"PENENTUAN DOSIS KLORIN PADA PRE-TREATMENT DI WATER TREATMENT PLANT PT. INDONESIA POWER UJP PANGKALAN SUSU" dan Link Download File Referensi

https://eu2.contabostorage.com/00f3241116844f24b628f46d81abb929:st1/folder1/1188/jmuser_file_1640191390_9526ccf299b564dc24f2afe10042d676.doc

2026-05-29 00:30:10 - Admin

<style> body{ font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 1.6; margin:0; padding:0; background:#f9f9f9; color:#333; } header{ background:#0066cc; color:#fff; padding:20px 10px; text-align:center; } nav{ background:#e2e2e2; padding:10px; text-align:center; } nav a{ margin:0 15px; color:#0066cc; text-decoration:none; font-weight:bold; } main{ max-width:900px; margin:20px auto; padding:0 15px; background:#fff; box-shadow:0 0 5px rgba(0,0,0,0.1); } h2{ color:#0066cc; border-left:5px solid #0066cc; padding-left:10px; margin-top:30px; } table{ width:100%; border-collapse:collapse; margin:15px 0; } th, td{ border:1px solid #ccc; padding:8px; text-align:center; } th{ background:#f0f0f0; } .highlight{ background:#fffbcc; padding:5px; border-left:4px solid #ffeb3b; } footer{ text-align:center; padding:20px; font-size:0.9em; color:#777; } </style><header> <h1>PENENTUAN DOSIS KLORIN PADA PRETREATMENT DI WATER TREATMENT PLANT PT. INDONESIA POWER UJP PANGKALAN SUSU</h1></header><nav> <a href="#pendahuluan">Pendahuluan</a> <a href="#prinsip">Prinsip Klorinasi</a> <a href="#analisis">Analisis Parameter Air</a> <a href="#perhitungan">Perhitungan Dosis</a> <a href="#implementasi">Implementasi di Plant</a> <a href="#kesimpulan">Kesimpulan</a></nav><main> <section id="pendahuluan"> <h2>Pendahuluan</h2> <p>Air bersih merupakan komponen vital dalam proses produksi energi di PT. Indonesia Power UJP Pangkalansusu. Pada tahap pretreatment, air harus disaring, diklarifikasi, dan didisinfeksi sebelum masuk ke unit pembangkit. Klorin dipilih sebagai agen desinfeksi utama karena keefektifannya dalam membunuh bakteri, virus, serta mikroorganisme lain yang dapat menurunkan kualitas air.</p> <p>Penentuan dosis klorin yang tepat sangat penting. Dosis yang terlalu rendah tidak akan menghilangkan mikroorganisme, sementara dosis berlebih dapat menimbulkan residu kimia, rasa tidak sedap, serta korosi pada peralatan.</p> </section> <section id="prinsip"> <h2>Prinsip Klorinasi pada PreTreatment</h2> <ul> <li><strong>Reaksi Kimia :</strong> Klorin (Cl) atau hipoklorit (NaOCl) bereaksi dengan air menghasilkan asam hipoklorit (HOCl) dan ion hipoklorit (OCl). HOCl merupakan agen desinfeksi paling efektif.</li> <li><strong>PH Air :</strong> Efektivitas HOCl menurun pada pH > 8 karena perubahan ke ion OCl yang kurang aktif.</li> <li><strong>Contact Time (CT) :</strong> Waktu kontak antara klorin dan air harus cukup untuk mencapai inaktivasi mikroorganisme. Biasanya CT = konsentrasi klorin waktu kontak (mgmin/L).</li> </ul> </section> <section id="analisis"> <h2>Analisis Parameter Air Masuk</h2> <p>Berikut adalah parameter penting yang harus dipantau sebelum menentukan dosis:</p> <table> <tr><th>Parameter</th><th>Satuan</th><th>Kisaran Operasional</th></tr> <tr><td>Kekeruhan</td><td>NTU</td><td>05</td></tr> <tr><td>TDS (Total Dissolved Solids)</td><td>mg/L</td><td>200500</td></tr> <tr><td>pH</td><td>-</td><td>6,58,0</td></tr> <tr><td>Temperatur</td><td>C</td><td>1530</td></tr> <tr><td>Jumlah Koloni Bakteri (CFU/100mL)</td><td>CFU/100mL</td><td>100</td></tr> <tr><td>Alkalinitas</td><td>mg/L CaCO</td><td>50150</td></tr> </table> <p>Data di atas diperoleh melalui pengambilan sampel harian pada titik inlet pretreatment.</p> </section> <section id="perhitungan"> <h2>Perhitungan Dosis Klorin</h2> <p>Metode yang dipakai mengikuti standar EPA dan Pedoman Kementerian Lingkungan Hidup RI. Rumus dasar:</p> <pre class="highlight">Dosis (mg/L) = (CT 60) / t</pre> <p>Dimana:</p> <ul> <li><strong>CT</strong> = konsentrasi klorin yang diperlukan (mgmin/L). Untuk bakteri umum, CT = 0,5mgmin/L.</li> <li><strong>t</strong> = waktu kontak yang tersedia dalam sistem pretreatment (menit). Pada plant ini, t 15menit.</li> </ul> <p>Sehingga:</p> <pre class="highlight">Dosis = (0,5 60) / 15 = 2mg/L</pre> <p>Namun, penyesuaian dilakukan berdasarkan faktor koreksi:</p> <ol> <li><strong>pH:</strong> Jika pH > 7,5, tambahkan 0,2mg/L per 0,1 pH.</li> <li><strong>Temperatur:</strong> Penurunan efektivitas 5% per 5C di atas 25C.</li> <li><strong>Kekeruhan:</strong> Penambahan 0,1mg/L per NTU di atas 2.</li> </ol> <p>Contoh: pH = 7,8 (penambahan 0,6mg/L), suhu = 28C (penurunan 5%), kekeruhan = 3NTU (penambahan 0,1mg/L).</p> <p>Perhitungan akhir:</p> <pre class="highlight">Dasar : 2,00 mg/LPenambahan pH : +0,60 mg/LPenambahan kekeruhan: +0,10 mg/LPenyesuaian suhu : 0,10 mg/L (5% dari 2,00)Total dosis akhir : 2,60 mg/L </pre> <p>Nilai akhir dibulatkan menjadi 2,6mg/L dan disuntikkan ke dalam sistem menggunakan sistem dosing pump terkontrol.</p> </section> <section id="implementasi"> <h2>Implementasi di Water Treatment Plant</h2> <h3>1. Sistem Dosing Pump</h3> <p>Dosis klorin dikirim melalui dosing pump tipe peristaltik dengan kontrol otomatis berbasis PLC. Aliran pump dihitung dari volume aliran air (m/h) dan konsentrasi target (mg/L).</p> <h3>2. Monitoring RealTime</h3> <ul> <li>Sensor pH &amp; suhu terintegrasi ke SCADA.</li> <li>UVVis sensor mengukur residu klorin bebas (Free Chlorine) setiap 5 menit.</li> <li>Alarm otomatis aktif bila residu < 0,2mg/L atau > 1,0mg/L.</li> </ul> <h3>3. Prosedur Operasional Standar (SOP)</h3> <ol> <li>Ambil sampel inlet, uji parameter kimia dan mikrobiologi.</li> <li>Hitung dosis menggunakan tabel koreksi.</li> <li>Masukkan nilai dosis ke PLC.</li> <li>Verifikasi residu klorin setelah 15menit.</li> <li>Lakukan koreksi bila diperlukan.</li> </ol> <h3>4. Pengendalian Kualitas</h3> <p>Data historis disimpan 30 hari untuk analisis tren. Jika terdapat peningkatan bakteri atau penurunan residu, tim teknis melakukan audit terhadap pompa, sensor, dan kualitas klorin cair.</p> </section> <section id="kesimpulan"> <h2>Kesimpulan</h2> <p>Penentuan dosis klorin pada pretreatment PT. Indonesia Power UJP Pangkalansusu memerlukan pendekatan berbasis data yang meliputi:</p> <ul> <li>Analisis parameter air masuk (pH, temperatur, kekeruhan, dll.).</li> <li>Perhitungan dasar CT dengan penyesuaian faktor lingkungan.</li> <li>Implementasi sistem dosing otomatis terintegrasi dengan monitoring realtime.</li> <li>Penerapan SOP yang ketat untuk memastikan konsistensi kualitas air.</li> </ul> <p>Dengan mengikuti prosedur di atas, plant dapat menjamin bahwa air yang diproses memenuhi standar mikrobiologis dan kimia, sekaligus meminimalkan penggunaan klorin yang berlebih, mengurangi biaya operasional, dan memperpanjang umur peralatan.</p> </section></main><footer> 2026 PT. Indonesia Power UJP Pangkalansusu</footer>```

Lebih banyak