Admin 01 Jun 2026 21:05

 

Pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) sebagai Kontrasepsi Darurat

Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), atau lebih dikenal dengan istilah IUD (Intrauterine Device), merupakan salah satu metode kontrasepsi reversible jangka panjang yang paling efektif. Selain sebagai pilihan kontrasepsi reguler, AKDR juga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi kontrasepsi darurat (KD) pada situasi tertentu. Artikel ini membahas secara lengkap mengenai AKDR, mekanisme kerja, kelebihan, risiko, prosedur pemasangan, serta peranannya dalam konteks kontrasepsi darurat.

Apa Itu AKDR?

AKDR adalah sebuah perangkat kecil berbentuk T yang diletakkan dalam rahim melalui vagina dan serviks. Ada dua tipe utama:

  • AKDR tembaga (Copper IUD) mengandung lilitan kawat tembaga yang bersifat spermisid.
  • AKDR hormonal (Hormonal IUD) berisi hormon progestin (levonorgestrel) dalam dosis rendah.

Mekanisme Kerja AKDR

Berikut adalah cara kerja masingmasing tipe AKDR:

  • AKDR tembaga: Tembaga menghasilkan reaksi inflamasi ringan di dalam rahim yang membuat sperma kurang bergerak dan mengganggu fertilisasi. Selain itu, lingkungan rahim menjadi tidak ramah bagi implantation.
  • AKDR hormonal: Progestin menebalkan lendir serviks, menghambat motilitas dan viabilitas sperma serta menurunkan keberlangsungan lapisan endometrium sehingga implantation menjadi tidak mungkin.

AKDR Sebagai Kontrasepsi Darurat

Secara umum, kontrasepsi darurat (KD) merujuk pada metode yang dapat mencegah kehamilan bila terjadi hubungan seksual tanpa perlindungan atau bila metode kontrasepsi lain gagal. AKDR tidak dirancang khusus sebagai KD, namun ada dua situasi dimana AKDR dapat berfungsi sebagai kontrasepsi darurat:

  1. Pemasangan AKDR dalam 57 hari setelah hubungan seksual beberapa studi menunjukkan bahwa AKDR tembaga yang dipasang dalam jangka waktu ini dapat mencegah kehamilan dengan tingkat efektivitas sekitar 99%.
  2. Penggantian AKDR yang sebelumnya dipakai (misplacement atau kerusakan) bila AKDR sebelumnya terlepas atau tidak terpasang dengan benar, pemasangan kembali dalam 57 hari juga dapat berfungsi sebagai KD.
Catatan: Pemasangan AKDR sebagai KD hanya direkomendasikan bila tidak ada alternatif KD lain yang lebih cepat (mis. pil KD atau IUD tembaga dalam 5 hari). Konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat penting.

Kelebihan AKDR dibandingkan Metode KD lain

  • Efektivitas tinggi bila dipasang dalam waktu yang ditentukan, AKDR tembaga memiliki tingkat kegagalan kurang dari 1%.
  • Perlindungan jangka panjang selain berfungsi sebagai KD, AKDR tetap melindungi selama 310 tahun (tergantung tipe).
  • Tanpa hormon (untuk tipe tembaga) cocok bagi mereka yang tidak ingin atau tidak dapat menggunakan hormon.
  • Biaya per tahun lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan pil KD berulangulang.

Risiko dan Efek Samping

Seperti semua metode medis, AKDR memiliki risiko yang harus dipertimbangkan:

  • Penyakit menular seksual (PMS) AKDR tidak melindungi dari PMS; penggunaan kondom tetap diperlukan.
  • Pendarahan tidak teratur terutama pada bulan-bulan pertama setelah pemasangan, terutama pada AKDR tembaga.
  • Perforasi rahim sangat jarang, terjadi bila perangkat menembus dinding rahim selama pemasangan.
  • Ekspulsi keluarnya AKDR secara spontan, biasanya terjadi dalam 6 bulan pertama.
  • Nyeri panggul rasa tidak nyaman atau kram ringan dapat terjadi pada beberapa wanita.

Prosedur Pemasangan AKDR sebagai Kontrasepsi Darurat

Berikut langkahlangkah umum yang biasanya dilakukan oleh dokter atau bidan terlatih:

  1. Wawancara medis menilai riwayat kehamilan, infeksi, kelainan rahim, serta memastikan tidak ada kontraindikasi.
  2. Pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan panggul untuk menentukan posisi rahim.
  3. Pembersihan area vagina dibersihkan dengan antiseptik.
  4. Penggunaan spekulum untuk memvisualisasikan serviks.
  5. Pemasangan AKDR dilipat dan dimasukkan melalui tabung serviks menggunakan alat khusus (placer). Selama proses, dokter memastikan kateter berada pada posisi yang tepat di dalam rahim.
  6. Verifikasi posisi biasanya dilakukan dengan USG atau pemeriksaan pelvis pascapemasangan.

Seluruh prosedur biasanya memakan waktu 510 menit dan tidak memerlukan anestesi umum. Nyeri ringan dapat dikelola dengan analgesik oral.

Setelah Pemasangan

Setelah AKDR terpasang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Periksa adanya benang (string) ketika membersihkan area genital; benang tidak boleh terlepas.
  • Hindari hubungan seksual intensif atau tampon selama 2448 jam pertama.
  • Lapor ke tenaga kesehatan bila mengalami demam tinggi, nyeri hebat, atau perdarahan berlebih.
  • Kunjungan kontrol pada minggu pertama dan bulan pertama untuk memastikan posisi tetap benar.

Siapa yang Boleh Memilih AKDR sebagai KD?

Berikut kriteria umum:

  • Wanita berusia 1845 tahun yang tidak mengalami kehamilan aktif.
  • Hubungan seksual tanpa perlindungan terjadi dalam 57 hari terakhir.
  • Tidak memiliki kontraindikasi medis seperti infeksi panggul akut, kanker rahim, atau alergi tembaga (untuk AKDR tembaga).
  • Memiliki keinginan untuk mempertahankan perlindungan jangka panjang setelah masa darurat.

Alternatif Kontrasepsi Darurat Lainnya

Jika pemasangan AKDR tidak memungkinkan, alternatif yang lebih cepat meliputi:

  • Pil kontrasepsi darurat (pil KD) satu atau dua dosis, efektif hingga 72 jam.
  • Pil KD ultrahigh dose (levonorgestrel atau ulipristal) yang dapat digunakan hingga 120 jam.
  • Metode barrier (misalnya kondom) yang dapat dipakai segera setelah hubungan seksual, walaupun efektivitas menurun seiring waktu.

Kesimpulan

AKDR, khususnya tipe tembaga, dapat menjadi pilihan kontrasepsi darurat yang sangat efektif bila dipasang dalam 57 hari setelah hubungan seksual tanpa perlindungan. Keunggulannya terletak pada efektivitas tinggi, perlindungan jangka panjang, dan tidak memerlukan hormon (bagi tipe tembaga). Namun, pemasangan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional, dan kandidat harus dipilih dengan cermat untuk meminimalkan risiko.

Jika Anda mempertimbangkan AKDR sebagai KD atau metode kontrasepsi jangka panjang, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau bidan. Mereka dapat membantu menentukan tipe yang paling sesuai, menjawab pertanyaan tentang efek samping, serta memastikan prosedur dipasang dengan aman.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai AKDR dan layanan kesehatan reproduksi, kunjungi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau hubungi fasilitas kesehatan terdekat.

File Referensi Untuk Pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Sebagai Kontrasepsi Darurat.
Screenshoot
Nama File
1656536042_akdr2_Item_Download_2022-06-29_20-54-02___Ilmu_Kesehatan.ppt

Ukuran File
0.06 MB

Tipe File
PPT

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Sebagai Kontrasepsi Darurat.. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Apa Itu Windows dan Link Download File Referensi

Pengukuran Suhu dan Link Download File Referensi

Integrasi Numerik dan Link Download File Referensi

PengantarAkuntansiSyariah dan Link Download File Referensi

Apa Itu Kekurangan dan Link Download File Referensi