PERHITUNGAN GELAGAR JEMBATAN BALOK T dan Link Download File Referensi
https://eu2.contabostorage.com/00f3241116844f24b628f46d81abb929:st1/folder7/7218/1656266041_jembatan_balok_t_-_Sipil_dan_Konstruksi.xls
2026-05-30 20:55:06 - Admin
<style> body{ font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height:1.6; margin:0; padding:0 20px; background-color:#f9f9f9; color:#333; } h1, h2, h3{ color:#2c3e50; } table{ width:100%; border-collapse:collapse; margin: 20px 0; } th, td{ border:1px solid #bbb; padding:8px; text-align:center; } th{ background:#e2e2e2; } .note{ background:#fff3cd; border-left:4px solid #ffecb5; padding:10px; margin:20px 0; } </style> <h1>Perhitungan Gelagar Jembatan Balok T</h1> <p>Balok T (Tbeam) merupakan salah satu tipe balok beton bertulang yang banyak digunakan pada jembatan jalan raya modern. Bentuknya mirip huruf T, sehingga menghasilkan momen inersia yang lebih besar dibanding balok persegi konvensional dengan lebar silangan yang sama. Pada artikel ini dijelaskan secara lengkap mengenai prinsip, tahapan, serta contoh perhitungan gelagar balok T untuk jembatan.</p> <h2>1. Konsep Dasar Balok T</h2> <p>Balok T memiliki dua bagian utama:</p> <ul> <li><strong>Silangan (flange):</strong> bagian lebar yang menahan beban tekan.</li> <li><strong>Lengkung (web):</strong> bagian vertikal yang menyalurkan beban geser.</li> </ul> <p>Karena silangan yang lebar, tegangan tekan pada bagian atas balok tersebar lebih merata, sehingga dapat menahan momen lentur lebih besar tanpa memerlukan tinggi balok yang tinggi.</p> <h2>2. LangkahLangkah Perhitungan Gelagar Balok T</h2> <ol> <li><strong>Penentuan Beban</strong><br> Beban yang bekerja pada jembatan meliputi: <ul> <li>Beban mati (selfweight, lapisan aspal, railing, dll).</li> <li>Beban hidup (kendaraan, pejalan kaki).</li> <li>Beban luar (gempa, angin, suhu).</li> </ul> Beban ditentukan menurut standar SNI 17262012 atau AASHTO LRFD. </li> <li><strong>Penentuan Jarak Penopang</strong><br> Panjang bentang <em>L</em> dipilih berdasarkan geometri lintasan dan medan. </li> <li><strong>Penentuan Dimensi Awal</strong><br> Dimensi awal biasanya diambil dari panduan praktis: <ul> <li>Lebar silangan <em>b</em> 0,5L sampai 0,7L.</li> <li>Tebal silangan <em>tf</em> 0,1L.</li> <li>Tinggi total balok <em>h</em> 0,08L 0,10L.</li> <li>Ketebalan web <em>tw</em> 0,015L.</li> </ul> </li> <li><strong>Analisis Momen dan Geser</strong><br> Untuk balok sederhana dengan beban seragam <em>w</em> (kN/m): <ul> <li>Momen maksimum: <em>M<sub>max</sub> = wL/8</em></li> <li>Gaya geser maksimum: <em>V<sub>max</sub> = wL/2</em></li> </ul> </li> <li><strong>Perhitungan Momen Inersia (I) dan Jarak Netral (c)</strong><br> Balok T tidak simetris; diperlukan rumus gabungan antara silangan dan web. Dihitung dengan membagi penampang menjadi dua: <ul> <li>Area silangan: <em>A_f = bt_f</em></li> <li>Area web: <em>A_w = t_w(ht_f)</em></li> <li>Centroid (x) dihitung menggunakan rumus beratarea.</li> <li>Momentum inersia masingmasing dihitung terhadap sumbu netral dan dijumlahkan.</li> </ul> </li> <li><strong>Penentuan Tegangan Lentur</strong><br> Menggunakan <em> = My/I</em>, di mana <em>y</em> adalah jarak ke serat terjauh (biasanya ke ujung atas silangan).</li> <li><strong>Desain Tulangan</strong><br> Tulangan utama ditempatkan di daerah tekan dan tarik sesuai kode. Kuat tarik baja (f_y) biasanya 400500MPa, kuat tekan beton (f_ck) 3040MPa.</li> <li><strong>Verifikasi Geser</strong><br> Geser ditangani oleh stirrup (kawat sengkok) dengan jarak maksimum sesuai interaksi <em>V/ (bd)</em>.</li> <li><strong>Kontrol Kegagalan</strong><br> Pastikan tidak terjadi: <ul> <li>Gagal lentur (>f_cd).</li> <li>Gagal geser (>v_cd).</li> <li>Gagal defleksi (<L/800 atau nilai lain yang ditetapkan).</li> </ul> </li> </ol> <h2>3. Contoh Perhitungan</h2> <p><strong>Data Awal</strong></p> <table> <tr><th>Parameter</th><th>Nilai</th></tr> <tr><td>Panjang bentang (L)</td><td>12m</td></tr> <tr><td>Beban total (w)</td><td>35kN/m</td></tr> <tr><td>Lebar silangan (b)</td><td>4,8m (0,4L)</td></tr> <tr><td>Ketebalan silangan (t_f)</td><td>0,45m</td></tr> <tr><td>Tinggi total (h)</td><td>1,2m</td></tr> <tr><td>Ketebalan web (t_w)</td><td>0,25m</td></tr> <tr><td>Kuat tekan beton f_ck</td><td>30MPa</td></tr> <tr><td>Kuat tarik baja f_y</td><td>420MPa</td></tr> </table> <h3>3.1. Momen dan Geser Maksimum</h3> <p> M<sub>max</sub> = wL/8 = 3512 / 8 = 630kNm<br> V<sub>max</sub> = wL/2 = 3512 / 2 = 210kN </p> <h3>3.2. Penentuan Posisi Netral</h3> <p> Area silangan A_f = bt_f = 4,80,45 = 2,16m<br> Area web A_w = t_w(ht_f) = 0,25(1,20,45) = 0,1875m<br> Total A = 2,3475m </p> <p> Menghitung jarak centroid dari dasar (y): <br>y = (A_f(ht_f/2) + A_w(t_w/2)) / A <br>y = (2,16(1,20,225) + 0,18750,125) / 2,3475 0,96m </p> <p>Jarak netral (c) = y = 0,96m.</p> <h3>3.3. Momen Inersia (I)</h3> <p> I_f (silangan) = (bt_f)/12 + A_f(d_f) <br>di mana d_f = hct_f/2 = 1,20,960,225 = 0,015m <br>I_f = (4,80,45)/12 + 2,16(0,015) 0,038m </p> <p> I_w (web) = (t_w(ht_f))/12 + A_w(d_w) <br>d_w = ct_w/2 = 0,960,125 = 0,835m <br>I_w = (0,250,75)/12 + 0,1875(0,835) 0,112m </p> <p>Total I = I_f + I_w 0,150m.</p> <h3>3.4. Tegangan Lentur</h3> <p> Jarak ke serat atas (y_top) = hc = 1,20,96 = 0,24m<br> = My/I = 63010Nmm240mm / (15010mm) 1,01MPa </p> <p>Karena jauh di bawah f_cd (12MPa), balok aman secara lentur.</p> <h3>3.5. Tulangan Utama</h3> <p> Momen desain M_n = A_sf_y(da/2) Pilih faktor keamanan = 0.9. Asumsikan d ht_fcvr = 1,20,450,05 = 0,70m. Nilai a = A_sf_y / (0,85f_ckb). Dengan iterasi, didapat A_s 0,004m ( 4cm). Jadi, gunakan 4 buah tulangan 20mm (A_s 4314mm=1256mm) pada tiap sisi silangan. </p> <h3>3.6. Tulangan Geser</h3> <p> V_c = 0,6f_ckbd 0,6304,80,70 135kN. Karena V_max = 210kN > V_c, diperlukan stirrup. Membutuhkan V_s = V_maxV_c = 75kN. Dengan stirrup 10mm (A_s = 78mm), jarak s (A_sf_yd)/V_s 0,5m. Maka stirrup diletakkan tiap 0,5m sepanjang web. </p> <h2>4. Kriteria Pemeriksaan Lainnya</h2> <ul> <li><strong>Defleksi:</strong> _max L/800 15mm. Menggunakan persamaan defleksi balok T, diperoleh 9mm memenuhi.</li> <li><strong>Ketahanan Gempa:</strong> Perhitungan berdasarkan SNI 17262012, menyesuaikan faktor ductility.</li> <li><strong>Durabilitas:</strong> Lapisan pelindung (coating) dan penambahan bahan aditif pada beton untuk memperpanjang umur layanan.</li> </ul> <div class="note"> <strong>Catatan:</strong> Nilainilai di atas bersifat ilustratif. Pada proyek nyata, semua perhitungan harus diverifikasi dengan software struktural, faktor beban dinamis, serta persyaratan lokal yang berlaku. </div> <h2>5. Kesimpulan</h2> <p> Balok T memberikan efisiensi tinggi dalam penampang balok jembatan karena kemampuannya menyalurkan momen lentur dengan tinggi balok yang relatif rendah. Proses perhitungan meliputi penentuan beban, dimensi awal, analisis momengeser, penentuan posisi netral serta momen inersia, dan terakhir perancangan tulangan utama dan geser. Dengan mengikuti standar SNI 17262012 atau standar internasional yang relevan, hasil perhitungan dapat menjamin keamanan, kenyamanan, serta umur panjang struktur jembatan. </p>