RANSUM AYAM RAS PEDAGING (BROILER FINISHER) dan Link Download File Referensi

https://eu2.contabostorage.com/00f3241116844f24b628f46d81abb929:st1/folder7/7141/1656261361_28_ransum_ayam_ras_pedaging__broiler_finisher__sni_01_3931_1995_-_Pertanian_dan_Peternakan.pdf

2026-06-01 09:38:04 - Admin

<style> body {font-family: Arial, sans-serif; line-height: 1.6; margin:0; padding:0; background:#f9f9f9; color:#333;} .container {max-width: 960px; margin:0 auto; padding:20px;} h1, h2, h3 {color:#2c3e50;} .section {margin-bottom:30px;} ul {margin-left:20px;} table {width:100%; border-collapse:collapse; margin-top:10px;} th, td {border:1px solid #ccc; padding:8px; text-align:center;} th {background:#eaeaea;} </style><div class="container"> <h1>Ransum Ayam Ras Pedaging (Broiler Finisher)</h1> <div class="section"> <h2>Pengenalan</h2> <p>Ayam ras pedaging atau yang lebih dikenal dengan <em>broiler</em> merupakan jenis unggas yang dibudidayakan untuk menghasilkan daging secara cepat. Pada fase finisher, yaitu masa pertumbuhan akhir (biasanya 35 minggu), pemberian ransum menjadi faktor kunci yang menentukan bobot akhir, konversi pakan, serta kualitas daging.</p> </div> <div class="section"> <h2>Tujuan Ransum Finisher</h2> <ul> <li>Meningkatkan laju pertambahan berat (LPB) hingga 80100g/hari.</li> <li>Mengoptimalkan <em>feed conversion ratio</em> (FCR) antara 1,51,7.</li> <li>Mencapai persentase lemak intramuskular yang ideal (sekitar 45%).</li> <li>Menjaga kesehatan usus dan mengurangi stres lingkungan.</li> </ul> </div> <div class="section"> <h2>Kompisi Utama Ransum Finisher</h2> <p>Komposisi ransum finisher biasanya terdiri dari empat blok utama: protein, energi, vitaminminerala, serta bahan tambahan (additif). Berikut tabel contoh ransum finisher 1kg untuk ayam broiler 2235hari.</p> <table> <tr> <th>Bahan</th> <th>Persentase (%)</th> <th>Keterangan</th> </tr> <tr> <td>Jagung (energi utama)</td> <td>5560</td> <td>Sumber karbohidrat cepat dicerna.</td> </tr> <tr> <td>Soybean meal (protein 4448%)</td> <td>1518</td> <td>Memberikan asam amino esensial.</td> </tr> <tr> <td>Minyak nabati (mis. minyak kelapa sawit)</td> <td>45</td> <td>Menambah densitas energi (3.500kcal/kg).</td> </tr> <tr> <td>Dedak halus</td> <td>56</td> <td>Serat & mineral.</td> </tr> <tr> <td>VitaminMineral premix</td> <td>11,5</td> <td>Memenuhi kebutuhan mikro nutrien.</td> </tr> <tr> <td>Enzim (fitase, xylanase)</td> <td>0,20,4</td> <td>Meningkatkan utilisasi fosfat & serat.</td> </tr> <tr> <td>Probiotik / Prebiotik</td> <td>0,10,3</td> <td>Menjaga keseimbangan flora usus.</td> </tr> <tr> <td>Pengikat debu (mis. bentonite)</td> <td>0,20,5</td> <td>Mencegah penumpukan debu di pernapasan.</td> </tr> </table> </div> <div class="section"> <h2>Perhitungan Energi dan Protein</h2> <p>Untuk fase finisher, kebutuhan energi metabolik (ME) biasanya 3.2003.400kcal/kg pakan. Kebutuhan protein kasar (CP) berada pada kisaran 2022%. Penyesuaian dilakukan berdasarkan:</p> <ul> <li>Umur dan berat badan ratarata.</li> <li>Temperatur lingkungan (penurunan 23% kebutuhan energi tiap C di atas 25C).</li> <li>Kondisi kesehatan (infeksi menurunkan efisiensi pakan).</li> </ul> </div> <div class="section"> <h2>Additif Penting pada Finisher</h2> <p>Beberapa additif telah terbukti meningkatkan performa pada fase finisher:</p> <ul> <li><strong>Enzim pencernaan</strong> Memecah nonstarch polysaccharides (NSP) pada dedak dan kulit jagung.</li> <li><strong>Probiotik & prebiotik</strong> Menstimulasi pertumbuhan bakteri menguntungkan (Lactobacillus, Bifidobacterium).</li> <li><strong>Acidifier (asam organik)</strong> Menurunkan pH usus, mengurangi pertumbuhan patogen.</li> <li><strong>Pengikat mycotoxin</strong> Seperti aktif charcoal atau zeolit.</li> </ul> </div> <div class="section"> <h2>Strategi Pemberian Ransum</h2> <ol> <li><strong>Pemberian ad libitum</strong> Pada kondisi kandang dengan ventilasi baik, pakan diberikan tanpa batasan sehingga ayam dapat mengkonsumsi sesuai kebutuhan.</li> <li><strong>Feeding management</strong> Menjaga kebersihan tempat pemberian, menghindari contaminasi.</li> <li><strong>Pengaturan fase</strong> Jika fase finisher dibagi menjadi dua (2228 hari & 2935 hari), penyesuaian energi (menambah lemak) dan protein (menurunkan sedikit) dapat meningkatkan konversi.</li> </ol> </div> <div class="section"> <h2>Pengaruh Nutrisi Terhadap Kualitas Daging</h2> <p>Kualitas daging broiler dipengaruhi oleh rasio lemakotot, pH pascasakri, serta kandungan asam lemak. Pakan yang mengandung:</p> <ul> <li><strong>Lemak tak jenuh</strong> (minyak ikan, minyak bunga matahari) meningkatkan kadar PUFA pada daging.</li> <li><strong>Vitamin E & Selenium</strong> memperlambat oksidasi lipid, memberikan daging yang lebih tahan lama.</li> <li><strong>Kolesterol</strong> dapat dikontrol dengan menurunkan lemak berukuran besar dan menambah serat.</li> </ul> </div> <div class="section"> <h2>Contoh Jadwal Pemberian Ransum Finisher</h2> <table> <tr><th>Umur (hari)</th><th>Ransum (kg/ton)</th><th>Keterangan</th></tr> <tr><td>2228</td><td>55% jagung, 17% SBM, 5% minyak, 6% dedak, 1,2% premix, sisa additif</td><td>Fase pertumbuhan cepat.</td></tr> <tr><td>2935</td><td>58% jagung, 15% SBM, 6% minyak, 5% dedak, 1,5% premix, sisa additif</td><td>Peningkatan energi untuk lemak intramuskular.</td></tr> </table> </div> <div class="section"> <h2>Kesimpulan</h2> <p>Ransum broiler finisher harus dirancang secara tepat dengan memperhatikan keseimbangan energi, protein, serta additif yang men-support kesehatan usus dan mengoptimalkan konversi pakan. Penyesuaian komposisi berdasarkan umur, suhu, dan kondisi kesehatan akan menghasilkan bobot akhir yang optimal (2,22,8kg) serta daging berkualitas tinggi. Dengan pemantauan rutin dan penggunaan teknologi (mis. feed formulation software), peternak dapat meningkatkan profitabilitas sekaligus menjaga kesejahteraan ternak.</p> </div></div>

Lebih banyak