Prosedur Pemeriksaan Jaringan (LAN) CIS BT
Jaringan Lokal (LAN) merupakan tulang punggung operasional perusahaan modern. Untuk menjamin ketersediaan layanan, keamanan, dan performa, CIS BT (Computer Information System Business Technology) mengimplementasikan prosedur pemeriksaan jaringan yang terstandarisasi. Dokumen ini menjelaskan alur, tahapan, serta alat yang digunakan dalam pemeriksaan jaringan LAN di lingkungan CIS BT.
1. Tujuan Pemeriksaan
- Memastikan semua perangkat jaringan berfungsi sesuai spesifikasi.
- Mendeteksi potensi gangguan performa atau keamanan.
- Memverifikasi kepatuhan terhadap kebijakan TI perusahaan.
- Menyusun laporan temuan dan rekomendasi perbaikan.
2. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku untuk seluruh elemen LAN yang dikelola oleh CIS BT, termasuk:
- Switch dan hub.
- Router internal.
- Access point (WiFi).
- Server, workstation, dan perangkat endpoint.
- Kabel serat optik, tembaga, dan infrastruktur penyambungan.
3. Tim Pemeriksa
| Peran | Tanggung Jawab |
|---|---|
| Team Leader | Koordinasi keseluruhan, persetujuan laporan akhir. |
| Network Engineer | Pemeriksaan fisik, konfigurasi, dan performa perangkat. |
| Security Analyst | Audit keamanan, pengecekan kebijakan ACL dan firewall. |
| Documentation Officer | Pencatatan temuan, pembuatan laporan. |
4. Persiapan Pemeriksaan
- Penjadwalan: Tentukan waktu pemeriksaan (biasanya di luar jam kerja). Dapatkan persetujuan dari manajer IT.
- Pengumpulan Dokumen: Topologi jaringan, konfigurasi VLAN, kebijakan keamanan, dan catatan pemeliharaan terakhir.
- Alat Pemeriksaan:
- Multimeter atau cable tester.
- Software monitoring (PRTG, SolarWinds, atau Zabbix).
- Wireshark untuk capture paket.
- Portable terminal (Laptop dengan admin access).
- Backup Konfigurasi: Simpan salinan konfigurasi switch/router sebelum perubahan.
5. LangkahLangkah Pemeriksaan
5.1 Pemeriksaan Fisik
- Periksa kabel: tidak ada kerusakan, konektor terpasang rapi.
- Pastikan label kabel sesuai dengan diagram topologi.
- Verifikasi kondisi perangkat: kipas berfungsi, suhu dalam batas normal.
- Cek kerapatan rack dan keamanan kabel (tidak terjepit).
5.2 Pemeriksaan Konektivitas
- Gunakan ping antar host pada segmen yang sama untuk menguji latency dasar.
- Lakukan traceroute untuk memeriksa jalur lintas VLAN.
- Uji port switch dengan
show interface status(Cisco) atau setara.
5.3 Pemeriksaan Konfigurasi
- Verifikasi VLAN ID, nama, dan mapping port.
- Pastikan STP (Spanning Tree Protocol) aktif dan tidak ada loop.
- Periksa konfigurasi keamanan: port security, DHCP snooping, IP source guard.
- Audit ACL: hanya trafik yang diizinkan yang melewati firewall internal.
5.4 Pemeriksaan Performa
- Gunakan traffic generator (iPerf) untuk mengukur throughput pada link utama (mis. 1Gbps).
- Catat CPU & memori pada switch/router selama beban maksimum.
- Periksa jitter dan packet loss pada aplikasi realtime (VoIP, video conference).
5.5 Pemeriksaan Keamanan
- Scan port dengan Nmap untuk mendeteksi layanan tak terduga.
- Audit log keamanan (Syslog, SNMP traps) 30 hari terakhir.
- Uji kepatuhan password pada perangkat jaringan (tampilan enkripsi).
- Pastikan firmware terbaru terpasang.
6. Dokumentasi Temuan
Setiap temuan dicatat dalam format tabel berikut:
| No. | Temuan | Severity | Rekomendasi | Status |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kabel tembaga putus di Rack 3 | High | Ganti dengan patch cable CAT6 | Pending |
| 2 | Port security tidak diaktifkan pada Switch A | Medium | Aktifkan port security dengan limit MAC 2 | Completed |
| 3 | Firmware switch B versi 12.2 (outdated) | Low | Upgrade ke versi 12.5 | Pending |
7. Penyusunan Laporan Akhir
- Ringkasan temuan utama dan dampaknya.
- Daftar rekomendasi per prioritas (High Low).
- Jadwal tindak lanjut dan penanggung jawab.
- Penutup dengan tanda tangan Team Leader dan manajer IT.
8. Tindakan Perbaikan & Verifikasi
Setelah rekomendasi dilaksanakan, tim harus melakukan verifikasi kembali pada area yang diperbaiki. Proses ini mencakup:
- Uji kembali konektivitas dan performa.
- Update dokumentasi topologi dan konfigurasi.
- Pastikan semua temuan berstatus Closed.
9. Jadwal Pemeriksaan Rutin
Untuk menjaga kestabilan jaringan, CIS BT menerapkan pemeriksaan berkala:
- Bulanan: Pemeriksaan performa dan log keamanan.
- Triwulanan: Audit konfigurasi VLAN, ACL, dan firmware.
- Setahun sekali: Review kebijakan jaringan dan rencana kapasitas.
10. Penutup
Prosedur pemeriksaan jaringan LAN CIS BT dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh atas kondisi infrastruktur, mengidentifikasi risiko sebelum menimbulkan gangguan, serta memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan internal. Implementasi yang konsisten akan meningkatkan keandalan layanan TI, menurunkan biaya perbaikan tak terduga, dan mendukung kelangsungan bisnis secara keseluruhan.
