Sejarah Singkat
Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terbentuk pada tanggal 24 September 2001 melalui UU No. 53/2001 tentang Pembentukan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, dipisahkan dari Kabupaten Muara Enim. Nama Penukal diambil dari nama sungai yang melintasi daerah ini, sedangkan Abab dan Lematang merupakan nama dua kecamatan utama pada saat pembentukan. Ilir menandakan wilayah yang berada di hulu sungai Musi.
Sejak masa prasejarah, wilayah ini telah dihuni oleh suku-suku Melayu dan Musi yang mengembangkan kebudayaan agraris. Pada masa kolonial Belanda, daerah ini dikenal sebagai daerah perkebunan kelapa sawit dan karet. Setelah kemerdekaan, Penduduk PALI tetap melestarikan tradisi pertanian dan perikanan yang menjadi mata pencaharian utama.
Geografi dan Iklim
PALI terletak pada koordinat 3 45' LS 104 30' BU, dengan luas wilayah sekitar 1.814 km. Batas-batas wilayah:
- Utara: Kabupaten Musi Rawas Utara
- Timur: Kabupaten Lahat
- Selatan: Kabupaten Muara Enim
- Barat: Kabupaten Musi Banyuasin
Topografi didominasi oleh dataran rendah (0200m) dan beberapa perbukitan rendah. Sungai utama yang melintasi kabupaten antara lain Sungai Musi, Sungai Lematang, dan Sungai Abab. Iklim bersifat tropis dengan musim hujan (NovemberApril) dan musim kemarau (MeiOktober). Curah hujan ratarata tahunan mencapai 2.300mm.
Ekonomi
Perekonomian PALI masih sangat bergantung pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Komoditas unggulan meliputi:
| Komoditas | Keterangan |
|---|---|
| Padi | Tanaman utama, terutama varietas sawah kering. |
| Karet | Luas kebun karet mencapai 12.000 ha. |
| Kopi Arabika | Dikembangkan di wilayah perbukitan timur. |
| Ikan air tawar | Ditangkap di sungai Musi dan anak-anak sungainya. |
Selain itu, potensi energi terbarukan dari biomassa dan tenaga air sedang dieksplorasi melalui program pemerintah daerah.
Pariwisata
Walaupun belum sepopuler destinasi di Sumatera Selatan, PALI menawarkan beberapa objek wisata alam dan budaya:
- Air Terjun Lematang curahan air setinggi 30m dikelilingi hutan tropis.
- Danau Sungai area memancing dan rekreasi air tawar.
- Desa Adat Abab tempat pertunjukan tarian tradisional dan kerajinan anyaman.
- Jalan Kuliner Batik PALI mencicipi makanan khas seperti pempek mangkok dan sop ikan tambak.
Pemerintah kabupaten berencana membangun pusat ekowisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
Sosial Budaya
Populasi PALI pada tahun 2023 mencapai sekitar 340.000 jiwa. Mayoritas penduduk beragama Islam, dengan minoritas Kristen, Hindu, dan Buddha. Bahasa yang umum dipakai adalah Bahasa Indonesia, sementara dialek MusiBanjarese masih hidup dalam percakapan seharihari.
Suku Melayu PALI terkenal dengan tradisi musik Gambus Musi dan tarian Tari Kipas. Setiap tahun, desadesa menggelar Festival Budaya Lematang yang menampilkan pakaian adat, peralatan pertanian tradisional, serta lomba perahu dayung.
Bidang pendidikan terus ditingkatkan; terdapat 13 SMA/SMK, 25 SLTP, dan lebih dari 80 SD. Kebijakan Sekolah untuk Semua berhasil menurunkan angka buta huruf menjadi kurang dari 2%.
