Definisi Pelayanan Darah
Pelayanan darah mencakup seluruh rangkaian aktivitas yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan penggunaan darah serta produk darah untuk keperluan medis. Layanan ini dikelola oleh bank darah yang biasanya berada di rumah sakit atau lembaga kesehatan yang berwenang.
Jenis Donor Darah
- Donor Volunter (PMI): Donor sukarela tanpa imbalan.
- Donor Remunerasi: Donor yang menerima kompensasi finansial atau hadiah.
- Donor Terapeutik: Donor yang diberikan kepada pasien yang membutuhkan darahnya sendiri (autologous) atau ke anggota keluarga (sanguinis).
- Donor Plasma: Pengambilan plasma melalui prosedur apheresis.
Proses Donor Darah
- Pendaftaran: Penulis tanda tangan dan mengisi formulir kesehatan.
- Pemeriksaan Pra-donor: Tekanan darah, kadar hemoglobin, suhu tubuh, serta pertanyaan tentang riwayat kesehatan.
- Pengambilan Darah: Umumnya 450500ml diambil dalam waktu 810 menit.
- Istirahat: Donor diminta beristirahat 1015 menit dengan makanan ringan.
- Pemrosesan: Darah dipisahkan menjadi sel darah merah, plasma, dan trombosit, kemudian disimpan pada suhu yang sesuai.
- Distribusi: Produk darah dikirim ke rumah sakit yang membutuhkan.
Keamanan dan Kesehatan Donor
Bank darah wajib menerapkan prosedur standar untuk melindungi donor dan penerima:
- Penggunaan peralatan sekali pakai (jarum, kantong).
- Uji skrining infeksi (HIV, Hepatitis B & C, Sifilis).
- Pengujian golongan darah dan faktor rhesus.
- Penanganan darurat bila donor mengalami reaksi (pusing, mual).
Donor sebaiknya memenuhi kriteria berikut sebelum mendonor:
| Kriteria | Detail |
|---|---|
| Usia | 1860 tahun (tergantung kebijakan) |
| Berat badan | Minimal 45kg |
| Hemoglobin | Pria 13g/dL, Wanita 12,5g/dL |
| Kesehatan umum | Tidak ada penyakit menular akut, tidak sedang mengonsumsi obat terlarang |
Kebutuhan Darah di Indonesia
Setiap tahun, kebutuhan darah di Indonesia mencapai ratusan ribu kantong. Faktor utama yang mempengaruhi permintaan meliputi:
- Kecelakaan lalu lintas dan industri.
- Operasi besar (jantung, transplantasi).
- Penyakit hemolitik, anemia, dan kanker.
- Bencana alam yang meningkatkan korban luka parah.
Berbagai upaya dilakukan untuk menutup kesenjangan antara pasokan dan permintaan, antara lain kampanye donor rutin, kerja sama dengan perusahaan, dan penggunaan teknologi apheresis untuk peningkatan produksi trombosit.
FAQ Pertanyaan Umum
1. Berapa lama darah dapat disimpan?
Sel darah merah dapat disimpan hingga 35 hari pada suhu 16C. Plasma beku dapat bertahan sampai satu tahun pada suhu 30C, sedangkan trombosit hanya 57 hari pada suhu ruang 2024C.
2. Apakah donor darah menyakitkan?
Rasa tidak nyaman biasanya hanya pada saat tusukan jarum (sekitar 1015 detik). Rasa pusing atau lemah setelah donor biasanya bersifat sementara dan dapat diminimalkan dengan istirahat dan asupan cairan.
3. Berapa sering saya boleh mendonor?
Untuk donor darah penuh, pria dapat mendonor setiap 90 hari, wanita setiap 120 hari. Untuk donor plasma, intervalnya biasanya 28 hari.
4. Apakah donor darah dapat menularkan penyakit?
Tidak. Seluruh donor menjalani skrining dan tes laboratorium untuk memastikan tidak ada infeksi menular sebelum darah diterima.
5. Bagaimana cara menjadi donor tetap?
Daftar di bank darah terdekat, ikuti jadwal rutin, dan pastikan memenuhi kriteria kesehatan. Banyak rumah sakit menyediakan program Donor Club dengan benefit khusus.
