Itik pedaging lokal (seperti Itik Birma atau Itik Arang) dan itik ras Peking sering dipelihara secara bersamaan untuk memanfaatkan keunggulan masingmasing. Itik lokal biasanya memiliki ketahanan terhadap kondisi lingkungan yang keras, sedangkan itik Peking memiliki pertumbuhan daging yang cepat. Menggabungkan dua genotipe ini pada fase starter (04 minggu) memungkinkan peternak mengejar efisiensi pakan dan produksi daging yang lebih tinggi.
Salah satu faktor kritis yang memengaruhi performa pada fase starter adalah kepadatan kandang. Kepadatan yang terlalu tinggi dapat meningkatkan stres, menurunkan asupan pakan, serta meningkatkan risiko penyakit. Di sisi lain, kepadatan yang terlalu rendah tidak efisien secara ekonomi. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana kepadatan kandang memengaruhi pertumbuhan itik pada fase starter.
Berbagai studi menunjukkan hubungan linier antara kepadatan kandang (ekor/m) dan beberapa parameter pertumbuhan:
| Kepadatan (ekor/m) | Bobot Akhir (g) | Konsumsi Pakan (g/ekor) | FCR | Mortalitas (%) |
|---|---|---|---|---|
| 10 | 380 | 120 | 1,58 | 1,2 |
| 15 | 340 | 107 | 1,55 | 2,0 |
| 20 | 300 | 95 | 1,68 | 3,5 |
Data di atas menegaskan bahwa kenaikan kepadatan di atas 15 ekor/m menurunkan pertumbuhan dan meningkatkan mortalitas. Pada kepadatan 10 ekor/m, itik mencapai bobot optimum dengan FCR yang masih dapat diterima.
Untuk persilangan lokal Peking, kepadatan ideal berada pada rentang 1012 ekor/m. Pada tingkat ini, itik lokal yang lebih toleran dapat membantu mengurangi stres pada itik Peking yang lebih sensitif.
Pakan starter harus mengandung:
Itik cenderung minum lebih banyak daripada ayam. Pastikan tersedia 34 tempat minum per 100 ekor dengan aliran air bersih.
Program vaksinasi dasar (ND, Gumboro) diberikan pada hari ke7. Observasi harian untuk gejala diare atau lesu sangat penting pada minggu ke2 sampai ke3.
Peternakan Cahaya Air di Jawa Barat mengadopsi model 12 ekor/m dengan komposisi 60% itik lokal dan 40% itik Peking pada fase starter. Hasilnya selama 6 bulan:
Keberhasilan ini dikaitkan dengan pemantauan suhu harian, penggunaan pakan starter dengan 0,5% enzim selulase, serta rotasi tempat bertelur tiap 7 hari.
Performans itik pedaging lokal Peking pada fase starter sangat dipengaruhi oleh kepadatan kandang. Kepadatan optimum antara 1012 ekor/m memberikan kombinasi pertumbuhan cepat, efisiensi pakan yang baik, dan mortalitas rendah. Pendekatan holistik yang mencakup kontrol lingkungan, pakan berkualitas, dan manajemen kesehatan menjadi kunci keberhasilan.
Peternak yang ingin meningkatkan produktivitas harus melakukan penyesuaian bertahap, memonitor parameter utama (bobot, FCR, mortalitas) serta bersiap mengoptimalkan faktorfaktor pendukung sesuai kondisi lokal.
