Proposal penelitian skripsi merupakan dokumen rencana kerja yang disusun oleh mahasiswa sebagai prasyarat untuk melakukan penelitian tugas akhir. Dokumen ini berfungsi sebagai peta jalan yang menjelaskan apa yang akan diteliti, mengapa penelitian tersebut penting, dan bagaimana cara peneliti menjawab permasalahan yang diangkat.
Tujuan utama dari pembuatan proposal adalah untuk meyakinkan dosen pembimbing atau tim penguji bahwa topik yang dipilih relevan, memiliki dasar teori yang kuat, serta dapat dilaksanakan secara metodologis. Proposal juga berfungsi untuk membatasi ruang lingkup penelitian agar mahasiswa tetap fokus pada tujuan awal tanpa melebar ke hal-hal yang tidak relevan.
Secara umum, proposal skripsi terdiri dari tiga bagian utama yang lazim disebut sebagai Bab 1 hingga Bab 3, yaitu:
1. Pendahuluan (Bab 1)
Bagian ini adalah fondasi dari penelitian. Di dalamnya terdapat latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Latar belakang harus mampu menjawab pertanyaan "mengapa penelitian ini penting untuk dilakukan?".
2. Tinjauan Pustaka (Bab 2)
Bagian ini berisi landasan teori yang relevan dengan topik yang diangkat. Peneliti harus mengulas penelitian terdahulu sebagai pembanding, menyusun kerangka berpikir, serta merumuskan hipotesis jika penelitian tersebut bersifat kuantitatif.
3. Metodologi Penelitian (Bab 3)
Ini adalah bagian teknis yang menjelaskan langkah-langkah praktis dalam menjalankan penelitian. Topik yang dibahas meliputi jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, serta teknik analisis data yang akan digunakan untuk mengolah informasi yang didapat.
Proposal penelitian bukanlah hasil akhir, melainkan sebuah rancangan yang terbuka untuk disempurnakan. Melalui proposal yang sistematis dan terarah, mahasiswa akan memiliki panduan yang jelas saat terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data, sehingga proses pengerjaan skripsi menjadi lebih efisien dan terstruktur dengan baik.
