Ringkasan, alasan, proses, dan dampaknya Program Penelitian / Pengabdian Mandiri (PPM) Batch 2 UNS 2020 merupakan inisiatif universitas untuk mendorong dosen dan mahasiswa dalam melakukan riset mandiri serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara inovatif. Program ini memberikan dana hibah, pelatihan metodologi, dan jaringan kerja sama lintas fakultas. Setiap batch terdiri dari 20 hingga 30 tim yang dipilih melalui seleksi kompetitif. Ketua Program PPM bertanggung jawab atas: Pada tanggal 15 Maret 2024, Dr. Ahmad Fauzi, S.Ked., selaku Ketua Program Penelitian / Pengabdian Mandiri Batch 2 UNS 2020 secara resmi mengajukan pengunduran diri. Surat pengunduran diri tersebut disampaikan kepada Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Sekretaris Rektor dan disalin kepada dewan pembina program. Dalam surat resmi, Dr. Ahmad menyampaikan beberapa alasan utama: Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pertimbangan matang demi kelancaran program dan kesejahteraan pribadi. Penggantian ketua dilakukan sesuai dengan regulasi internal UNS yang meliputi tiga tahap utama: Meskipun perubahan kepemimpinan dapat menimbulkan ketidakpastian, dampak yang dirasakan sejauh ini bersifat minimal karena adanya tim sementara yang menjaga kontinuitas. Beberapa poin penting yang diamati: Berbagai pihak memberikan tanggapan positif: Dengan kepemimpinan Dr. Siti Nurhayati, diharapkan program dapat: Informasi ini diambil dari dokumen resmi UNS, arsip surat pengunduran diri, serta pernyataan publik melalui situs resmi UNS dan portal internal fakultas.Pengunduran Diri Ketua Program Penelitian / Pengabdian Mandiri Batch 2 UNS 2020
Latar Belakang Program
Peran Ketua Program
Pengunduran Diri: Fakta Utama
Alasan Pengunduran Diri
Proses Penggantian Ketua
Dampak Terhadap Program
Reaksi Komunitas Akademik
Harapan Kedepan
Sumber Referensi
