Limfoma Hodgkin klasik (HL) adalah neoplasma limfatik yang ditandai oleh keberadaan sel ReedStenberg besar dalam latar sel inflamasi. Walaupun kelangsungan hidup jangka panjang telah meningkat signifikan berkat terapi kombinasi kemoterapiradioterapi, pemahaman tentang profil klinishematologis serta penentuan stadium yang tepat tetap menjadi kunci dalam merencanakan terapi dan memprediksi prognosis.
| Parameter | Frekuensi pada HL | Keterangan |
|---|---|---|
| Leukosit | Normaltinggi | Leukositosis ringan sering terjadi, terutama pada tipe mixed cellularity. |
| Linfosit | Linfopenia | Sering terlihat pada pasien dengan stadium lanjut. |
| Eosinofil | Eosinofilia | Terutama pada tipe nodular sklerotik; dapat mencapai >1000/L. |
| Hemoglobin | Anemia | Anemia mikrosferik atau normokromik pada stadium lanjut. |
| LDH | Naik | Menunjukkan aktivitas tumor yang tinggi. |
| ESR | Elevated | ESR tinggi biasanya berhubungan dengan Bsymptoms. |
Biopsi eksisional atau core needle menunjukkan sel ReedStenberg di tengah selsel reaktif (eosinofil, plasma cell, histiosit). Immunohistokimia: CD30, CD15, PAX5 lemah, dan negatif CD45 pada sel Hodgkin.
Stadium HL ditentukan dengan sistem AnnArbor yang digabungkan dengan penilaian risiko menurut International Prognostic Score (IPS) untuk stadium lanjutan. Berikut penjelasan singkat masingmasing stadium:
Penularan satu daerah nodal atau satu daerah ekstranodal tanpa keterlibatan nodal lainnya. Contoh: limfadenopati supraklavikular tunggal.
Penularan dua atau lebih daerah nodal pada satu sisi diafragma, atau satu daerah nodal + satu daerah ekstranodal berdekatan.
Penularan melintasi diafragma (minimal satu daerah nodal di atas dan satu di bawah diafragma). Subkategorinya:
Penyebaran difus ke satu atau lebih organ ekstranodal (misalnya hati, paru, sumsum tulang).
Setiap stadium dapat diklasifikasikan menjadi A (tidak ada Bsymptom) atau B (ada Bsymptom). Penambahan huruf E digunakan bila ada satu atau lebih daerah ekstranodal yang terlibat, kecuali bila sudah tercakup dalam definisi stadium.
IPS menggunakan 7 faktor risiko; setiap faktor = 1 poin.
| No. | Faktor |
|---|---|
| 1 | Serum albumin < 4g/dL |
| 2 | Hemoglobin < 10,5g/dL |
| 3 | Lymphocytopenia (ALC < 0,610/L) |
| 4 | Leukosit > 1510/L |
| 5 | LDH normal |
| 6 | Eosinofilia 110/L |
| 7 | Usia 45 tahun |
Skor 02: risiko rendah, 34: menengah, 57: tinggi. Skor ini memandu intensitas kemoterapi (ABVD vs. BEACOPP) dan kebutuhan radioterapi tambahan.
Penentuan stadium dan IPS memengaruhi pilihan regimen:
Limfoma Hodgkin klasik menampilkan spektrum klinishematologis yang luas, mulai dari gejala ringan hingga manifestasi sistemik berat. Penilaian yang cermat terhadap data klinis (Bsymptoms, lokasi nodal), laboratorium (LDH, eosinofil, leukosit) dan hasil patologi memungkinkan penentuan stadium AnnArbor dan skor IPS yang akurat. Kombinasi informasi ini menjadi landasan untuk menyusun strategi pengobatan yang individual, meningkatkan tingkat kelangsungan hidup, dan meminimalkan toksisitas.
