Latar Belakang
Bidang kependudukan, kesehatan reproduksi, dan pembangunan keluarga (KKBPK) merupakan pilar utama dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Pada tahun 2016, Kementerian Kesehatan, Biro Kesehatan Keluarga Nasional (BKKBN), dan lembaga penelitian domestik meluncurkan program Pembiayaan Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk memperkuat basis evidencebased dalam perencanaan kebijakan.
Program ini dirancang sebagai respon terhadap kebutuhan akan data terintegrasi, analisis multidisiplin, serta publikasi ilmiah yang dapat diakses oleh pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi lapangan. Dengan menyediakan dana, BKKBN berharap ada peningkatan jumlah penelitian yang relevan dengan masalah demografi, kontrol kelahiran (KB), dan kesejahteraan keluarga.
Tujuan Program
- Mendorong penelitian berbasis lapangan yang relevan dengan kebijakan kependudukan.
- Menambah jumlah publikasi ilmiah berbahasa Indonesia dan Inggris tentang KB, KKBPK, dan pembangunan keluarga.
- Memperkuat kapasitas peneliti muda serta institusi penelitian daerah.
- Menyediakan evidence yang dapat dipergunakan dalam penyusunan regulasi, program, dan intervensi BKKBN.
Sasaran Utama
Program ini menargetkan:
- Peneliti akademik (dosen, mahasiswa S2/S3) dari perguruan tinggi negeri dan swasta.
- Peneliti independen serta lembaga thinktank yang bergerak di bidang demografi.
- Tim teknis BKKBN di provinsi/kabupaten yang memiliki ide inovatif untuk program KB.
Setiap proposal harus mengaitkan temuan penelitian dengan implementasi kebijakan atau program BKKBN di tingkat daerah atau nasional.
Mekanisme Pembiayaan
Proses pembiayaan terdiri dari tiga tahap utama:
- Pendaftaran & Pengajuan Proposal: Peserta mengunggah dokumen melalui portal resmi BKKBN dengan batas akhir pendaftaran setiap tahun pada bulan Maret.
- Evaluasi & Seleksi: Tim ahli independen menilai proposal berdasarkan kriteria kelayakan metodologis, relevansi kebijakan, dan kapasitas pelaksanaan. Hasil evaluasi diumumkan dalam 30 hari setelah penutupan pendaftaran.
- Pencairan Dana & Monitoring: Dana dicairkan dalam dua tahap (awal dan akhir). Selama pelaksanaan, penerima wajib mengirimkan laporan kemajuan bulanan serta hasil akhir dalam bentuk artikel jurnal atau laporan teknis.
Besaran Hibah
Program 2016 memberi hibah dengan kategori berikut:
- Penelitian Lapangan: Rp 3070 juta per proyek (maksimum 12 bulan).
- Karya Tulis Ilmiah: Rp 1025 juta untuk pengembangan manuscript dan publikasi.
- Penelitian Kebijakan: Hingga Rp 100 juta untuk studi komprehensif yang melibatkan data sekunder nasional.
Catatan: Pembiayaan tidak mencakup honorarium peneliti utama, melainkan biaya operasional (survey, alat, perjalanan, dan publikasi).
Hasil & Dampak yang Diharapkan
Selama tahun 20162018, program ini menghasilkan lebih dari 120 karya ilmiah yang terindeks dalam database nasional dan internasonal (Google Scholar, Scopus). Beberapa dampaknya antara lain:
- Penemuan pola penurunan fertilitas di wilayah Jawa Barat yang menjadi dasar revisi target KB 2025.
- Pengembangan model intervensi Keluarga Sehat Berencana yang diadopsi oleh 15 kabupaten.
- Peningkatan kapasitas peneliti muda: 45% peserta merupakan mahasiswa pascasarjana atau dosen muda.
- Publikasi buku kompilasi Kebijakan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang dipakai sebagai bahan ajar di program studi demografi.
Selain itu, program meningkatkan kolaborasi lintas sektoral antara BKKBN, Kementerian Riset, serta lembaga internasional seperti UNFPA.
Cara Mengajukan Proposal (2026 Update)
Berikut langkah singkat bagi peneliti yang tertarik mengajukan proposal pada siklus berikutnya:
- Registrasi akun di portal BKKBN.
- Unduh panduan teknis dan formulir proposal.
- Siapkan dokumen: latar belakang, tujuan, metodologi, rencana kerja, anggaran, serta CV tim.
- Upload dokumen sebelum batas akhir (biasanya akhir April).
- Tunggu notifikasi hasil seleksi lewat email.
Apabila proposal diterima, peneliti diharapkan menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dan mengirimkan rencana kerja terperinci dalam 7 hari.
