Pembelahan sel adalah proses dasar yang memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh, berkembang, dan bereproduksi. Melalui proses ini, satu sel induk membelah diri untuk menghasilkan sel-sel anak. Pada tumbuhan, proses pembelahan sel terjadi secara aktif di jaringan meristem, yaitu jaringan yang sel-selnya terus-menerus membelah, seperti pada ujung akar dan ujung batang.
Terdapat dua jenis utama pembelahan sel yang terjadi pada tumbuhan, yaitu mitosis dan meiosis.
Mitosis adalah proses pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak yang identik dengan sel induknya secara genetik. Mitosis berfungsi untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Proses mitosis pada tumbuhan terbagi menjadi beberapa fase: profase, metafase, anafase, dan telofase.
Meiosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anak dengan jumlah kromosom setengah dari sel induknya (haploid). Proses ini sangat penting dalam reproduksi seksual tumbuhan, yakni untuk pembentukan spora atau sel gamet (seperti serbuk sari dan sel telur).
Salah satu perbedaan paling mendasar antara pembelahan sel tumbuhan dan hewan terletak pada proses sitokinesis (pembelahan sitoplasma). Karena tumbuhan memiliki dinding sel yang kaku, mereka tidak bisa membelah dengan cara melekuk ke dalam seperti sel hewan.
Sebagai gantinya, sel tumbuhan membentuk yang disebut dengan lempeng sel (cell plate). Lempeng ini terbentuk dari vesikel yang berasal dari aparatus Golgi di tengah sel. Lempeng sel ini perlahan-lahan tumbuh ke arah luar menuju dinding sel induk, akhirnya memisahkan sitoplasma menjadi dua sel anak yang kemudian masing-masing akan membangun dinding sel baru.
Pembelahan sel bukan sekadar aktivitas biologis rutin, melainkan kunci keberlangsungan hidup tumbuhan:
Dengan memahami mekanisme pembelahan sel, para ilmuwan dan petani dapat lebih baik dalam melakukan pemuliaan tanaman, mempercepat pertumbuhan tanaman pangan, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap berbagai kondisi lingkungan yang menantang.
