Terung (Solanum melongena L.) merupakan salah satu sayuran penting di Indonesia. Produktivitasnya dipengaruhi oleh faktor genetik, iklim, serta manajemen pemupukan. NPK 16:16:16 adalah pupuk majemuk seimbang yang menyediakan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam proporsi yang sama. Artikel ini mengulas secara umum bagaimana dosis NPK 16:16:16 memengaruhi pertumbuhan, hasil, dan kualitas tiga varietas terung populer di Indonesia.
| Elemen | Fungsi Utama |
|---|---|
| Nitrogen (N) | Menstimulasi pertumbuhan vegetatif, daun, dan batang. |
| Fosfor (P) | Mendukung pembentukan akar, pembungaan, dan pembentukan buah. |
| Kalium (K) | Memperbaiki kualitas buah, meningkatkan ketahanan terhadap stres. |
Penelitian lapangan biasanya dilakukan dengan desain percobaan lajur acak lengkap (RCBD) dengan empat dosis pupuk:
Pupuk diberikan secara terbagi menjadi tiga aplikasi: pada penanaman, saat pembentukan daun pertama, dan pada awal pembungaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang buah, berat per buah, total hasil perha, serta kadar nitrogen dan kalium dalam buah.
Pemberian NPK meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun secara signifikan bila dibandingkan dengan kontrol. Dosis 200kgha (D2) biasanya memberikan hasil terbaik; peningkatan tinggi ratarata mencapai 1520% pada ketiga varietas.
Fosfor dalam NPK memperkuat sistem akar. Pada dosis D2, panjang akar utama meningkat sekitar 12% dan volume akar sekitar 18% dibandingkan kontrol. Akar yang lebih kuat meningkatkan penyerapan air serta unsur hara, sehingga mendukung pertumbuhan buah.
Hasil perha paling tinggi tercatat pada D2 untuk semua varietas:
Dosis tertinggi (D3) tidak selalu meningkatkan hasil, bahkan pada beberapa pengamatan menurun karena efek overfertilisation yang menyebabkan pertumbuhan daun berlebih namun buah tidak optimal.
Kalium berperan penting dalam kualitas buah. Pada D2, kadar K dalam daging buah meningkat 1015% dan keasaman (pH) sedikit menurun, menghasilkan rasa lebih manis. Keseragaman ukuran buah juga lebih tinggi. Terung Ungu menunjukkan warna kulit paling pekat pada dosis optimal, sedangkan Terung Putih dan Hijau memperoleh kulit lebih mengkilap.
Apakah nitrogen terserap optimal? Pada D2, efisiensi penggunaan N (NUE) mencapai 4045%, lebih tinggi dibandingkan D1 (30%) dan D3 (38%). Hal ini menandakan bahwa kelebihan N tidak selalu meningkatkan penyerapan, melainkan dapat menyebabkan kehilangan melalui leaching.
Berbagai penelitian di Indonesia dan Asia Tenggara menunjukkan pola serupa:
Penting bagi petani untuk memperhatikan kondisi tanah (pH, kadar organik) sebelum memutuskan dosis. Pada tanah bertekstur lempung berpasir, leaching N dapat lebih tinggi, sehingga dosis 150180kgha mungkin lebih tepat.
Pupuk majemuk NPK 16:16:16 berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas tiga varietas terung utama di Indonesia. Dosis menengah (200kgha) memberikan hasil optimal pada semua varietas, dengan peningkatan tinggi tanaman, sistem akar, serta kualitas buah yang lebih baik. Penyesuaian dosis berdasarkan kondisi tanah dan karakteristik varietas dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan mengurangi dampak lingkungan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Kementerian Pertanian Republik Indonesia atau hubungi penyuluh pertanian setempat.
