameter | Batas Umum (mg/L atau ppm) | Referensi |
|---|---|---|
| pH | 910,5 | ASME B31.1 |
| TDS | 500 | API 650 |
| Alkalinitas | 100200CaCO | BS EN 13779 |
| Kekeruhan | 1NTU | ISO 7027 |
| Silika | 15mg/L | ASME PTC12 |
| DO | 0,5ppm | API 650 |
| Klorida | 10mg/L | ASTM D1193 |
| Hardness (Ca+Mg) | 150CaCO | ASTM D1193 |
| Sulfat | 250mg/L | ISO 6708 |
Pengujian kualitas air boiler bukan sekadar tugas laboratorium, melainkan langkah strategis yang melindungi investasi, meningkatkan efisiensi energi, dan memperpanjang umur peralatan. Dengan memahami dan memantau parameterparameter kunci seperti pH, TDS, alkalinitas, silika, dan kontaminan ionik lainnya, serta mengaplikasikan tindakan koreksi yang tepat, perusahaan dapat menghindari kerusakan mahal serta memastikan operasi yang aman dan handal.
