Definisi Silase
Silase adalah pakan ternak yang dihasilkan dari fermentasi anaerobik (tanpa oksigen) bahan hijauan seperti jagung, sorghum, alfalfa, atau dedak padi. Selama proses fermentasi, mikroorganisme asam laktat mengubah gula yang terdapat dalam tanaman menjadi asam organik, sehingga menurunkan pH dan menjaga kesegaran hijauan selama berbulanbulan.
Manfaat Silase untuk Peternakan
- Stabilitas Nutrisi Asam laktat menjaga protein dan energi tetap terjaga.
- Penghematan Mengurangi kehilangan hijauan akibat layu atau kerusakan.
- Ketersediaan Pakan Dapat disimpan 612 bulan, memastikan pasokan pakan di musim kemarau.
- Efisiensi Pakan Pakan silase memiliki nilai digestibilitas yang tinggi bagi ruminansia.
- Ramah Lingkungan Mengurangi limbah pertanian dan emisi metana bila dibandingkan dengan pembuangan terbuka.
Bahan dan Persiapan Awal
Berikut bahan utama yang biasa dipakai:
| Bahan | Kandungan Air (%) | Kandungan Gula (Brix) |
|---|---|---|
| Jagung (daun + tongkol) | 6570 | 1520 |
| Sorghum | 6068 | 1216 |
| Alfalfa | 7075 | 1014 |
| Dedak Padi | 5560 | 812 |
Langkah persiapan penting:
- Panen pada fase pertumbuhan optimal (biasanya 5565% kadar air).
- Potong atau giling menjadi ukuran 25cm untuk memudahkan pemadatan.
- Segera bawa ke tempat penyimpanan (bunker atau silo) untuk menghindari teroksidasi.
Tahapan Proses Pembuatan Silase
1. Pengisian (Loading)
Masukkan hijauan yang sudah dipotong ke dalam bunker atau silo plastik. Pastikan lapisan tidak terlalu tinggi (maksimum 2m per putaran) agar mudah dipadatkan.
2. Pemadatan (Packing)
Gunakan roller, traktor, atau mesin pemadat untuk menekan bahan hingga kepadatan minimum 550kg/m. Penekanan yang baik mengurangi ruang udara yang dapat memicu pertumbuhan jamur.
3. Penutup (Covering)
Setelah terpaket rapat, tutup segera dengan plastik (polyethylene) tebal minimal 0,2mm. Pastikan plastik menutupi seluruh permukaan tanpa sobekan.
4. Penekanan Plastik (Sealing)
Beratkan pasir, batu atau gunakan penutup khusus pada tepi plastik untuk menghindari masuknya udara. Beberapa petani menambahkan beban air di atas plastik selama 2448 jam.
5. Fermentasi (Fermentation)
Proses utama berlangsung 3060 hari. Selama fase ini, pH turun hingga <4,5, suhu meningkat 23C, dan bau asam laktat yang khas muncul. Jangan membuka penutup selama 3 minggu pertama.
6. Pembukaan (Opening)
Setelah fermentasi selesai, buka bagian atas silo dan ambil silase dengan sekop atau mesin pengambil. Hindari mengeluarkan udara kembali ke dalam sisa silase.
Peralatan Utama
- Traktor atau pemotong hijau untuk memanen dan memotong.
- Mesin pemadat roller atau roller hidrolik.
- Silo/Bunker beton, tanah, atau plastik.
- Plastik penutup lowdensity polyethylene (LDPE) atau highdensity (HDPE).
- Alat penutup tepi pasir, batu, atau timbangan air.
- Alat ukur pH untuk memantau tingkat keasaman pada hari ke3, ke7, dan ke14.
Tips Sukses & Kesalahan Umum
Tips
- Panen pada kadar air ideal (6570%). Air berlebih menghasilkan fermentasi lambat.
- Gunakan starter kultur asam laktat bila bahan memiliki gula rendah.
- Pastikan tidak ada lubang pada plastik; segel rapat setiap 23 hari pertama.
- Jaga kebersihan alat pemotong dan silase untuk mengurangi kontaminasi jamur.
Kesalahan yang Harus Dihindari
- Membuka silase terlalu cepat mengganggu proses anaerobik.
- Memadatkan tidak merata terbentuk kantong udara yang memicu pembusukan.
- Menutup dengan plastik tipis atau sobek memungkinkan masuknya oksigen.
- Menggunakan bahan hijauan yang sudah layu atau berjamur menurunkan kualitas silase.
