RANSUM DARA AYAM RAS PETELUR (LAYER GROWER) dan Link Download File Referensi
https://eu2.contabostorage.com/00f3241116844f24b628f46d81abb929:st1/folder7/7142/1656261421_29_ransum_dara_ayam_ras_petelur__layer_grower__sni_01_3928_1995_-_Pertanian_dan_Peternakan.pdf
2026-06-01 09:43:03 - Admin
<style> body { font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 1.6; margin: 20px; color: #333; background-color: #fafafa; } h1, h2, h3 { color: #006600; } ul { margin-left: 20px; } .section { margin-bottom: 30px; } .table-wrapper { overflow-x: auto; } table { border-collapse: collapse; width: 100%; max-width: 800px; margin-top: 10px; } th, td { border: 1px solid #bbb; padding: 8px; text-align: left; } th { background-color: #e0f0e0; } </style> <h1>Ransum Dara Ayam Ras Petelur (Layer Grower)</h1> <div class="section"> <h2>Pengenalan</h2> <p>Ayam petelur ras (layer) merupakan pilihan utama peternak untuk menghasilkan telur berkualitas tinggi. Pada fase grower (biasanya umur 818 minggu), ayam belum mulai bertelur tetapi sudah memerlukan nutrisi khusus untuk menyiapkan organ reproduksi, memperkuat sistem imun, dan meningkatkan pertumbuhan otot. Ransum yang tepat pada fase ini sangat menentukan produktivitas dan kualitas telur pada fase produksi.</p> </div> <div class="section"> <h2>Kebutuhan Nutrisi Utama</h2> <ul> <li><strong>Protein</strong>: 1618% (bobot total protein daging). Asam amino esensial seperti lisin, metionin, dan treonin harus terpenuhi.</li> <li><strong>Energi Metabolik</strong>: 2.8003.000 kcal/kg DM (kilo kalori per kilogram bahan kering).</li> <li><strong>Lemak</strong>: 23% untuk meningkatkan densitas energi.</li> <li><strong>Vitamin</strong>: Vitamin A, D3, E, K, serta vitamin B kompleks (terutama B12 dan riboflavin).</li> <li><strong>Mineral</strong>: Kalsium 0,91,2%, fosfor 0,60,7%, serta trace mineral seperti zinc, manganese, dan selenium.</li> <li><strong>Air</strong>: Ketersediaan air bersih 24 jam sangat penting.</li> </ul> </div> <div class="section"> <h2>Komposisi Bahan Pakan</h2> <p>Berikut contoh formulasi ransum grower untuk ayam petelur ras dengan umur 818 minggu:</p> <div class="table-wrapper"> <table> <thead> <tr> <th>Bahan</th> <th>Kadar (% bahan kering)</th> <th>Fungsi</th> </tr> </thead> <tbody> <tr> <td>Jagung (gandum kuning)</td> <td>5560</td> <td>Sumber energi utama</td> </tr> <tr> <td>Sorgum / Sorghum</td> <td>57</td> <td>Energi tambahan, mengurangi risiko mycotoxin dari jagung</td> </tr> <tr> <td>Pelet kedelai (protein 44%)</td> <td>1012</td> <td>Sumber protein dan lisin</td> </tr> <tr> <td>Protein ikan atau tepung ikan</td> <td>23</td> <td>Metionin, vitamin D, fosfor</td> </tr> <tr> <td>Dedak padi</td> <td>56</td> <td>Serat, vitamin B, mineral</td> </tr> <tr> <td>Minyak nabati (misalnya, minyak kelapa sawit)</td> <td>12</td> <td>Lemak, meningkatkan densitas energi</td> </tr> <tr> <td>Premez (vitamin & mineral premiks)</td> <td>0,51</td> <td>Memenuhi kebutuhan mikronutrien</td> </tr> <tr> <td>Tambahan asam amino (lysine, methionine)</td> <td>0,20,4</td> <td>Menyeimbangkan profil asam amino</td> </tr> </tbody> </table> </div> <p>Komposisi dapat disesuaikan dengan kualitas bahan lokal dan biaya produksi. Penting untuk menjaga rasio Ca : P tetap pada kisaran 1,52 : 1, meskipun kebutuhan kalsium belum setinggi pada fase pemeliharaan telur.</p> </div> <div class="section"> <h2>Strategi Pemberian Pakan</h2> <ol> <li><strong>Frekuensi pemberian</strong>: 34 kali sehari pada awal fase grower untuk memastikan asupan maksimal.</li> <li><strong>Ukuran partikel</strong>: Giling hingga 12mm; partikel yang lebih halus meningkatkan kecepatan konsumsi.</li> <li><strong>Penggunaan feeder otomatis</strong>: Menjaga kebersihan dan mengurangi pemborosan.</li> <li><strong>Penambahan probiotik atau prebiotik</strong>: 0,51g/kg pakan untuk meningkatkan kesehatan usus.</li> </ol> </div> <div class="section"> <h2>Masalah Umum dan Cara Mengatasinya</h2> <h3>1. Penurunan nafsu makan</h3> <p>Seringkali disebabkan oleh stress panas, pencemaran air, atau perubahan tibatiba pada formulasi pakan. Pastikan suhu kandang berada pada 2428C dan lakukan pergantian pakan secara bertahap (maksimum 10% per hari).</p> <h3>2. Defisiensi kalsium</h3> <p>Gejala: pertumbuhan tulang tidak optimal, munculnya lekukan pada kaki. Tambahkan kapur gipsum atau batu kapur yang telah digiling halus (0,20,4% pakan).</p> <h3>3. Kelebihan protein</h3> <p>Berpotensi meningkatkan beban ginjal dan menurunkan konversi pakan. Jika FCR > 1,7, evaluasi kembali level protein dan periksa kualitas bahan protein.</p> <h3>4. Penyakit coccidiosis</h3> <p>Berikan anticoccidial dalam pakan (contoh: ionopori) pada dosis yang direkomendasikan produsen serta suplementasi vitamin A untuk memperkuat imun.</p> </div> <div class="section"> <h2>Pemantauan Kinerja</h2> <ul> <li><strong>FCR (Feed Conversion Ratio)</strong>: Target 1,61,8 pada fase grower.</li> <li><strong>Bobot badan</strong>: Tambahan ratarata 150180g/minggu.</li> <li><strong>Kematian</strong>: Tidak lebih dari 2% per siklus.</li> <li><strong>Kualitas pakan</strong>: Periksa kadar air dan keseluruhan nutrisi tiap 34 minggu.</li> </ul> </div> <div class="section"> <h2>Kesimpulan</h2> <p>Ransum grower untuk ayam petelur ras harus seimbang antara protein, energi, vitamin, dan mineral. Memperhatikan kualitas bahan, ukuran partikel, serta frekuensi pemberian akan meningkatkan pertumbuhan, menurunkan mortalitas, dan menyiapkan organ reproduksi yang siap menghasilkan telur berkualitas pada fase produksi. Dengan pemantauan rutin dan penyesuaian formula berdasarkan kondisi lapangan, peternak dapat memaksimalkan profitabilitas usaha petelur mereka.</p> </div>